Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, BNPB: Tidak Terdapat Laporan Korban Jiwa
Senin, 22 Desember 2025 - 06:43 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang yang menerjang lokasi kawasan wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal. Foto/YouTube SindoNews
A
A
A
TEGAL - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa banjir bandang yang menerjang lokasi kawasan wisata pemandian air panas Guci di Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa Tengah pada Sabtu (20/12/2025). Hal tersebut berdasarkan laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, BPBD Kabupaten Tegal melaporkan adanya kerusakan infrastruktur pada kawasan wisata Guci, meliputi selang pipa air panas, jembatan penyeberangan kecil di area Pancuran 13, serta pohon tumbang di area Pancuran 5. “Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025) malam.
Dia menambahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tegal bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material yang terbawa arus banjir bandang di kawasan pemandian air panas Guci pada Minggu (21/12/2025).
Baca juga: Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, BNPB Belum Terima Laporan Korban Jiwa
Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tegal terus memantau kondisi aliran Sungai Gung guna memastikan keamanan kawasan wisata. “Setelah proses pembersihan dan perbaikan selesai, kawasan wisata Guci direncanakan dapat kembali dibuka untuk masyarakat,” ujarnya.
Pada periode 21 hingga 23 Desember 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Potensi serupa juga diprakirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya wilayah Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Menyikapi laporan kejadian bencana dan potensi cuaca ekstrem tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. “Memantau informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala, memelihara saluran drainase, memangkas material dahan pohon rimbun serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lama sesuai instruksi petugas di lapangan,” pungkasnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari mengatakan, BPBD Kabupaten Tegal melaporkan adanya kerusakan infrastruktur pada kawasan wisata Guci, meliputi selang pipa air panas, jembatan penyeberangan kecil di area Pancuran 13, serta pohon tumbang di area Pancuran 5. “Tidak terdapat laporan korban jiwa dalam peristiwa ini,” ujar Abdul Muhari dalam keterangannya, Minggu (21/12/2025) malam.
Dia menambahkan, Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Tegal bersama tim gabungan mengerahkan alat berat untuk membersihkan material yang terbawa arus banjir bandang di kawasan pemandian air panas Guci pada Minggu (21/12/2025).
Baca juga: Wisata Guci Tegal Diterjang Banjir Bandang, BNPB Belum Terima Laporan Korban Jiwa
Dia mengatakan, Pemerintah Kabupaten Tegal terus memantau kondisi aliran Sungai Gung guna memastikan keamanan kawasan wisata. “Setelah proses pembersihan dan perbaikan selesai, kawasan wisata Guci direncanakan dapat kembali dibuka untuk masyarakat,” ujarnya.
Prakiraan Potensi Cuaca Ekstrem Tiga Hari ke Depan
Pada periode 21 hingga 23 Desember 2025, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sebagian besar wilayah Indonesia. Wilayah tersebut meliputi Aceh, Bali, Banten, Bengkulu, DKI Jakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Gorontalo, Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.
Potensi serupa juga diprakirakan terjadi di Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Kepulauan Bangka Belitung, Kepulauan Riau, Lampung, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Selanjutnya wilayah Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Utara juga berpotensi mengalami cuaca ekstrem.
Menyikapi laporan kejadian bencana dan potensi cuaca ekstrem tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan serta kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi. “Memantau informasi cuaca dan peringatan dini secara berkala, memelihara saluran drainase, memangkas material dahan pohon rimbun serta segera melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman apabila hujan lebat berlangsung lama sesuai instruksi petugas di lapangan,” pungkasnya.
(rca)
Lihat Juga :