Pemkot Tangsel Alihkan 200 Ton Sampah ke Cileungsi
Rabu, 07 Januari 2026 - 19:53 WIB
loading...
Pejalan kaki melintas di dekat tumpukan sampah yang kini ditutup terpal di bawah flyover Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Rabu (17/12/2025). Foto/Yudistiro Pranoto
A
A
A
TANGERANG SELATAN - Kebijakan Pemerintah Kota Serang yang menghentikan sementara pengiriman sampah ke TPAS Cilowong ditanggapi oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel). Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie memastikan pelayanan kebersihan tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan masyarakat.
Benyamin menegaskan bahwa kendala teknis di daerah mitra tidak akan melumpuhkan sistem pengelolaan sampah di wilayahnya. “Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara," ujar Benyamin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/1/2026).
Sebagai solusi jangka pendek, Benyamin menjelaskan bahwa mulai Rabu (7/1/2026), pihaknya telah menjalin kesepakatan untuk mengalihkan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi. Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan.
Baca juga: Wali Kota Benyamin Davnie Pacu 100 Hari Pembenahan Sampah Terintegrasi
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel. "Saya sudah instruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan terkoordinasi. Penanganan titik prioritas, pengaturan ritase armada, dan penguatan pengelolaan di tingkat hulu terus kami lakukan," ujarnya.
Lihat juga: Krisis Sampah Meluas, Kota Besar di Indonesia Alami Masalah Serupa
Benyamin juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Ia menekankan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab pemerintah sepenuhnya dan tidak akan dibebankan kepada masyarakat.
Dia melihat situasi ini sebagai momentum bagi Pemerintah Kota Tangsel untuk mengevaluasi sistem secara fundamental agar tidak terus bergantung pada kerja sama antar-daerah yang bersifat darurat.
"Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah," pungkasnya.
Benyamin menegaskan bahwa kendala teknis di daerah mitra tidak akan melumpuhkan sistem pengelolaan sampah di wilayahnya. “Saya sampaikan dengan tegas kepada masyarakat, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak berhenti bekerja dan tidak menyerah. Penghentian pengiriman ke Cilowong ini bersifat sementara," ujar Benyamin dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/1/2026).
Sebagai solusi jangka pendek, Benyamin menjelaskan bahwa mulai Rabu (7/1/2026), pihaknya telah menjalin kesepakatan untuk mengalihkan pembuangan sampah ke wilayah Cileungsi. Sebanyak 200 ton sampah per hari akan dikirim ke Cileungsi selama 14 hari ke depan.
Baca juga: Wali Kota Benyamin Davnie Pacu 100 Hari Pembenahan Sampah Terintegrasi
Langkah ini diambil untuk memastikan tidak ada tumpukan sampah di titik-titik pemukiman maupun ruang publik di Tangsel. "Saya sudah instruksikan seluruh jajaran terkait untuk bergerak cepat dan terkoordinasi. Penanganan titik prioritas, pengaturan ritase armada, dan penguatan pengelolaan di tingkat hulu terus kami lakukan," ujarnya.
Lihat juga: Krisis Sampah Meluas, Kota Besar di Indonesia Alami Masalah Serupa
Benyamin juga meminta warga untuk tetap tenang dan tidak panik menghadapi situasi ini. Ia menekankan bahwa persoalan sampah adalah tanggung jawab pemerintah sepenuhnya dan tidak akan dibebankan kepada masyarakat.
Dia melihat situasi ini sebagai momentum bagi Pemerintah Kota Tangsel untuk mengevaluasi sistem secara fundamental agar tidak terus bergantung pada kerja sama antar-daerah yang bersifat darurat.
"Kondisi ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh dan berkelanjutan, agar ke depan Tangsel memiliki kemandirian dalam pengelolaan limbah," pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :