Peduli Lingkungan dan Cegah Abrasi, Ratusan Mangrove Ditanam di Muara Gembong
Rabu, 24 Desember 2025 - 19:47 WIB
loading...
Sedikitnya 250 pohon mangrove ditanam di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Langkah ini sebagai komitmen Aksesmu dalam menjaga lingkungan. Foto: Ist
A
A
A
BEKASI - Sedikitnya 250 pohon mangrove ditanam di kawasan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi. Langkah ini sebagai komitmen Aksesmu dalam menjaga lingkungan.
Penanaman mangrove ini dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Hijau dengan melibatkan dua perempuan pegiat lingkungan, Tri Sugiarti dan Euis Teristoria, yang selama ini aktif mendorong kepedulian lingkungan berbasis masyarakat.
Baca juga: Hadapi Perubahan Iklim dan Abrasi, Pesisir Muara Gembong Bekasi Ditanami 2.500 Mangrove
Melalui penanaman mangrove, Aksesmu ingin membuka ruang kolaborasi dengan pegiat lingkungan hidup sebagai langkah awal menuju program-program lingkungan yang lebih relevan, terukur, dan berdampak bagi warung-warung binaan ke depan.
Operations General Manager Aksesmu Sulardi menuturkan kegiatan ini bukan sekadar seremoni penutup tahun melainkan pengingat nilai yang ingin dibawa Aksesmu ke tahun berikutnya.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai refleksi akhir tahun. Aksesmu ingin menutup 2025 dengan meninggalkan jejak yang baik bagi alam sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk program lingkungan lebih relevan dan berdampak bersama warung-warung binaan kami di tahun 2026,” ujar Sulardi, Rabu (24/12/2025).
Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, Aksesmu mengajak perempuan pegiat lingkungan sebagai simbol peran penting perempuan dalam menjaga keberlanjutan kehidupan.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa peran merawat, menjaga, dan menumbuhkan kehidupan tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan di masyarakat.
Tri Sugiarti, pegiat lingkungan sekaligus pemilik Bank Sampah Tri Alam Lestari menuturkan keterlibatannya dalam kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih berkelanjutan bersama Aksesmu.
“Ini bukan cuma soal nanam pohon, tapi juga jadi awal kenal dan mulai kolaborasi. Ke depannya aku dan Aksesmu bakal bareng-bareng ngajak warung-warung binaan belajar soal pengelolaan dan daur ulang sampah. Jadi sambil jalanin usaha, warung juga bisa lebih peduli lingkungan dan bahkan punya peluang penghasilan tambahan,” ujar Tri.
Perwakilan Yayasan Indonesia Hijau mengapresiasi langkah Aksesmu yang membuka ruang kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan pegiat lingkungan. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga pesisir dan ekosistem laut di sekitarnya.
Melalui kegiatan penutup tahun ini, pihaknya berharap kesadaran akan kepedulian lingkungan dapat tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan bersama ekosistem warung binaan.
Penanaman mangrove ini dilaksanakan bekerja sama dengan Yayasan Indonesia Hijau dengan melibatkan dua perempuan pegiat lingkungan, Tri Sugiarti dan Euis Teristoria, yang selama ini aktif mendorong kepedulian lingkungan berbasis masyarakat.
Baca juga: Hadapi Perubahan Iklim dan Abrasi, Pesisir Muara Gembong Bekasi Ditanami 2.500 Mangrove
Melalui penanaman mangrove, Aksesmu ingin membuka ruang kolaborasi dengan pegiat lingkungan hidup sebagai langkah awal menuju program-program lingkungan yang lebih relevan, terukur, dan berdampak bagi warung-warung binaan ke depan.
Operations General Manager Aksesmu Sulardi menuturkan kegiatan ini bukan sekadar seremoni penutup tahun melainkan pengingat nilai yang ingin dibawa Aksesmu ke tahun berikutnya.
“Kegiatan ini kami lakukan sebagai refleksi akhir tahun. Aksesmu ingin menutup 2025 dengan meninggalkan jejak yang baik bagi alam sekaligus membuka ruang kolaborasi untuk program lingkungan lebih relevan dan berdampak bersama warung-warung binaan kami di tahun 2026,” ujar Sulardi, Rabu (24/12/2025).
Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, Aksesmu mengajak perempuan pegiat lingkungan sebagai simbol peran penting perempuan dalam menjaga keberlanjutan kehidupan.
Momentum ini menjadi pengingat bahwa peran merawat, menjaga, dan menumbuhkan kehidupan tidak bisa dilepaskan dari peran perempuan di masyarakat.
Tri Sugiarti, pegiat lingkungan sekaligus pemilik Bank Sampah Tri Alam Lestari menuturkan keterlibatannya dalam kegiatan ini menjadi awal dari kerja sama yang lebih berkelanjutan bersama Aksesmu.
“Ini bukan cuma soal nanam pohon, tapi juga jadi awal kenal dan mulai kolaborasi. Ke depannya aku dan Aksesmu bakal bareng-bareng ngajak warung-warung binaan belajar soal pengelolaan dan daur ulang sampah. Jadi sambil jalanin usaha, warung juga bisa lebih peduli lingkungan dan bahkan punya peluang penghasilan tambahan,” ujar Tri.
Perwakilan Yayasan Indonesia Hijau mengapresiasi langkah Aksesmu yang membuka ruang kolaborasi antara dunia usaha, masyarakat, dan pegiat lingkungan. Mangrove memiliki peran penting dalam menjaga pesisir dan ekosistem laut di sekitarnya.
Melalui kegiatan penutup tahun ini, pihaknya berharap kesadaran akan kepedulian lingkungan dapat tumbuh secara bertahap dan berkelanjutan bersama ekosistem warung binaan.
(jon)
Lihat Juga :