PosIND Salurkan BLTS Kesra di Padang, Menjangkau hingga ke Pelosok
Jum'at, 26 Desember 2025 - 22:09 WIB
loading...
Pos Indonesia (PosIND) sebagai perpanjangan tangan negara menyalurkan BLTS Kesra di Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
PADANG - Pagi itu, halaman Kantorpos Padang tidak terlalu riuh. Tidak ada antrean panjang atau hiruk-pikuk yang kerap menyertai penyaluran bantuan sosial. Namun justru di sanalah, denyut pelayanan negara bekerja dengan cara yang lebih senyap, mendatangi warga satu per satu, hingga ke rumah mereka yang terkendala fisik ataupun akses.
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) di Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat kembali memperlihatkan peran penting Pos Indonesia atau PosIND sebagai perpanjangan tangan negara. Bukan hanya sebagai titik pencairan, tetapi juga sebagai pengantar bantuan—secara langsung—kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang sakit, lanjut usia, atau memiliki keterbatasan fisik. Baca juga: Seskab dan Mensos Bahas BLT hingga Santunan Korban Bencana Sumatera, Ini Besarannya
“Untuk Sumatera Barat, total penerima BLTS Kesra ada sekitar 245.000 orang, tersebar di sembilan kantor—delapan Kantor Cabang dan satu Kantor Cabang Utama (KCU) Padang. Khusus di Padang sendiri jumlahnya sekitar 34 ribu penerima,” kata Executive General Manager (EGM) Kantorpos KCU Padang Giri Andika.
Secara nasional, BLTS Kesra merupakan program pemerintah yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial. Dirancang sebagai bantuan tunai sementara untuk menjaga daya beli keluarga rentan, terutama di tengah tekanan ekonomi, kenaikan kebutuhan pokok, dan situasi darurat sosial.
Bantuan ini diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp900.000 per KPM, disalurkan tanpa potongan, dan bersifat sementara, dengan sasaran utama, pertama, keluarga miskin dan rentan miskin. Kedua, lansia tidak produktif. Ketiga, keluarga dengan anggota sakit menahun atau disabilitas. Keempat, KPM yang belum atau tidak terjangkau program bantuan reguler lainnya.
Penetapan KPM dilakukan berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang diperbarui dan diverifikasi bersama pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan dan desa. “Sebagian besar penerima BLTS Kesra ini adalah data baru, artinya banyak yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan,” lanjutnya.
Menurut Giri, proses penyaluran BLTS Kesra di Kantorpos Padang dimulai jauh sebelum hari pencairan. Data penerima diterima dari pemerintah pusat, kemudian diverifikasi dan diturunkan dalam bentuk daftar nominatif serta Surat Pemberitahuan (SP). Surat ini disalurkan melalui kelurahan dan desa agar benar-benar sampai ke tangan penerima.
“Setelah itu kami menyusun jadwal penyaluran. Biasanya penyaluran utama berlangsung sekitar tujuh sampai sepuluh hari. Metodenya ada tiga yakni penyaluran di komunitas seperti kantor kecamatan atau desa, penyaluran di kantor pos, dan door to door,” tuturnya.
Layanan antar ke rumah ini diprioritaskan bagi KPM yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk datang sendiri. Bagi Pos Indonesia, pendekatan tersebut bukan sekadar alternatif teknis, melainkan bentuk tanggung jawab pelayanan. “Pos itu punya kelebihan. Kami bisa datang langsung ke rumah penerima. Tidak harus orangnya datang ke kantor. Ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Bagi Mainar, perempuan berusia 70 tahun yang tinggal di kawasan Tanjung Sabar, bantuan itu bukan sekadar angka. Ia mengaku mengetahui kabar bantuan dari lingkungan sekitar, lalu dibantu keluarga untuk proses pencairannya. “Dapat bantuannya Rp900.000. Sangat bermanfaat sekali. Untuk makan sehari-hari,” ujarnya lirih namun mantap. Baca juga: Penerima BLT Kesra di Batam Naik 3 Kali Lipat, Penyaluran Terus Berlanjut
Mainar menghabiskan hari-harinya di rumah. Ia sudah tidak lagi bekerja. Bantuan BLTS Kesra menjadi penopang di tengah kebutuhan yang terus berjalan. Pelayanan di Kantorpos Padang, menurutnya, berjalan cepat dan sederhana. “Pelayanannya bagus. Cepat, tidak ribet, cuma pakai KTP,” katanya.
Cerita serupa datang dari Marwan, warga Tabing, Padang. Ia menerima BLTS Kesra dengan nominal yang sama, yaitu sekitar Rp900.000 namun memiliki rencana berbeda untuk pemanfaatannya. “Saya gunakan untuk modal usaha,” katanya singkat.
Selain BLTS Kesra, PosIND di Sumatera Barat juga menjalankan fungsi sosial lain, termasuk penyaluran bantuan bagi korban bencana di wilayah Agam dan Padang Pariaman. Bantuan logistik yang dihimpun dari berbagai daerah di Indonesia disalurkan melalui koordinasi dengan BPBD setempat.
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sementara Kesejahteraan Rakyat (BLTS Kesra) di Kota Padang dan sejumlah wilayah Sumatera Barat kembali memperlihatkan peran penting Pos Indonesia atau PosIND sebagai perpanjangan tangan negara. Bukan hanya sebagai titik pencairan, tetapi juga sebagai pengantar bantuan—secara langsung—kepada keluarga penerima manfaat (KPM) yang sakit, lanjut usia, atau memiliki keterbatasan fisik. Baca juga: Seskab dan Mensos Bahas BLT hingga Santunan Korban Bencana Sumatera, Ini Besarannya
“Untuk Sumatera Barat, total penerima BLTS Kesra ada sekitar 245.000 orang, tersebar di sembilan kantor—delapan Kantor Cabang dan satu Kantor Cabang Utama (KCU) Padang. Khusus di Padang sendiri jumlahnya sekitar 34 ribu penerima,” kata Executive General Manager (EGM) Kantorpos KCU Padang Giri Andika.
Secara nasional, BLTS Kesra merupakan program pemerintah yang berada di bawah koordinasi Kementerian Sosial. Dirancang sebagai bantuan tunai sementara untuk menjaga daya beli keluarga rentan, terutama di tengah tekanan ekonomi, kenaikan kebutuhan pokok, dan situasi darurat sosial.
Bantuan ini diberikan dalam bentuk uang tunai sebesar Rp900.000 per KPM, disalurkan tanpa potongan, dan bersifat sementara, dengan sasaran utama, pertama, keluarga miskin dan rentan miskin. Kedua, lansia tidak produktif. Ketiga, keluarga dengan anggota sakit menahun atau disabilitas. Keempat, KPM yang belum atau tidak terjangkau program bantuan reguler lainnya.
Penetapan KPM dilakukan berbasis Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), yang diperbarui dan diverifikasi bersama pemerintah daerah hingga tingkat kelurahan dan desa. “Sebagian besar penerima BLTS Kesra ini adalah data baru, artinya banyak yang sebelumnya belum pernah menerima bantuan,” lanjutnya.
Menurut Giri, proses penyaluran BLTS Kesra di Kantorpos Padang dimulai jauh sebelum hari pencairan. Data penerima diterima dari pemerintah pusat, kemudian diverifikasi dan diturunkan dalam bentuk daftar nominatif serta Surat Pemberitahuan (SP). Surat ini disalurkan melalui kelurahan dan desa agar benar-benar sampai ke tangan penerima.
“Setelah itu kami menyusun jadwal penyaluran. Biasanya penyaluran utama berlangsung sekitar tujuh sampai sepuluh hari. Metodenya ada tiga yakni penyaluran di komunitas seperti kantor kecamatan atau desa, penyaluran di kantor pos, dan door to door,” tuturnya.
Layanan antar ke rumah ini diprioritaskan bagi KPM yang kondisi kesehatannya tidak memungkinkan untuk datang sendiri. Bagi Pos Indonesia, pendekatan tersebut bukan sekadar alternatif teknis, melainkan bentuk tanggung jawab pelayanan. “Pos itu punya kelebihan. Kami bisa datang langsung ke rumah penerima. Tidak harus orangnya datang ke kantor. Ini sangat membantu masyarakat,” ujarnya.
Bagi Mainar, perempuan berusia 70 tahun yang tinggal di kawasan Tanjung Sabar, bantuan itu bukan sekadar angka. Ia mengaku mengetahui kabar bantuan dari lingkungan sekitar, lalu dibantu keluarga untuk proses pencairannya. “Dapat bantuannya Rp900.000. Sangat bermanfaat sekali. Untuk makan sehari-hari,” ujarnya lirih namun mantap. Baca juga: Penerima BLT Kesra di Batam Naik 3 Kali Lipat, Penyaluran Terus Berlanjut
Mainar menghabiskan hari-harinya di rumah. Ia sudah tidak lagi bekerja. Bantuan BLTS Kesra menjadi penopang di tengah kebutuhan yang terus berjalan. Pelayanan di Kantorpos Padang, menurutnya, berjalan cepat dan sederhana. “Pelayanannya bagus. Cepat, tidak ribet, cuma pakai KTP,” katanya.
Cerita serupa datang dari Marwan, warga Tabing, Padang. Ia menerima BLTS Kesra dengan nominal yang sama, yaitu sekitar Rp900.000 namun memiliki rencana berbeda untuk pemanfaatannya. “Saya gunakan untuk modal usaha,” katanya singkat.
Selain BLTS Kesra, PosIND di Sumatera Barat juga menjalankan fungsi sosial lain, termasuk penyaluran bantuan bagi korban bencana di wilayah Agam dan Padang Pariaman. Bantuan logistik yang dihimpun dari berbagai daerah di Indonesia disalurkan melalui koordinasi dengan BPBD setempat.
(poe)
Lihat Juga :