Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Jadi Kado Natal Warga Nasrani di Minut
Rabu, 24 Desember 2025 - 07:03 WIB
loading...
Warga mengantre mendapatkan BLT Kesra di Kantor Pos Airmadidi, di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). Bantuan ini menjadi kado Natal bagi warga Nasrani di sana. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
MINAHASA UTARA - Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra senilai Rp900.000 per Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi kado Natal bagi warga Nasrani di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara. Pencairan yang berlangsung di Kantor Pos Airmadidi dan Kantor Pos Maumbi ini merupakan hari terakhir penyaluran BLT Kesra, Senin (15/12/2025).
Di Kantor Pos Airmadidi, beberapa warga tampak hadir bergantian sejak pagi. Kepala Kantor Pos Airmadidi, Novli Lapian, menjelaskan berdasarkan data teranyar per Sabtu (20/12/2025), alokasi BLT untuk Kecamatan Airmadidi mencapai 916 KPM. Hingga hari terakhir penyaluran ini, 784 KPM atau sekitar 85% telah menerima bantuan. Baca juga: Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Jadi Harapan Warga di Akhir Tahun 2025
“Data kami berasal dari pendamping dan desa. Kebanyakan yang belum mengambil bantuan karena sudah bekerja di luar daerah atau pindah domisili. Penyaluran sejauh ini lancar karena didampingi langsung oleh Kepala Dinas Sosial Minut, termasuk turun ke kantor lurah dan desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, situasi penyaluran tetap kondusif karena pembagian dilakukan per kampung. Bagi warga yang belum sempat mengambil bantuan di kantor desa atau kelurahan hingga hari terakhir ini, masih dapat mengambilnya di kantor pos sesuai ketentuan.
“Warga juga bisa mengambil BLT di kantor pos yang bukan domisilinya, asalkan masih dalam satu provinsi. Syaratnya, pihak keluarga membawa foto barcode atau kertas undangan dari kantor pos sesuai domisili awal,” tambahnya.
Novli juga mengingatkan agar bantuan pemerintah tersebut digunakan dengan bijak. “Bantuan ini sifatnya sementara dan datanya akan diverifikasi kembali. Kami berharap digunakan untuk kebutuhan yang baik, bukan untuk judi atau hal-hal negatif lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, penyaluran BLT Kesra di Kantor Pos Maumbi pada hari terakhir ini juga berjalan lancar.
Kepala Kantor Pos Maumbi, Gabriel Oroh, menyampaikan bahwa total penerima BLTS Kesra di wilayah Maumbi mencapai 604 KPM.
“Penyaluran hari ini berjalan aman dan tertib. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar warga menerima informasi dengan jelas. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, apalagi menjelang perayaan Natal,” tandasnya.
Salah satu penerima, Denny Mohammad (47) warga Sarongsong, mengaku bantuan tersebut sangat membantu, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. “BLT ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi jelang Natal ada banyak kebutuhan bersama keluarga. Terima kasih kepada pemerintah, mudah-mudahan tahun depan bantuan seperti ini bisa ada lagi,” ujarnya. Baca juga: PosIND Salurkan BLT Kesra di Bekasi, KPM: Pelayanannya Cepat dan Efisien
Sementara itu, Nia (51) warga Kelurahan Sukur, menerima BLT mewakili ibunya, almarhumah Marlia Ismael (73) yang meninggal dunia pada 4 November 2025. Nia mengatakan, keluarganya baru mendapat kabar beberapa hari setelah ibunya meninggal bahwa namanya terdaftar sebagai penerima bantuan.
“Proses penyalurannya sangat baik karena ada sosialisasi dari pihak kelurahan. Pelayanan di kantor pos juga baik. Tahun 2020 ibu saya juga pernah menerima bantuan,” ujarnya.
Di Kantor Pos Airmadidi, beberapa warga tampak hadir bergantian sejak pagi. Kepala Kantor Pos Airmadidi, Novli Lapian, menjelaskan berdasarkan data teranyar per Sabtu (20/12/2025), alokasi BLT untuk Kecamatan Airmadidi mencapai 916 KPM. Hingga hari terakhir penyaluran ini, 784 KPM atau sekitar 85% telah menerima bantuan. Baca juga: Pencairan BLT Kesra Rp900 Ribu Jadi Harapan Warga di Akhir Tahun 2025
“Data kami berasal dari pendamping dan desa. Kebanyakan yang belum mengambil bantuan karena sudah bekerja di luar daerah atau pindah domisili. Penyaluran sejauh ini lancar karena didampingi langsung oleh Kepala Dinas Sosial Minut, termasuk turun ke kantor lurah dan desa,” jelasnya.
Ia menambahkan, situasi penyaluran tetap kondusif karena pembagian dilakukan per kampung. Bagi warga yang belum sempat mengambil bantuan di kantor desa atau kelurahan hingga hari terakhir ini, masih dapat mengambilnya di kantor pos sesuai ketentuan.
“Warga juga bisa mengambil BLT di kantor pos yang bukan domisilinya, asalkan masih dalam satu provinsi. Syaratnya, pihak keluarga membawa foto barcode atau kertas undangan dari kantor pos sesuai domisili awal,” tambahnya.
Novli juga mengingatkan agar bantuan pemerintah tersebut digunakan dengan bijak. “Bantuan ini sifatnya sementara dan datanya akan diverifikasi kembali. Kami berharap digunakan untuk kebutuhan yang baik, bukan untuk judi atau hal-hal negatif lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, penyaluran BLT Kesra di Kantor Pos Maumbi pada hari terakhir ini juga berjalan lancar.
Kepala Kantor Pos Maumbi, Gabriel Oroh, menyampaikan bahwa total penerima BLTS Kesra di wilayah Maumbi mencapai 604 KPM.
“Penyaluran hari ini berjalan aman dan tertib. Kami juga berkoordinasi dengan pemerintah setempat agar warga menerima informasi dengan jelas. Kami berharap bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga, apalagi menjelang perayaan Natal,” tandasnya.
Salah satu penerima, Denny Mohammad (47) warga Sarongsong, mengaku bantuan tersebut sangat membantu, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. “BLT ini sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Apalagi jelang Natal ada banyak kebutuhan bersama keluarga. Terima kasih kepada pemerintah, mudah-mudahan tahun depan bantuan seperti ini bisa ada lagi,” ujarnya. Baca juga: PosIND Salurkan BLT Kesra di Bekasi, KPM: Pelayanannya Cepat dan Efisien
Sementara itu, Nia (51) warga Kelurahan Sukur, menerima BLT mewakili ibunya, almarhumah Marlia Ismael (73) yang meninggal dunia pada 4 November 2025. Nia mengatakan, keluarganya baru mendapat kabar beberapa hari setelah ibunya meninggal bahwa namanya terdaftar sebagai penerima bantuan.
“Proses penyalurannya sangat baik karena ada sosialisasi dari pihak kelurahan. Pelayanan di kantor pos juga baik. Tahun 2020 ibu saya juga pernah menerima bantuan,” ujarnya.
(poe)
Lihat Juga :