Di Depan Pusara Pahlawan M.H. Thamrin, Pramono Serukan Persatuan Orang Betawi
Minggu, 11 Januari 2026 - 11:39 WIB
loading...
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung ziarah ke makam pahlawan nasional M.H. Thamrin di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu (11/1/2025). Foto/Rohman Wibowo
A
A
A
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mewanti-wanti persatuan masyarakat Betawi, terlebih mereka yang tergabung dalam lembaga adat Majelis Kaum Betawi. Seruan demikian dia sampaikan di depan pusara pahlawan nasional M.H. Thamrin dalam acara haul ke-8 di TPU Karet Bivak, Jakarta, Minggu (11/1/2025).
Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga turut hadir. Kata Pramono, persatuan masyarakat Betawi menjadi satu di antara fokusnya selama menjabat gubernur.
“Kalau hari ini kita memperingati Haul M.H. Thamrin yang ke-85, saya sebagai Gubernur Jakarta, Bang Foke, harapannya cuma satu: Semoga Majelis Kaum Betawi ini segera bersatu. Jangan ada lagi "ini itu, ini itu". Sudahlah, saya sudah sampaikan ke Bang Foke: 'Bang, apa yang harus saya kerjakan, pasti saya kerjakan," ujar Pramono.
Baca juga: Kebakaran di Tambora Jakbar Hanguskan 14 Rumah dan 1 Bangunan Konfeksi
Pramono menekankan bahwa salah satu keunggulan masyarakat Betawi adalah egaliter. Sebab, Jakarta sejak zaman dahulu tidak memiliki raja maupun sultan. Hal demikian yang kata dia semua orang merasa memiliki kuasa.
"Semuanya jadi raja, semuanya jadi sultan. Tetapi inilah kekuatan, dan ini harus dipersatukan. Sebab kalau ini bisa dipersatukan, menurut saya ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa," kata Pramono.
Ihwal persatuan masyarakat Betawi, Pramono mengingatkan amanah itu termaktub dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Dalam beleid itu, menyebutkan budaya utama Jakarta saat ini adalah budaya Betawi.
"Makanya dalam kesempatan ini saya sungguh berharap, mudah-mudahan di era saya, Majelis Kaum Adat Betawi ini atau Majelis Kaum Betawi ini bisa betul-betul bersatu. Dan kalau bersatu, luar biasa. Bahkan dalam berbagai kegiatan saya selalu menyampaikan, saya sebagai orang yang memang dilahirkan di Kediri dan sekarang menjadi Gubernur Jakarta, saya betul-betul berkeinginan masyarakat Betawi itu menjadi begitu kuat," urainya.
Dalam kesempatan itu, mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo juga turut hadir. Kata Pramono, persatuan masyarakat Betawi menjadi satu di antara fokusnya selama menjabat gubernur.
“Kalau hari ini kita memperingati Haul M.H. Thamrin yang ke-85, saya sebagai Gubernur Jakarta, Bang Foke, harapannya cuma satu: Semoga Majelis Kaum Betawi ini segera bersatu. Jangan ada lagi "ini itu, ini itu". Sudahlah, saya sudah sampaikan ke Bang Foke: 'Bang, apa yang harus saya kerjakan, pasti saya kerjakan," ujar Pramono.
Baca juga: Kebakaran di Tambora Jakbar Hanguskan 14 Rumah dan 1 Bangunan Konfeksi
Pramono menekankan bahwa salah satu keunggulan masyarakat Betawi adalah egaliter. Sebab, Jakarta sejak zaman dahulu tidak memiliki raja maupun sultan. Hal demikian yang kata dia semua orang merasa memiliki kuasa.
"Semuanya jadi raja, semuanya jadi sultan. Tetapi inilah kekuatan, dan ini harus dipersatukan. Sebab kalau ini bisa dipersatukan, menurut saya ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa," kata Pramono.
Ihwal persatuan masyarakat Betawi, Pramono mengingatkan amanah itu termaktub dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta. Dalam beleid itu, menyebutkan budaya utama Jakarta saat ini adalah budaya Betawi.
"Makanya dalam kesempatan ini saya sungguh berharap, mudah-mudahan di era saya, Majelis Kaum Adat Betawi ini atau Majelis Kaum Betawi ini bisa betul-betul bersatu. Dan kalau bersatu, luar biasa. Bahkan dalam berbagai kegiatan saya selalu menyampaikan, saya sebagai orang yang memang dilahirkan di Kediri dan sekarang menjadi Gubernur Jakarta, saya betul-betul berkeinginan masyarakat Betawi itu menjadi begitu kuat," urainya.
(rca)
Lihat Juga :