Kemenkes Gandeng Persadia Pulihkan Layanan Kesehatan Pascabencana di Sumatera
Selasa, 06 Januari 2026 - 17:41 WIB
loading...
A
A
A
Dalam situasi darurat seperti ini, ketersediaan obat esensial seperti insulin menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditunda. Karena itu pemerintah berkolaborasi dengan semua pihak untuk mengatasi tantangan ini.
"Kami mengapresiasi dukungan Novo Nordisk beserta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dengan kami dalam memastikan pasien diabetes tetap dapat mendapatkan akses terapi insulin yang mereka butuhkan," katanya, Selasa (6/1/2026).
Dukungan ini merupakan bagian penting dari respons kesehatan pascabencana, sekaligus upaya untuk mencegah risiko komplikasi akibat terputusnya terapi, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis di wilayah terdampak.
Ketua PB Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Heri Nugroho menyoroti pasien diabetes menjadi salah satu kelompok paling rentan akibat terganggunya rantai distribusi obat selama bencana.
“Banjir yang melanda beberapa daerah di Sumatra menyebabkan kerusakan fasilitas kesehatan, terputusnya jalur distribusi obat, serta keterbatasan akses pasien terhadap insulin—obat esensial yang tidak boleh terhenti," ujarnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, seluruh pihak berharap penyaluran dukungan insulin dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien diabetes di wilayah terdampak bencana, sekaligus berkontribusi pada penguatan layanan kesehatan dalam fase pemulihan pascabencana.
"Persadia bergerak cepat melalui koordinasi dan kolaborasi dengan Novo Nordisk, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan setempat, rumah sakit rujukan, puskesmas, serta relawan medis untuk mendistribusikan insulin secara tepat sasaran," ucapnya.
General Manager Novo Nordisk Indonesia Sreerekha Sreenivasan menegaskan, pihaknya menyadari bahwa bencana alam juga menimbulkan tantangan besar dalam keberlangsungan pengobatan pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes.
Melalui kolaborasi yang erat dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai organisasi yang terlibat, pihaknya berharap donasi insulin ini dapat membantu menjaga keberlanjutan terapi bagi pasien diabetes yang terdampak bencana.
"Kami mengapresiasi dukungan Novo Nordisk beserta seluruh mitra yang telah berkolaborasi dengan kami dalam memastikan pasien diabetes tetap dapat mendapatkan akses terapi insulin yang mereka butuhkan," katanya, Selasa (6/1/2026).
Dukungan ini merupakan bagian penting dari respons kesehatan pascabencana, sekaligus upaya untuk mencegah risiko komplikasi akibat terputusnya terapi, khususnya bagi pasien dengan penyakit kronis di wilayah terdampak.
Ketua PB Persatuan Diabetes Indonesia (Persadia) Heri Nugroho menyoroti pasien diabetes menjadi salah satu kelompok paling rentan akibat terganggunya rantai distribusi obat selama bencana.
“Banjir yang melanda beberapa daerah di Sumatra menyebabkan kerusakan fasilitas kesehatan, terputusnya jalur distribusi obat, serta keterbatasan akses pasien terhadap insulin—obat esensial yang tidak boleh terhenti," ujarnya.
Melalui sinergi lintas sektor ini, seluruh pihak berharap penyaluran dukungan insulin dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien diabetes di wilayah terdampak bencana, sekaligus berkontribusi pada penguatan layanan kesehatan dalam fase pemulihan pascabencana.
"Persadia bergerak cepat melalui koordinasi dan kolaborasi dengan Novo Nordisk, Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan setempat, rumah sakit rujukan, puskesmas, serta relawan medis untuk mendistribusikan insulin secara tepat sasaran," ucapnya.
General Manager Novo Nordisk Indonesia Sreerekha Sreenivasan menegaskan, pihaknya menyadari bahwa bencana alam juga menimbulkan tantangan besar dalam keberlangsungan pengobatan pasien dengan penyakit kronis seperti diabetes.
Melalui kolaborasi yang erat dengan Kementerian Kesehatan dan berbagai organisasi yang terlibat, pihaknya berharap donasi insulin ini dapat membantu menjaga keberlanjutan terapi bagi pasien diabetes yang terdampak bencana.
Lihat Juga :