Kisah Pertempuran Pasukan Kapten Tubagus Muslihat Pukul Mundur Penjajah Inggris dan Sekutu dari Kota Bogor
Senin, 05 Januari 2026 - 06:51 WIB
loading...
A
A
A
Kapten Muslihat keluar dari tempat persembunyiannya melakukan penyerangan terbuka. Dia menembaki para penjajah dan sebagian tentara Inggris tumbang. Berbagai pertempuran terjadi kala itu tidak hanya di satu wilayah Bogor, melainkan di berbagai wilayah.
Dalam baku tembak itu, timah panas musuh berhasil menembus perut Kapten Muslihat. Namun Sang Kapten tetap berdiri menembaki para penjajah. Timah panas kedua kembali menembus pinggang membuat Kapten Muslihat tumbang.
Darah bercucuran dan mengalir membuat kaus putih yang dikenakan berubah menjadi merah. Sang Kapten gugur di usia 19 tahun dan meninggalkan istri tengah mengandung. Perlawanan sengit juga dilakukan oleh R Ijok Mohamad Sirodz.
Dia meminta pemerintah militer Jepang menyerahkan gedung Bogor Shucokan (keresidenan) dan berhasil mengibarkan Merah Putih menggantikan Bendera Jepang, Hinomaru. Pertempuran lainnya terjadi di Kota Paris (Pasar Mawar) yang berlangsung pada malam hari.
Di lokasi ini terdapat kompleks hunian orang-orang Belanda (Kamp para interniran). Terjadi juga pertempuran di daerah Cemplang pada 1945.Pertempuran itu antara pejuang RI melawan pasukan tentara Gurkha (tentara bayaran sekutu) yang berjumlah 12 orang.
Pertempuran juga terjadi di daerah Maseng, Caringin, Kabupaten Bogor pada tahun 1945. Para pejuang juga sampai membangun sebuah monumen untuk mengenang perjuangan para pahlawan dari Kota Bogor.
Aksi Heroik Kapten Muslihat tidak pernah dilupakan dan terus dikenang jasa-jasanya. Selain dijadikan nama jalan utama, ornamen Kapten Muslihat sebagai pahlawan nasional juga ditampilkan di TMP Dredet Bogor bersama Mayor Oking dan Jenderal Sudirman. Pemkot Bogor juga membuat Patung Kapten Muslihat dengan menempatkanya di Pertigaan Jalan Merdeka.
Dalam baku tembak itu, timah panas musuh berhasil menembus perut Kapten Muslihat. Namun Sang Kapten tetap berdiri menembaki para penjajah. Timah panas kedua kembali menembus pinggang membuat Kapten Muslihat tumbang.
Darah bercucuran dan mengalir membuat kaus putih yang dikenakan berubah menjadi merah. Sang Kapten gugur di usia 19 tahun dan meninggalkan istri tengah mengandung. Perlawanan sengit juga dilakukan oleh R Ijok Mohamad Sirodz.
Dia meminta pemerintah militer Jepang menyerahkan gedung Bogor Shucokan (keresidenan) dan berhasil mengibarkan Merah Putih menggantikan Bendera Jepang, Hinomaru. Pertempuran lainnya terjadi di Kota Paris (Pasar Mawar) yang berlangsung pada malam hari.
Di lokasi ini terdapat kompleks hunian orang-orang Belanda (Kamp para interniran). Terjadi juga pertempuran di daerah Cemplang pada 1945.Pertempuran itu antara pejuang RI melawan pasukan tentara Gurkha (tentara bayaran sekutu) yang berjumlah 12 orang.
Pertempuran juga terjadi di daerah Maseng, Caringin, Kabupaten Bogor pada tahun 1945. Para pejuang juga sampai membangun sebuah monumen untuk mengenang perjuangan para pahlawan dari Kota Bogor.
Aksi Heroik Kapten Muslihat tidak pernah dilupakan dan terus dikenang jasa-jasanya. Selain dijadikan nama jalan utama, ornamen Kapten Muslihat sebagai pahlawan nasional juga ditampilkan di TMP Dredet Bogor bersama Mayor Oking dan Jenderal Sudirman. Pemkot Bogor juga membuat Patung Kapten Muslihat dengan menempatkanya di Pertigaan Jalan Merdeka.
(shf)
Lihat Juga :