DPRD Kota Bogor Berkomitmen Layanan Kesehatan Masyarakat Lebih Prima
Senin, 29 Desember 2025 - 12:54 WIB
loading...
Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil (kiri) memastikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Bogor akan terus ditingkatkan. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BOGOR - Ketua DPRD Kota Bogor Adityawarman Adil memastikan pelayanan kesehatan untuk masyarakat Bogor akan terus ditingkatkan. Hal tersebut seiring dengan adanya Gedung UPTD Public Safety Center (PSC) Gesit 119. Peningkatan ini agar masyarakat Bogor mendapat layanan emergensi yang cepat, terpadu dan responsif.
Adityawarman menegaskan fasilitas baru ini merupakan bukti nyata bahwa kesehatan masyarakat akan terus menjadi prioritas bersama antara legislatif dan eksekutif. “Pusat layanan kegawatdaruratan terpadu seperti PSC 119 akan mempercepat pelayanan medis darurat dan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang memerlukan pertolongan cepat,” kata Adityawarman kepada wartawan, Minggu (28/12/2025). Baca juga: Kemenkes Ubah Sistem Rujukan ke Rumah Sakit dari Berjenjang Jadi Berbasis Kompetensi
Keberadaan PSC 119 melengkapi jaringan fasilitas kesehatan yang sudah ada di Kota Bogor. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Kota Bogor memiliki, 20 rumah sakit, 25 puskesmas, dan 38 klinik pratama tentu ini memenuhi rasio fasilitas kesehatan yang memadai untuk melayani warga termasuk peserta BPJS.
Selain itu, Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai lebih dari 101%, menunjukkan hampir seluruh warga Kota Bogor memiliki akses jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan . Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan hak atas kesehatan terpenuhi secara luas dan inklusif.
Diketahui, PSC 119 adalah fasilitas pelayanan medis darurat yang beroperasi 24 jam dan terintegrasi dengan sistem kesehatan serta command center kota, sehingga dapat merespons panggilan emergensi dengan cepat. Gedung UPTD PSC Gesit 119 dibangun di atas komitmen Pemkot Bogor untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan misalnya pertolongan pertama, ambulans, rujukan, dan koordinasi medis secara profesional.
Adityawarman mendukung penuh terhadap inovasi layanan kesehatan ini dan mendorong agar pelayanan emergensi tidak hanya berhenti pada fasilitas. Namun juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia medis dan kesiapan operasional.
DPRD Kota Bogor akan terus bersinergi dengan Pemkot Bogor untuk memastikan setiap program kesehatan berjalan efektif dan tepat sasaran. “DPRD Kota Bogor 100 persen mendukung segala usaha Pemkot Bogor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Inovasi seperti PSC 119 adalah bagian dari upaya strategis tersebut,” tegasnya. Baca juga: Adityawarman Hadiri Peresmian Gedung Pusat Kegawatdaruratan Kota Bogor
Terakhir Adityawarman berharap agar kolaborasi berkelanjutan antara legislatif dan eksekutif terus memperkuat inovasi layanan kesehatan, memperluas akses fasilitas, dan memperhatikan data serta evaluasi yang akurat untuk kebutuhan masyarakat. “Semoga kita semua diberi kesehatan dan kekuatan dalam mewujudkan Kota Bogor maju, nyaman, dan sejahtera,” tandas legislator dari Partai Keadilan Sejahtera ini.
Adityawarman menegaskan fasilitas baru ini merupakan bukti nyata bahwa kesehatan masyarakat akan terus menjadi prioritas bersama antara legislatif dan eksekutif. “Pusat layanan kegawatdaruratan terpadu seperti PSC 119 akan mempercepat pelayanan medis darurat dan menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat yang memerlukan pertolongan cepat,” kata Adityawarman kepada wartawan, Minggu (28/12/2025). Baca juga: Kemenkes Ubah Sistem Rujukan ke Rumah Sakit dari Berjenjang Jadi Berbasis Kompetensi
Keberadaan PSC 119 melengkapi jaringan fasilitas kesehatan yang sudah ada di Kota Bogor. Berdasarkan data Dinas Kesehatan, Kota Bogor memiliki, 20 rumah sakit, 25 puskesmas, dan 38 klinik pratama tentu ini memenuhi rasio fasilitas kesehatan yang memadai untuk melayani warga termasuk peserta BPJS.
Selain itu, Universal Health Coverage (UHC) telah mencapai lebih dari 101%, menunjukkan hampir seluruh warga Kota Bogor memiliki akses jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan . Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memastikan hak atas kesehatan terpenuhi secara luas dan inklusif.
Diketahui, PSC 119 adalah fasilitas pelayanan medis darurat yang beroperasi 24 jam dan terintegrasi dengan sistem kesehatan serta command center kota, sehingga dapat merespons panggilan emergensi dengan cepat. Gedung UPTD PSC Gesit 119 dibangun di atas komitmen Pemkot Bogor untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan misalnya pertolongan pertama, ambulans, rujukan, dan koordinasi medis secara profesional.
Adityawarman mendukung penuh terhadap inovasi layanan kesehatan ini dan mendorong agar pelayanan emergensi tidak hanya berhenti pada fasilitas. Namun juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia medis dan kesiapan operasional.
DPRD Kota Bogor akan terus bersinergi dengan Pemkot Bogor untuk memastikan setiap program kesehatan berjalan efektif dan tepat sasaran. “DPRD Kota Bogor 100 persen mendukung segala usaha Pemkot Bogor dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Inovasi seperti PSC 119 adalah bagian dari upaya strategis tersebut,” tegasnya. Baca juga: Adityawarman Hadiri Peresmian Gedung Pusat Kegawatdaruratan Kota Bogor
Terakhir Adityawarman berharap agar kolaborasi berkelanjutan antara legislatif dan eksekutif terus memperkuat inovasi layanan kesehatan, memperluas akses fasilitas, dan memperhatikan data serta evaluasi yang akurat untuk kebutuhan masyarakat. “Semoga kita semua diberi kesehatan dan kekuatan dalam mewujudkan Kota Bogor maju, nyaman, dan sejahtera,” tandas legislator dari Partai Keadilan Sejahtera ini.
(poe)
Lihat Juga :