16 Korban Tewas Kecelakaan Bus Cahaya Trans di Tol Krapyak Teridentifikasi, Ini Daftar Namanya
Selasa, 23 Desember 2025 - 10:18 WIB
loading...
A
A
A
Kabiddokkes Polda Jateng menjelaskan, meski tim sempat menghadapi kendala minimnya data ante mortem karena baru enam pihak keluarga yang melapor, kehadiran teknologi canggih yang dimiliki Tim Inafis menjadi kunci pemecah kebuntuan.
Kabiddokkes mengungkap bahwa hampir seluruh korban berhasil diidentifikasi secara akurat melalui pemindaian sidik jari menggunakan MAMBIS. Perangkat genggam (handheld) ini mampu mengakses basis data kependudukan secara real-time. Hanya dengan satu pindaian sidik jari, alat ini langsung menampilkan informasi nama lengkap, alamat, hingga foto korban sesuai data kependudukan.
"Proses pemeriksaan selesai pukul 12.00 WIB, dilanjutkan tahap rekonsiliasi selama satu jam. Hasilnya, 16 korban tewas telah teridentifikasi semuanya. Mayoritas, yakni 10 orang, murni melalui sidik jari alat MAMBIS, sementara lainnya dikombinasikan dengan data gigi, ciri fisik, dan properti," lanjut Kabid Dokkes.
Dari hasil rekonsiliasi data, berikut adalah identitas para korban yang telah teridentifikasi secara lengkap :
RSUP dr. Kariadi (15 Jenazah) :
1. Sadimin (57), Wedi, Klaten (Sidik jari)
2. Srihono (53), Juwiring, Klaten (Sidik jari)
3. Listiana (44), Trucuk, Klaten (Sidik jari)
4. Sugimo (62), Banyudono, Boyolali (Sidik jari dan gigi)
5. Haryadin (43), Pasar Rebo, Jakarta Timur (Sidik jari dan ciri fisik)
6. Mutia Citra (19), Cangkringan, Yogyakarta (Sidik jari)
7. Saguh (62), Parung, Bogor (Sidik jari)
8. Wahyu Eko (26), Gladaksari, Boyolali (Sidik jari)
9. Erna Peni (53), Rancabungur, Bogor (Sidik jari)
10. Yanto (47), Trucuk, Klaten (Sidik jari dan properti/kartu identitas)
11. Aris Munandar (36), Banyudono, Boyolali (Sidik jari dan ciri fisik)
12. Noviani (31), Kemang, Bogor (Sidik jari)
13. Dwi Rahayu (47), Ciputat, Banten (Sidik jari)
14. Anih (56), Parung, Bogor (Sidik jari)
15. Ngatiyem (48), Mojosongo, Boyolali (Sidik jari dan ciri fisik)
RS Tugu (1 Jenazah) :
1. Endah (48), Cangkringan, Sleman (Sidik jari dan tanda fisik)
Kabiddokkes mengungkap bahwa hampir seluruh korban berhasil diidentifikasi secara akurat melalui pemindaian sidik jari menggunakan MAMBIS. Perangkat genggam (handheld) ini mampu mengakses basis data kependudukan secara real-time. Hanya dengan satu pindaian sidik jari, alat ini langsung menampilkan informasi nama lengkap, alamat, hingga foto korban sesuai data kependudukan.
"Proses pemeriksaan selesai pukul 12.00 WIB, dilanjutkan tahap rekonsiliasi selama satu jam. Hasilnya, 16 korban tewas telah teridentifikasi semuanya. Mayoritas, yakni 10 orang, murni melalui sidik jari alat MAMBIS, sementara lainnya dikombinasikan dengan data gigi, ciri fisik, dan properti," lanjut Kabid Dokkes.
Dari hasil rekonsiliasi data, berikut adalah identitas para korban yang telah teridentifikasi secara lengkap :
RSUP dr. Kariadi (15 Jenazah) :
1. Sadimin (57), Wedi, Klaten (Sidik jari)
2. Srihono (53), Juwiring, Klaten (Sidik jari)
3. Listiana (44), Trucuk, Klaten (Sidik jari)
4. Sugimo (62), Banyudono, Boyolali (Sidik jari dan gigi)
5. Haryadin (43), Pasar Rebo, Jakarta Timur (Sidik jari dan ciri fisik)
6. Mutia Citra (19), Cangkringan, Yogyakarta (Sidik jari)
7. Saguh (62), Parung, Bogor (Sidik jari)
8. Wahyu Eko (26), Gladaksari, Boyolali (Sidik jari)
9. Erna Peni (53), Rancabungur, Bogor (Sidik jari)
10. Yanto (47), Trucuk, Klaten (Sidik jari dan properti/kartu identitas)
11. Aris Munandar (36), Banyudono, Boyolali (Sidik jari dan ciri fisik)
12. Noviani (31), Kemang, Bogor (Sidik jari)
13. Dwi Rahayu (47), Ciputat, Banten (Sidik jari)
14. Anih (56), Parung, Bogor (Sidik jari)
15. Ngatiyem (48), Mojosongo, Boyolali (Sidik jari dan ciri fisik)
RS Tugu (1 Jenazah) :
1. Endah (48), Cangkringan, Sleman (Sidik jari dan tanda fisik)
Lihat Juga :