PosIND Salurkan BLTS Kesra di Kawasan Terdampak Bencana Sumatera
Sabtu, 27 Desember 2025 - 20:41 WIB
loading...
A
A
A
Warga di daerah Agam sebagian besar bekerja sebagai petani di sawang dan ladang. Bagi Erianis, petani di Malalak, dampak bencana terasa sangat nyata.
Sawah yang biasa menjadi sumber penghidupan kini sulit dijangkau. Aktivitas bertani terhenti, sementara kebutuhan rumah tangga tetap berjalan. BLTS Kesra sebesar Rp900.000 yang diterimanya digunakan untuk kebutuhan anak dan keluarga. “Bermanfaat sekali,” katanya, Sabtu (27/12/2025).
Dalam situasi darurat, uang tunai memberi fleksibilitas, warga bisa menentukan sendiri prioritas paling mendesak. Cerita serupa datang dari Epizar, buruh tani di Malalak Barat. Longsor memutus jalan utama, membuatnya kesulitan bekerja. “Jalan terputus, jadi kerja ya terhambat,” ujarnya.
Bagi warga lanjut usia, bencana menghadirkan kerentanan berlapis Bagi Rosni (71), seorang petani lansia di Malalak, bantuan tunai yang diterimanya datang di saat hari-hari awal pascabencana terasa paling berat..
Rosni mengaku rumahnya selamat tidak roboh, namun akses jalan rusak membuat aktivitas harian terganggu.
“Bantuan uang ini untuk kebutuhan hari-hari yang awal-awal,” ujarnya saat menerima BLTS Kesra Rp900.000.
Dampak bencana juga dirasakan kuat oleh perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Irma Putri, warga Malalak Barat, kehilangan stabilitas penghasilan setelah sawah terdampak dan usaha jualan sate sepi pembeli.
Sawah yang biasa menjadi sumber penghidupan kini sulit dijangkau. Aktivitas bertani terhenti, sementara kebutuhan rumah tangga tetap berjalan. BLTS Kesra sebesar Rp900.000 yang diterimanya digunakan untuk kebutuhan anak dan keluarga. “Bermanfaat sekali,” katanya, Sabtu (27/12/2025).
Dalam situasi darurat, uang tunai memberi fleksibilitas, warga bisa menentukan sendiri prioritas paling mendesak. Cerita serupa datang dari Epizar, buruh tani di Malalak Barat. Longsor memutus jalan utama, membuatnya kesulitan bekerja. “Jalan terputus, jadi kerja ya terhambat,” ujarnya.
Bagi warga lanjut usia, bencana menghadirkan kerentanan berlapis Bagi Rosni (71), seorang petani lansia di Malalak, bantuan tunai yang diterimanya datang di saat hari-hari awal pascabencana terasa paling berat..
Rosni mengaku rumahnya selamat tidak roboh, namun akses jalan rusak membuat aktivitas harian terganggu.
“Bantuan uang ini untuk kebutuhan hari-hari yang awal-awal,” ujarnya saat menerima BLTS Kesra Rp900.000.
Dampak bencana juga dirasakan kuat oleh perempuan yang menjadi tulang punggung keluarga. Irma Putri, warga Malalak Barat, kehilangan stabilitas penghasilan setelah sawah terdampak dan usaha jualan sate sepi pembeli.
Lihat Juga :