Bencana Hidrometeorologi Landa Indonesia Sepanjang 2025, Klaim Asuransi Meningkat

Senin, 29 Desember 2025 - 14:28 WIB
loading...
Bencana Hidrometeorologi...
Bencana hidrometeorologi melanda sejumlah daerah di Indonesia sepanjang 2025. Foto/SindoNews
A A A
SUMBAR - Cuaca ekstrem melanda Indonesia sepanjang 2025. Bencana hidrometeorologi seperti, banjir, gempa bumi, dan longsor yang berkaitan dengan perubahan cuaca dan iklim memicu meningkatnya klaim asuransi.

Direktur Teknik Operasi Indonesia Re Delil Khairat, mengungkapkan lonjakan kejadian bencana alam sepanjang 2025 merupakan kelanjutan dari tren yang telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir.

“Frekuensi dan severity bencana alam, terutama yang terkait iklim, meningkat secara konsisten dari tahun ke tahun. Sepanjang 2025 kita mencatat klaim besar mulai dari Jakarta dan sekitarnya pada Maret, kemudian Bali, dan puncaknya saat ini di wilayah Sumatera,” ujarnya, Senin (29/12/2025).

Baca juga: Ungkap Upaya Sabotase Jembatan Bailey di Lokasi Bencana Sumatera, KSAD: Ini Biadab!

Banjir besar yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dinilai memiliki skala klaim yang sangat signifikan. Namun demikian, proses penghitungan klaim tidak dapat dilakukan secara cepat karena masih terbatasnya akses di lapangan.

“Hambatan akses untuk melakukan verifikasi dan penilaian kerugian membuat proses klaim menjadi lebih kompleks. Bahkan hingga kini, tim klaim dan loss adjuster masih menghadapi kesulitan untuk turun langsung ke lokasi,” jelasnya.


Delil menambahkan, apabila besaran klaim nantinya tergolong sangat besar, maka penanganannya tidak hanya melibatkan perusahaan asuransi dan reasuransi dalam negeri, tetapi juga reasuransi luar negeri.

Baca juga: 15 Kolonel Pecah Bintang Jadi Brigjen TNI usai Dapat Promosi Jabatan pada Desember 2025, Ini Namanya

Hal ini terjadi karena struktur perlindungan risiko bencana umumnya melibatkan beberapa lapis kontrak, mulai dari polis asuransi antara perusahaan asuransi dan tertanggung, perjanjian reasuransi dengan reasuransi lokal, hingga retrocession dengan reasuransi global.

“Dengan skala seperti ini, risiko harus disebar secara internasional agar stabilitas industri tetap terjaga,” katanya.

Dari sisi lini bisnis, Delil memproyeksikan asuransi umum akan menjadi sektor yang paling terdampak akibat bencana banjir, dibandingkan asuransi jiwa. Hal ini terutama karena kerusakan fisik terhadap aset.

“Asuransi harta benda akan membawa dampak terbesar, mulai dari rumah tinggal, perkantoran, properti komersial, hingga aset industri. Selain itu, asuransi kendaraan bermotor juga akan mencatat peningkatan klaim yang signifikan,” ujarnya.

Sementara pada asuransi jiwa, klaim diperkirakan meningkat akibat korban meninggal dunia maupun biaya perawatan medis, meskipun nilainya relatif lebih kecil dibandingkan klaim kerusakan aset.

Peningkatan klaim bencana ini menjadi faktor penting dalam proses renewal treaty reasuransi. Indonesia Re menilai tren kenaikan klaim, khususnya akibat perubahan iklim, akan memengaruhi struktur perjanjian reasuransi ke depan, baik dari sisi pricing, retensi, maupun kapasitas.

Selain klaim bencana alam, Delil juga mencatat peningkatan klaim non-bencana sepanjang 2025, meskipun lebih bersifat klaim individual dengan nilai relatif kecil. Fenomena ini, turut dipengaruhi oleh penerapan PSAK 117, yang mendorong percepatan pengakuan premi dan klaim serta pengelolaan liabilitas yang lebih ketat.

“PSAK 117 memaksa industri memperbaiki proses bisnis agar siklus pengakuan premi dan klaim berjalan lebih cepat dan lebih disiplin. Ini juga berkontribusi pada meningkatnya visibilitas klaim sepanjang tahun 2025,” pungkas Delil.

Dengan dinamika tersebut, Indonesia Re menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat mitigasi risiko, menjaga ketahanan portofolio reasuransi, serta memastikan kesiapan menghadapi tren bencana yang kian kompleks di masa mendatang.
(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
NTB Krisis Air Bersih...
NTB Krisis Air Bersih Akibat Kemarau, 1.129 KK Terdampak
Deteksi Bibit Siklon...
Deteksi Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Imbau Masyarakat Waspada Gelombang Tinggi
Kekeringan Landa NTB...
Kekeringan Landa NTB dan Jawa Tengah, Ribuan Warga Terdampak
Gempa M4,9 Guncang Lampung,...
Gempa M4,9 Guncang Lampung, BMKG: Akibat Sesar Aktif
Gempa Magnitudo 5,6...
Gempa Magnitudo 5,6 Guncang Timur Laut Alor NTT
Kekeringan Meluas, BNPB...
Kekeringan Meluas, BNPB Laporkan Ribuan Warga Terdampak
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Rekomendasi
Brasil Dijagokan, Jepang...
Brasil Dijagokan, Jepang Siap Bikin Kejutan
5 Artis yang Ramaikan...
5 Artis yang Ramaikan HYROX Jakarta 2026, Luna Maya hingga Cinta Laura
Refly Harun Desak PN...
Refly Harun Desak PN Jakarta Timur Bolehkan Siaran Langsung Sidang Dokter Tifa
Berita Terkini
Kepala UPTD Diciptabintar...
Kepala UPTD Diciptabintar Pemkot Bandung Dorong Penegakan Aturan Pemanfaatan Ruang
JKF Fun Padel Competition...
JKF Fun Padel Competition 2026 Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Isak Tangis Keluarga...
Isak Tangis Keluarga Kecelakaan Maut di Bekasi Timur: Saya Nggak Kuat Anaknya Masih Kecil
Manfaat MBG Dirasakan...
Manfaat MBG Dirasakan Petani dan Pedagang di Pedesaan dan Daerah 3T
Jro Bima, Memperluas...
Jro Bima, Memperluas Pengabdian untuk Bali lewat Jalur Politik
Polisi Amankan Sopir...
Polisi Amankan Sopir Truk Kecelakaan Maut di Bekasi
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved