Percepat Distribusi Logistik, Polri Fokus Penyediaan Alat Berat di Tapteng
Minggu, 28 Desember 2025 - 09:06 WIB
loading...
Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo blusukan ke Kabupaten Tapanuli Tengah untuk memastikan distibusi logistik, alat berat termasuk kendaraan operasional tepat sasaran. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
TAPANULI TENGAH - Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo blusukan ke sejumlah wilayah terdampak bencana alam . Setelah ke Aceh Tamiang dan Aceh Utara, dia ke Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumut. Dedi berkeliling untuk memastikan distibusi logistik, alat berat termasuk kendaraan operasional tepat sasaran untuk pemulihan sekaligus percepatan penanganan bencana.
"Fokus utama kami adalah penyediaan alat berat untuk mempercepat pembukaan akses. Jika akses dapat segera dibuka, maka jalur logistik akan semakin lancar. Dari hasil peninjauan, Tapanuli Tengah merupakan wilayah yang terdampak cukup berat," katanya, Sabtu (27/12/2025). Baca juga: 16.467 Guru dan Tendik Terdampak Bencana dapat Tunjangan Khusus, Ini Rinciannya
Bantuan tersebut meliputi penyaluran sembako untuk lima kecamatan, penyediaan air bersih , serta bantuan untuk tempat-tempat ibadah, baik masjid maupun gereja. Untuk air bersih, saat ini telah disiapkan sebanyak 15 titik, baik di lokasi pengungsian, tempat ibadah, maupun perkantoran. Air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah ini, sehingga bantuan tersebut akan terus kami tingkatkan.
Dedi mendapat laporan bahwa banyak kendaraan operasional Bhabinkamtibmas yang sudah tidak dapat dioperasionalkan akibat bencana. Selain itu, kendaraan roda empat yang masih bisa digunakan hanya empat unit. Karena itu, diperlukan penambahan kendaraan, baik kendaraan operasional Bhabinkamtibmas maupun kendaraan double cabin, mengingat masih terdapat enam dusun yang benar-benar terisolir.
"Akses ke enam dusun tersebut saat ini hanya dapat dilalui menggunakan kendaraan trail. Sebelumnya distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara, namun kini akses darat sudah mulai bisa dimasuki, bahkan suplai logistik juga mulai dilakukan dengan berjalan kaki," ungkapnya.
Terkait alat berat, kata dia, saat ini tersedia lima unit ekskavator yang digunakan untuk membuka akses. Dengan bantuan stakeholder lain, jembatan-jembatan yang rusak sudah mulai diperbaiki sehingga akses semakin lancar.
"Fokus bantuan tetap diarahkan ke lima kecamatan karena wilayah terdampak di Tapanuli Tengah cukup luas. Jumlah wilayah terdampak dan korban juga cukup banyak," tuturnya. Baca juga: Percepatan Penanganan Bencana Sumatera, Polri Perbanyak Alat Berat dan Kebutuhan Dasar
Untuk penambahan personel di lokasi bencana, saat ini terdapat sekitar 150 personel dari Satuan Brimob yang dinilai cukup. Namun demikian, Mabes Polri telah menyiapkan total 1.500 personel. Sebelumnya, 500 personel telah dikirim ke Aceh Tamiang dan Aceh Utara, serta tambahan personel juga dikirim ke Aceh Tengah.
Apabila jumlah personel yang ada dirasa masih kurang, maka akan dilakukan penambahan. Tujuannya agar penguatan dan penebalan guna mempercepat proses normalisasi pascabencana.
"Fokus utama kami adalah penyediaan alat berat untuk mempercepat pembukaan akses. Jika akses dapat segera dibuka, maka jalur logistik akan semakin lancar. Dari hasil peninjauan, Tapanuli Tengah merupakan wilayah yang terdampak cukup berat," katanya, Sabtu (27/12/2025). Baca juga: 16.467 Guru dan Tendik Terdampak Bencana dapat Tunjangan Khusus, Ini Rinciannya
Bantuan tersebut meliputi penyaluran sembako untuk lima kecamatan, penyediaan air bersih , serta bantuan untuk tempat-tempat ibadah, baik masjid maupun gereja. Untuk air bersih, saat ini telah disiapkan sebanyak 15 titik, baik di lokasi pengungsian, tempat ibadah, maupun perkantoran. Air bersih sangat dibutuhkan oleh masyarakat di wilayah ini, sehingga bantuan tersebut akan terus kami tingkatkan.
Dedi mendapat laporan bahwa banyak kendaraan operasional Bhabinkamtibmas yang sudah tidak dapat dioperasionalkan akibat bencana. Selain itu, kendaraan roda empat yang masih bisa digunakan hanya empat unit. Karena itu, diperlukan penambahan kendaraan, baik kendaraan operasional Bhabinkamtibmas maupun kendaraan double cabin, mengingat masih terdapat enam dusun yang benar-benar terisolir.
"Akses ke enam dusun tersebut saat ini hanya dapat dilalui menggunakan kendaraan trail. Sebelumnya distribusi bantuan dilakukan melalui jalur udara, namun kini akses darat sudah mulai bisa dimasuki, bahkan suplai logistik juga mulai dilakukan dengan berjalan kaki," ungkapnya.
Terkait alat berat, kata dia, saat ini tersedia lima unit ekskavator yang digunakan untuk membuka akses. Dengan bantuan stakeholder lain, jembatan-jembatan yang rusak sudah mulai diperbaiki sehingga akses semakin lancar.
"Fokus bantuan tetap diarahkan ke lima kecamatan karena wilayah terdampak di Tapanuli Tengah cukup luas. Jumlah wilayah terdampak dan korban juga cukup banyak," tuturnya. Baca juga: Percepatan Penanganan Bencana Sumatera, Polri Perbanyak Alat Berat dan Kebutuhan Dasar
Untuk penambahan personel di lokasi bencana, saat ini terdapat sekitar 150 personel dari Satuan Brimob yang dinilai cukup. Namun demikian, Mabes Polri telah menyiapkan total 1.500 personel. Sebelumnya, 500 personel telah dikirim ke Aceh Tamiang dan Aceh Utara, serta tambahan personel juga dikirim ke Aceh Tengah.
Apabila jumlah personel yang ada dirasa masih kurang, maka akan dilakukan penambahan. Tujuannya agar penguatan dan penebalan guna mempercepat proses normalisasi pascabencana.
(poe)
Lihat Juga :