Gunung Lewotobi Laki-laki Masih Awas, Tercatat 97 Kali Gempa Vulkanik Dalam
Minggu, 04 Januari 2026 - 13:29 WIB
loading...
Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, NTT, masih menunjukkan kondisi yang relatif tinggi seiring meningkatnya aktivitas kegempaan dan indikasi suplai magma baru. Status Gunung Lewotobi Laki-laki berada di level IV atau awas. Foto: Ist
A
A
A
FLORES - Aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki di Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih menunjukkan kondisi yang relatif tinggi seiring meningkatnya aktivitas kegempaan dan indikasi suplai magma baru. Status Gunung Lewotobi Laki-laki masih berada pada level IV atau awas.
Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, dari pemantauan secara visual menunjukkan Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara, timur laut dan barat daya. Suhu udara sekitar 21-31°C.
Baca juga: Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia hingga 4 Meter pada 4-7 Januari
Berdasarkan data kegempaan dari tanggal 2-3 Januari 2026 hingga pukul 12.00 WITA yaitu 45 kali Tremor Non Harmonik, 1 kali Gempa Low Frequency, 97 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 6 kali Gempa Tektonik Jauh
“Terjadi kenaikan signifikan pada Gempa Vulkanik Dalam sejak 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 jumlah gempa ini masih tinggi, namun erupsi belum terjadi. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA,” ujar Lana, Minggu (4/1/2026).
Terdapat indikasi hambatan pada saluran magma (conduit) yang menghalangi material untuk naik ke permukaan. Kondisi ini dapat mengarah kemungkinan terjadinya pelepasan energi dalam bentuk erupsi apabila tekanan terus meningkat.
Selain itu, aktivitas Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Lewotobi Laki-laki diketahui sangat berpengaruh terhadap tinggi kolom erupsi yang dapat terjadi. Tidak teramati adanya kubah lava baru atau aliran lava baru di area kawah berdasarkan citra drone tanggal 5 Desember 2025.
Kemudian, hembusan asap putih tipis hingga sedang masih teramati berasal dari kawah dan rekahan arah barat laut. Aktivitas kegempaan menunjukkan adanya pergerakan fluida atau magma yang cukup aktif yang disertai adanya suplai magma. Pengukuran deformasi dengan menggunakan Tiltmeter menunjukkan terjadinya akumulasi tekanan pada sumbu X (tangensial).
Data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan pola inflasi pada 2 stasiun WLR (Barat Laut) dan NUR (timur laut) dalam rentang waktu 2 minggu terakhir, sehingga potensi terjadinya erupsi masih ada.
“Berdasarkan data visual, kegempaan, dan deformasi, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih menunjukkan tingkat aktivitas yang relatif tinggi dan terdapat indikasi kuat adanya dorongan magma baru yang berpotensi memicu terjadinya erupsi. Selain itu perlu diwaspadai dan dipantau secara ketat terhadap potensi aliran lahar selama musim hujan,” ujar Lana.
Dia mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan 7 km sektoral barat laut - timur laut dari pusat erupsi. “Masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya,” katanya.
Plt Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan, dari pemantauan secara visual menunjukkan Gunung api terlihat jelas hingga tertutup kabut dengan intensitas sedang. Teramati asap kawah utama berwarna putih dengan intensitas tipis, sedang, hingga tebal tinggi sekitar 50-100 meter dari puncak. Cuaca cerah hingga berawan, angin lemah ke arah utara, timur laut dan barat daya. Suhu udara sekitar 21-31°C.
Baca juga: Waspadai Gelombang Tinggi di Perairan Indonesia hingga 4 Meter pada 4-7 Januari
Berdasarkan data kegempaan dari tanggal 2-3 Januari 2026 hingga pukul 12.00 WITA yaitu 45 kali Tremor Non Harmonik, 1 kali Gempa Low Frequency, 97 kali Gempa Vulkanik Dalam, 1 kali Gempa Tektonik Lokal, 6 kali Gempa Tektonik Jauh
“Terjadi kenaikan signifikan pada Gempa Vulkanik Dalam sejak 31 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026 jumlah gempa ini masih tinggi, namun erupsi belum terjadi. Erupsi terakhir Gunung Lewotobi Laki-laki terjadi pada 18 Oktober 2025 pukul 00.44 WITA,” ujar Lana, Minggu (4/1/2026).
Terdapat indikasi hambatan pada saluran magma (conduit) yang menghalangi material untuk naik ke permukaan. Kondisi ini dapat mengarah kemungkinan terjadinya pelepasan energi dalam bentuk erupsi apabila tekanan terus meningkat.
Selain itu, aktivitas Gempa Vulkanik Dalam di Gunung Lewotobi Laki-laki diketahui sangat berpengaruh terhadap tinggi kolom erupsi yang dapat terjadi. Tidak teramati adanya kubah lava baru atau aliran lava baru di area kawah berdasarkan citra drone tanggal 5 Desember 2025.
Kemudian, hembusan asap putih tipis hingga sedang masih teramati berasal dari kawah dan rekahan arah barat laut. Aktivitas kegempaan menunjukkan adanya pergerakan fluida atau magma yang cukup aktif yang disertai adanya suplai magma. Pengukuran deformasi dengan menggunakan Tiltmeter menunjukkan terjadinya akumulasi tekanan pada sumbu X (tangensial).
Data Global Navigation Satellite System (GNSS) masih menunjukkan pola inflasi pada 2 stasiun WLR (Barat Laut) dan NUR (timur laut) dalam rentang waktu 2 minggu terakhir, sehingga potensi terjadinya erupsi masih ada.
“Berdasarkan data visual, kegempaan, dan deformasi, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-laki masih menunjukkan tingkat aktivitas yang relatif tinggi dan terdapat indikasi kuat adanya dorongan magma baru yang berpotensi memicu terjadinya erupsi. Selain itu perlu diwaspadai dan dipantau secara ketat terhadap potensi aliran lahar selama musim hujan,” ujar Lana.
Dia mengimbau masyarakat dan wisatawan tidak melakukan aktivitas dalam radius 6 km dan 7 km sektoral barat laut - timur laut dari pusat erupsi. “Masyarakat tetap tenang dan mengikuti arahan dari pemerintah daerah. Masyarakat juga diminta tidak mempercayai informasi yang tidak jelas sumbernya,” katanya.
(jon)
Lihat Juga :