Perkuat Perlindungan Pekerja Migran melalui Penandatanganan MOU Strategis
Minggu, 21 Desember 2025 - 13:24 WIB
loading...
A
A
A
Victor juga menambahkan bahwa melalui sinergi ini, HIPMI Jakarta Utara akan berperan aktif dalam menjembatani kebutuhan industri internasional dengan ketersediaan tenaga kerja ahli dari dalam negeri. Ia memandang bahwa penguatan SDM adalah investasi jangka panjang yang akan memperkuat posisi pengusaha muda dalam ekosistem ekonomi yang lebih inklusif.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, M. Riandy Haroen menyatakan bahwa keterlibatan HIPMI dalam isu perlindungan pekerja migran adalah bentuk tanggung jawab sosial dan kontribusi ekonomi yang inklusif. Ia menilai bahwa ekosistem penempatan tenaga kerja harus dikelola dengan transparansi dan integritas tinggi. "Kami menyambut baik arahan untuk bersinergi dengan Kementerian P2MI. Ini adalah bukti bahwa pengusaha muda tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga peduli pada nasib saudara-saudara kita yang berjuang di luar negeri demi ekonomi keluarga dan negara," ungkap Rian.
Penandatanganan MOU ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi program-program kerja konkret di masa depan, termasuk pelatihan keterampilan dan edukasi hukum bagi calon pekerja migran. Melalui forum bisnis yang menjadi bagian dari Rakercab, para pengusaha muda di Jakarta Utara diajak untuk memahami lebih dalam mengenai tata kelola penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan regulasi pemerintah demi menjaga martabat bangsa di mata dunia.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, BPC HIPMI Jakarta Utara siap mengimplementasikan poin-poin kesepakatan tersebut guna mendukung pertumbuhan UMKM yang berkaitan dengan penyediaan jasa tenaga kerja berkualitas. Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah ini menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup pekerja migran Indonesia di masa mendatang.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Umum BPD HIPMI Jaya, M. Riandy Haroen menyatakan bahwa keterlibatan HIPMI dalam isu perlindungan pekerja migran adalah bentuk tanggung jawab sosial dan kontribusi ekonomi yang inklusif. Ia menilai bahwa ekosistem penempatan tenaga kerja harus dikelola dengan transparansi dan integritas tinggi. "Kami menyambut baik arahan untuk bersinergi dengan Kementerian P2MI. Ini adalah bukti bahwa pengusaha muda tidak hanya berfokus pada bisnis, tetapi juga peduli pada nasib saudara-saudara kita yang berjuang di luar negeri demi ekonomi keluarga dan negara," ungkap Rian.
Penandatanganan MOU ini diharapkan dapat menjadi fondasi bagi program-program kerja konkret di masa depan, termasuk pelatihan keterampilan dan edukasi hukum bagi calon pekerja migran. Melalui forum bisnis yang menjadi bagian dari Rakercab, para pengusaha muda di Jakarta Utara diajak untuk memahami lebih dalam mengenai tata kelola penempatan tenaga kerja yang sesuai dengan regulasi pemerintah demi menjaga martabat bangsa di mata dunia.
Dengan terjalinnya kerja sama ini, BPC HIPMI Jakarta Utara siap mengimplementasikan poin-poin kesepakatan tersebut guna mendukung pertumbuhan UMKM yang berkaitan dengan penyediaan jasa tenaga kerja berkualitas. Sinergi antara dunia usaha dan pemerintah ini menjadi harapan baru bagi peningkatan kualitas hidup pekerja migran Indonesia di masa mendatang.
(unt)
Lihat Juga :