JSIT Salurkan Bantuan bagi Sekolah dan Guru Terdampak Bencana Aceh
Sabtu, 20 Desember 2025 - 11:20 WIB
loading...
Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Ahmad Fikri memimpin langsung penyaluran bantuan bagi sekolah dan guru terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, beberapa waktu lalu. Foto: Ist
A
A
A
BIREUEN - Ketua Umum Jaringan Sekolah Islam Terpadu (JSIT) Indonesia Ahmad Fikri memimpin langsung penyaluran bantuan bagi sekolah dan guru terdampak banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Rabu (17/12/2025). Kunjungan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan JSIT Indonesia Peduli untuk memberikan dukungan kepada guru dan sekolah yang terdampak bencana di Sumatera.
Dalam kunjungannya ke Sigli, Pidie Jaya, dan Bireuen, Aceh, Fikri menyaksikan langsung kondisi guru dan sekolah yang terdampak bencana. "Kami menyaksikan langsung rumah-rumah guru yang hancur luluh lantak, sebagian hanya menyisakan puing dan kenangan. Di tengah reruntuhan itu, guru menyambut kami dengan wajah lelah namun penuh kesabaran, mereka bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga rasa aman bagi keluarganya," ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Baca juga: Pemulihan Sumut Pascabencana, BNPB Dorong Percepatan Pembangunan Huntap, Huntara, hingga Infrastruktur
Dia juga mengunjungi sekolah-sekolah yang terdampak bencana dan menemukan bahwa kondisinya sangat memprihatinkan. "Bangunan sekolah nyaris tak bisa digunakan, lumpur tebal masih menyelimuti halaman dan ruang kelas, merusak meja, kursi, lemari arsip, alat belajar, hingga media pendidikan yang selama ini menjadi sarana mencerdaskan anak-anak," ungkapnya.
JSIT Indonesia mengajak segenap warga JSIT khususnya dan masyarakat umumnya untuk terus memberikan dukungan dan donasi kepada para guru dan sekolah yang terdampak bencana.
"Donasi kita adalah harapan bagi para guru untuk bertahan, bagi sekolah untuk bangkit, dan bagi anak-anak untuk kembali bermimpi. Bersama, mari kita pastikan mereka tidak berjalan sendiri dan melewati masa sulit ini," katanya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus melakukan penggalangan donasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana.
"Terima kasih kepada seluruh keluarga besar JSIT Indonesia yang terus melakukan penggalangan donasi agar saudara-saudara kita yang tengah berjuang ini terus bisa mengawal dakwah berbasis pendidikan dan kebaikan di tengah-tengah bencana yang mereka alami," katanya.
Dalam kunjungannya ke Sigli, Pidie Jaya, dan Bireuen, Aceh, Fikri menyaksikan langsung kondisi guru dan sekolah yang terdampak bencana. "Kami menyaksikan langsung rumah-rumah guru yang hancur luluh lantak, sebagian hanya menyisakan puing dan kenangan. Di tengah reruntuhan itu, guru menyambut kami dengan wajah lelah namun penuh kesabaran, mereka bukan hanya kehilangan tempat tinggal, tetapi juga rasa aman bagi keluarganya," ujarnya, Sabtu (20/12/2025).
Baca juga: Pemulihan Sumut Pascabencana, BNPB Dorong Percepatan Pembangunan Huntap, Huntara, hingga Infrastruktur
Dia juga mengunjungi sekolah-sekolah yang terdampak bencana dan menemukan bahwa kondisinya sangat memprihatinkan. "Bangunan sekolah nyaris tak bisa digunakan, lumpur tebal masih menyelimuti halaman dan ruang kelas, merusak meja, kursi, lemari arsip, alat belajar, hingga media pendidikan yang selama ini menjadi sarana mencerdaskan anak-anak," ungkapnya.
JSIT Indonesia mengajak segenap warga JSIT khususnya dan masyarakat umumnya untuk terus memberikan dukungan dan donasi kepada para guru dan sekolah yang terdampak bencana.
"Donasi kita adalah harapan bagi para guru untuk bertahan, bagi sekolah untuk bangkit, dan bagi anak-anak untuk kembali bermimpi. Bersama, mari kita pastikan mereka tidak berjalan sendiri dan melewati masa sulit ini," katanya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat untuk terus melakukan penggalangan donasi untuk membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana.
"Terima kasih kepada seluruh keluarga besar JSIT Indonesia yang terus melakukan penggalangan donasi agar saudara-saudara kita yang tengah berjuang ini terus bisa mengawal dakwah berbasis pendidikan dan kebaikan di tengah-tengah bencana yang mereka alami," katanya.
(jon)
Lihat Juga :