Unhan Bersama TNI Pasang Mesin Penjernih Air di Lokasi Bencana Sumatera
Sabtu, 27 Desember 2025 - 17:03 WIB
loading...
Unhan dan TNI terus membantu korban bencana alam di Sumatera. Salah satunya dengan memasang mesin penjernih air di Desa Batu Hula, Batangtoru, Tapanuli Selatan. Foto/Ist
A
A
A
TAPANULI SELATAN - Kementerian Pertahanan (Kemhan) terus membantu korban bencana alam banjir bandang dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Salah satunya dengan pemasangan mesin penjernih air di Desa Batu Hula, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, yang menjadi titik pengungsian korban banjir.
Universitas Pertahanan (Unhan) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) membentuk Satuan Tugas Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air. Tim ini bertugas menghadirkan solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Baca juga: Update Jumlah Korban Bencana Sumatera: 1.137 Orang Meninggal, 163 Hilang
Kadet Program Studi Teknik Sipil FTTP Unhan, Sersan Mayor Dua Kadet Ronald Marcus Sihite, menjelaskan sistem penjernihan air dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan. Teknologi yang digunakan memanfaatkan fiber reinforced plastic (FRP) sebagai tabung filtrasi utama.
“Di dalam sistem FRP terdapat beberapa lapisan media penyaring, manganese ferrolit dan manganese zeolit untuk mengurangi kandungan logam dan kekeruhan, karbon aktif untuk menyerap bau, warna, serta zat pencemar organik, dan silika untuk memperhalus hasil penyaringan,” jelas Marcus, Sabtu (27/12/2025).
Air hasil filtrasi kemudian diproses lebih lanjut dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro. Tahap akhir dilakukan dengan penyinaran ultraviolet (UV) yang berfungsi membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya sehingga air aman untuk dikonsumsi.
Baca juga: Muhammad Iqbal: Pemerintah Harus Mengevaluasi Diri, Tim Medianya Kenapa Kalah Sama Influencer
Marcus menambahkan, keunggulan utama teknologi ini terletak pada efisiensi biaya dan kapasitas produksi yang tinggi. Sistem mampu menghasilkan lebih dari 20.000 liter air bersih per hari serta 4.000–5.000 liter air layak konsumsi per hari, dengan kualitas yang baik dan debit besar.
Kepala Desa Batu Hula menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Kementerian Pertahanan dan TNI. “Terima kasih telah memberikan fasilitas mesin penjernih air. Sudah berfungsi dan bisa langsung diminum. Ini sangat bermanfaat bagi kami para pengungsi, sebanyak 1.700 jiwa yang ada di desa kami,” ujarnya.
Universitas Pertahanan (Unhan) RI bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) membentuk Satuan Tugas Pengembangan dan Penerapan Teknologi Penjernihan Air. Tim ini bertugas menghadirkan solusi penyediaan air bersih bagi masyarakat terdampak.
Baca juga: Update Jumlah Korban Bencana Sumatera: 1.137 Orang Meninggal, 163 Hilang
Kadet Program Studi Teknik Sipil FTTP Unhan, Sersan Mayor Dua Kadet Ronald Marcus Sihite, menjelaskan sistem penjernihan air dirancang agar mudah dioperasikan di lapangan. Teknologi yang digunakan memanfaatkan fiber reinforced plastic (FRP) sebagai tabung filtrasi utama.
“Di dalam sistem FRP terdapat beberapa lapisan media penyaring, manganese ferrolit dan manganese zeolit untuk mengurangi kandungan logam dan kekeruhan, karbon aktif untuk menyerap bau, warna, serta zat pencemar organik, dan silika untuk memperhalus hasil penyaringan,” jelas Marcus, Sabtu (27/12/2025).
Air hasil filtrasi kemudian diproses lebih lanjut dengan teknologi Reverse Osmosis (RO) untuk menyaring partikel berukuran sangat kecil, termasuk garam terlarut dan kontaminan mikro. Tahap akhir dilakukan dengan penyinaran ultraviolet (UV) yang berfungsi membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme berbahaya sehingga air aman untuk dikonsumsi.
Baca juga: Muhammad Iqbal: Pemerintah Harus Mengevaluasi Diri, Tim Medianya Kenapa Kalah Sama Influencer
Marcus menambahkan, keunggulan utama teknologi ini terletak pada efisiensi biaya dan kapasitas produksi yang tinggi. Sistem mampu menghasilkan lebih dari 20.000 liter air bersih per hari serta 4.000–5.000 liter air layak konsumsi per hari, dengan kualitas yang baik dan debit besar.
Kepala Desa Batu Hula menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan Kementerian Pertahanan dan TNI. “Terima kasih telah memberikan fasilitas mesin penjernih air. Sudah berfungsi dan bisa langsung diminum. Ini sangat bermanfaat bagi kami para pengungsi, sebanyak 1.700 jiwa yang ada di desa kami,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :