PosIND Salurkan BLTS Kesra di Kawasan Terdampak Bencana Sumatera
Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:41 WIB
loading...
Warga di antara reruntuhan rumah usai banjir dan longsor di Kecamatan Malalak, di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penyaluran BLTS Kesra di wilayah ini berlangsung dalam situasi yang tidak biasa. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
AGAM - Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat berlangsung dalam situasi yang tidak biasa. Sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Malalak, baru saja terdampak bencana banjir dan longsor.
Jalan terputus tak lagi bisa dilewati, jembatan rusak bahkan lenyap diterjang banjir, dan yang pasti banjir dan longsor yang melanda kawasan ini memutus akses antar nagari dan warga di dalamnya. Aktivitas pertanian sangat terganggu, serta menekan ekonomi keluarga yang sebagian besar bergantung pada hasil sawah dan ladang. Sebagian warga kehilangan penghasilan karena sawah dan ladang tak lagi bisa digarap, sementara kebutuhan hidup sehari-hari tetap berjalan. Baca juga: Korban Bencana Sumatera Tembus 1.138 Orang Tewas, 163 Masih Hilang
Dalam kondisi tersebut, Pos Indonesia tetap menjalankan tugasnya sebagai pelaksana penyaluran BLTS Kesra. Sekaligus ikut terlibat dalam distribusi bantuan logistik kebencanaan yang dikirimkan dari berbagai daerah.
Penyaluran bantuan tunai dari pemerintah dan distribusi bantuan darurat berjalan beriringan, menandai hadirnya negara melalui dua jalur sekaligus: perlindungan sosial dan tanggap darurat bencana. Keduanya berjalan bersamaan, menyentuh warga di waktu yang sama.
Bagi warga terdampak, BLTS Kesra bukan sekadar bantuan uang. Ia hadir sebagai penyangga sementara di tengah ketidakpastian, sementara bantuan logistik menjawab kebutuhan paling mendesak. Di lapangan, mandat kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi kerja nyata oleh petugas Pos Indonesia yang tetap bergerak, bahkan ketika akses jalan rusak dan medan sulit ditempuh.
Warga di daerah Agam sebagian besar bekerja sebagai petani di sawang dan ladang. Bagi Erianis, petani di Malalak, dampak bencana terasa sangat nyata.
Sawah yang biasa menjadi sumber penghidupan kini sulit dijangkau. Aktivitas bertani terhenti, sementara kebutuhan rumah tangga tetap berjalan. BLTS Kesra sebesar Rp900.000 yang diterimanya digunakan untuk kebutuhan anak dan keluarga. “Bermanfaat sekali,” katanya, Sabtu (27/12/2025).
Dalam situasi darurat, uang tunai memberi fleksibilitas, warga bisa menentukan sendiri prioritas paling mendesak. Cerita serupa datang dari Epizar, buruh tani di Malalak Barat. Longsor memutus jalan utama, membuatnya kesulitan bekerja. “Jalan terputus, jadi kerja ya terhambat,” ujarnya.
Bagi warga lanjut usia, bencana menghadirkan kerentanan berlapis Bagi Rosni (71), seorang petani lansia di Malalak, bantuan tunai yang diterimanya datang di saat hari-hari awal pascabencana terasa paling berat..
Rosni mengaku rumahnya selamat tidak roboh, namun akses jalan rusak membuat aktivitas harian terganggu.
“Bantuan uang ini untuk kebutuhan hari-hari yang awal-awal,” ujarnya saat menerima BLTS Kesra Rp900.000.
Dampak bencana juga dirasakan kuat oleh perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Irma Putri, warga Malalak Barat, kehilangan stabilitas penghasilan setelah sawah terdampak dan usaha jualan sate sepi pembeli.
BLTS Kesra ia gunakan untuk kebutuhan anak sekolah dan modal kecil. Harapannya sederhana: ekonomi kembali pulih. “Semoga ekonomi kembali seperti dulu,” ujarnya.
Executive Manager (EM) Kantor Cabang Bukittinggi, Robby Riyanto menjelaskan, untuk wilayah terdampak bencana, Pos Indonesia menyesuaikan skema penyaluran. Mereka lebih banyak melakukan penyaluran door to door dan berbasis komunitas. Baca juga: PosIND Salurkan BLTS Kesra di Padang, Menjangkau hingga ke Pelosok
Koordinasi dilakukan dengan nagari untuk menentukan titik lokasi penerima. Kendala utama, menurut Robby, adalah akses jalan. Meski demikian, Pos Indonesia menargetkan kinerja penyaluran mendekati 100 persen. “Prinsip kami mempermudah masyarakat mendapatkan bantuan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Robert Chaniago, Branch Manager KCP Bukittinggi Pasar Atas. Di Kecamatan Malalak, penyaluran BLTS Kesra dilakukan di kantor wali nagari karena jalur transportasi rusak. “Karena banyak jalan putus atau ambles, penyaluran kami lakukan di kantor wali nagari yang mudah diakses,” ujarnya.
Jalan terputus tak lagi bisa dilewati, jembatan rusak bahkan lenyap diterjang banjir, dan yang pasti banjir dan longsor yang melanda kawasan ini memutus akses antar nagari dan warga di dalamnya. Aktivitas pertanian sangat terganggu, serta menekan ekonomi keluarga yang sebagian besar bergantung pada hasil sawah dan ladang. Sebagian warga kehilangan penghasilan karena sawah dan ladang tak lagi bisa digarap, sementara kebutuhan hidup sehari-hari tetap berjalan. Baca juga: Korban Bencana Sumatera Tembus 1.138 Orang Tewas, 163 Masih Hilang
Dalam kondisi tersebut, Pos Indonesia tetap menjalankan tugasnya sebagai pelaksana penyaluran BLTS Kesra. Sekaligus ikut terlibat dalam distribusi bantuan logistik kebencanaan yang dikirimkan dari berbagai daerah.
Penyaluran bantuan tunai dari pemerintah dan distribusi bantuan darurat berjalan beriringan, menandai hadirnya negara melalui dua jalur sekaligus: perlindungan sosial dan tanggap darurat bencana. Keduanya berjalan bersamaan, menyentuh warga di waktu yang sama.
Bagi warga terdampak, BLTS Kesra bukan sekadar bantuan uang. Ia hadir sebagai penyangga sementara di tengah ketidakpastian, sementara bantuan logistik menjawab kebutuhan paling mendesak. Di lapangan, mandat kebijakan pemerintah diterjemahkan menjadi kerja nyata oleh petugas Pos Indonesia yang tetap bergerak, bahkan ketika akses jalan rusak dan medan sulit ditempuh.
Warga di daerah Agam sebagian besar bekerja sebagai petani di sawang dan ladang. Bagi Erianis, petani di Malalak, dampak bencana terasa sangat nyata.
Sawah yang biasa menjadi sumber penghidupan kini sulit dijangkau. Aktivitas bertani terhenti, sementara kebutuhan rumah tangga tetap berjalan. BLTS Kesra sebesar Rp900.000 yang diterimanya digunakan untuk kebutuhan anak dan keluarga. “Bermanfaat sekali,” katanya, Sabtu (27/12/2025).
Dalam situasi darurat, uang tunai memberi fleksibilitas, warga bisa menentukan sendiri prioritas paling mendesak. Cerita serupa datang dari Epizar, buruh tani di Malalak Barat. Longsor memutus jalan utama, membuatnya kesulitan bekerja. “Jalan terputus, jadi kerja ya terhambat,” ujarnya.
Bagi warga lanjut usia, bencana menghadirkan kerentanan berlapis Bagi Rosni (71), seorang petani lansia di Malalak, bantuan tunai yang diterimanya datang di saat hari-hari awal pascabencana terasa paling berat..
Rosni mengaku rumahnya selamat tidak roboh, namun akses jalan rusak membuat aktivitas harian terganggu.
“Bantuan uang ini untuk kebutuhan hari-hari yang awal-awal,” ujarnya saat menerima BLTS Kesra Rp900.000.
Dampak bencana juga dirasakan kuat oleh perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Irma Putri, warga Malalak Barat, kehilangan stabilitas penghasilan setelah sawah terdampak dan usaha jualan sate sepi pembeli.
BLTS Kesra ia gunakan untuk kebutuhan anak sekolah dan modal kecil. Harapannya sederhana: ekonomi kembali pulih. “Semoga ekonomi kembali seperti dulu,” ujarnya.
Executive Manager (EM) Kantor Cabang Bukittinggi, Robby Riyanto menjelaskan, untuk wilayah terdampak bencana, Pos Indonesia menyesuaikan skema penyaluran. Mereka lebih banyak melakukan penyaluran door to door dan berbasis komunitas. Baca juga: PosIND Salurkan BLTS Kesra di Padang, Menjangkau hingga ke Pelosok
Koordinasi dilakukan dengan nagari untuk menentukan titik lokasi penerima. Kendala utama, menurut Robby, adalah akses jalan. Meski demikian, Pos Indonesia menargetkan kinerja penyaluran mendekati 100 persen. “Prinsip kami mempermudah masyarakat mendapatkan bantuan,” tegasnya.
Hal senada disampaikan Robert Chaniago, Branch Manager KCP Bukittinggi Pasar Atas. Di Kecamatan Malalak, penyaluran BLTS Kesra dilakukan di kantor wali nagari karena jalur transportasi rusak. “Karena banyak jalan putus atau ambles, penyaluran kami lakukan di kantor wali nagari yang mudah diakses,” ujarnya.
(poe)
Lihat Juga :