Dinkes Klaim Belum Temukan Kasus Super Flu di Jakarta
Senin, 05 Januari 2026 - 10:50 WIB
loading...
Pekerja melintas di Pelican Crossing Tosari di Thamrin Jakarta, Jakarta. Foto/Isra Triansyah
A
A
A
JAKARTA - Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengklaim belum menemukan kasus Super Flu . Kendati demikian, warga Jakarta tetap diminta waspada terhadap potensi penyebarannya.
"Saat ini masih belum ditemukan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati kepada wartawan dikutip Senin (5/1/2026).
Sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah menginformasikan fasilitas kesehatan di DKI Jakarta agar mewaspadai penyebaran Super Flu. Seperti, mengenali gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif terutama pada kasus ISPA dan Pneumonia.
Baca juga: Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia dan Cara Mencegahnya
"Hingga saat ini, Pemprov DKI aktif berperan menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 5 Puskesmas di tiap kota dan 1 RS untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta," ujar dia.
Adapun, berdasarkan data per 1 Januari 2026, kasus Super Flu tersebar di delapan provinsi yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dijelaskan Ani, Super Flu merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Disebut Super Flu karena penyebarannya relatif lebih cepat.
"Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit," katanya.
"Saat ini masih belum ditemukan kasus Super Flu di Provinsi DKI Jakarta," ujar Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati kepada wartawan dikutip Senin (5/1/2026).
Sebagai langkah pencegahan, pihaknya telah menginformasikan fasilitas kesehatan di DKI Jakarta agar mewaspadai penyebaran Super Flu. Seperti, mengenali gejala dan tanda penyakit, serta penguatan upaya promotif dan preventif terutama pada kasus ISPA dan Pneumonia.
Baca juga: Waspada! Ini Gejala Super Flu yang Masuk ke Indonesia dan Cara Mencegahnya
"Hingga saat ini, Pemprov DKI aktif berperan menjalankan fungsi sentinel kasus Influenza-Like Illness (ILI) dan Severe Acute Respiratory Infection (SARI) di 5 Puskesmas di tiap kota dan 1 RS untuk mendeteksi lebih awal indikasi penyebaran kasus ISPA di DKI Jakarta," ujar dia.
Adapun, berdasarkan data per 1 Januari 2026, kasus Super Flu tersebar di delapan provinsi yaitu Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Sumatera Selatan, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Sulawesi Utara, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Dijelaskan Ani, Super Flu merupakan penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang disebabkan oleh virus Influenza Tipe A H3N2 Subclade K. Disebut Super Flu karena penyebarannya relatif lebih cepat.
"Meski demikian, data epidemiologi terkini yang dirilis WHO tidak mengindikasikan terdapat peningkatan keparahan penyakit," katanya.
(rca)
Lihat Juga :