Menhan Sjafrie Bentuk Satgas Kuala untuk Pemulihan Wilayah Terdampak Bencana
Jum'at, 02 Januari 2026 - 12:58 WIB
loading...
Presiden Prabowo Subianto didampingi Menhan Sjafrie Sjamsoeddin turun langsung ke lokasi bencana di Aceh Tamiang, Aceh pada Kamis, 1 Januari 2026. Foto/Ist
A
A
A
ACEH TAMIANG - Pemerintah terus mengintensifkan upaya pemulihan sarana dan prasarana di wilayah terdampak bencana alam banjir bandang dan longsor di Sumatera. Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin mengumumkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Kuala sebagai langkah strategis terbaru.
Pengumuman tersebut disampaikan Sjafrie dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis 1 Januari 2026.
Baca juga: 3 Jasad Korban Bencana Sumatera Ditemukan, Total Korban Tewas Tembus 1.157 Orang
“Hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala yang terdiri dari dua komposisi,” ujarnya, dikutip Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, komposisi pertama akan difokuskan pada pendalaman Kuala. Sementara komposisi kedua diarahkan untuk pemanfaatan air di kawasan tersebut.
“Di dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Air yang ada di Kuala akan diambil, diolah, dan menjadi air jernih,” jelasnya.
Sjafrie menambahkan, Satgas Kuala resmi terbentuk siang ini dan dijadwalkan mulai beroperasi dua minggu mendatang dari Kualasimpang.
Baca juga: Presiden Setujui Usulan Normalisasi Sungai Aceh Lewat Laut: Kita Bikin Operasi Besar
Sistem penjernihan air yang digunakan Satgas Kuala sebelumnya telah diaplikasikan di sejumlah lokasi terdampak bencana. Teknologi ini dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan dengan memanfaatkan fiber reinforced plastic sebagai tabung filtrasi utama.
Air hasil filtrasi kemudian diproses lebih lanjut dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro.
Tahap akhir dilakukan dengan penyinaran ultraviolet (UV) guna membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya sehingga air aman dikonsumsi masyarakat.
Menanggapi langkah Menhan Sjafrie, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar Satgas Kuala segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Bagus, terima kasih. Koordinasi sama gubernur daerah masing-masing,” tegas Presiden.
Rapat terbatas tersebut juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Pengumuman tersebut disampaikan Sjafrie dalam rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Aceh Tamiang, Aceh, Kamis 1 Januari 2026.
Baca juga: 3 Jasad Korban Bencana Sumatera Ditemukan, Total Korban Tewas Tembus 1.157 Orang
“Hari ini sudah kita bentuk Satgas Kuala yang terdiri dari dua komposisi,” ujarnya, dikutip Jumat (2/1/2026).
Menurutnya, komposisi pertama akan difokuskan pada pendalaman Kuala. Sementara komposisi kedua diarahkan untuk pemanfaatan air di kawasan tersebut.
“Di dua komposisi kapal ini akan kita naikkan water treatment system. Air yang ada di Kuala akan diambil, diolah, dan menjadi air jernih,” jelasnya.
Sjafrie menambahkan, Satgas Kuala resmi terbentuk siang ini dan dijadwalkan mulai beroperasi dua minggu mendatang dari Kualasimpang.
Baca juga: Presiden Setujui Usulan Normalisasi Sungai Aceh Lewat Laut: Kita Bikin Operasi Besar
Sistem penjernihan air yang digunakan Satgas Kuala sebelumnya telah diaplikasikan di sejumlah lokasi terdampak bencana. Teknologi ini dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan dengan memanfaatkan fiber reinforced plastic sebagai tabung filtrasi utama.
Air hasil filtrasi kemudian diproses lebih lanjut dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro.
Tahap akhir dilakukan dengan penyinaran ultraviolet (UV) guna membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya sehingga air aman dikonsumsi masyarakat.
Menanggapi langkah Menhan Sjafrie, Presiden Prabowo Subianto memberikan arahan agar Satgas Kuala segera berkoordinasi dengan pemerintah daerah.
“Bagus, terima kasih. Koordinasi sama gubernur daerah masing-masing,” tegas Presiden.
Rapat terbatas tersebut juga dihadiri sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono serta Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
(shf)
Lihat Juga :