Dorongan Pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Bogor Timur Menguat
Jum'at, 19 Desember 2025 - 10:51 WIB
loading...
Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang sering dikenal dengan istilah pemekaran kabupaten sudah lama terdengar keras di Kabupaten Bogor. Isu yang menguat yakni pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur. Foto: Ist
A
A
A
BOGOR - Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) yang sering dikenal dengan istilah pemekaran kabupaten sudah lama terdengar keras di Kabupaten Bogor. Isu yang menguat yakni pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur.
“Terutama pemekaran Kabupaten Bogor Barat, itu sejak tahun 2004 diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk terjadi pemekaran. Namun sampai saat ini sudah lebih dari 20 tahun belum juga bisa terwujud,” ujar Founder Visi Nusantara Maju Yusfitriadi, Kamis (18/12/2025).
Kang Yus, sapaan akrabnya menjelaskan dalam perspektif kajian ilmiah dan kelayakan sudah selesai sejak lama kajiannya. Sehingga scoring dalam berbagai sisi sudah menunjukkan kelayakan. Begitu juga dengan Bogor Timur.
Baca juga: Melalui Otonomi Daerah, Pangandaran Terus Lakukan Terobosan Pembangunan
“Hanya satu faktor yang menyebabkan daerah pemekaran belum bisa terwujud sampai hari ini yaitu moratorium,” ujarnya.
“Sehingga bagi saya moratorium tersebut bukanlah harga mati, oleh karena itu harus terus diikhtiarkan denngan kuat dan secara kolektif oleh semua elemen masyarakat Kabupaten Bogor agar pemekaran daerah di Kabupaten Bogor terwujud. Salah satu kunci pentingnya melalui relasi politik,” tambahnya.
Keberanian Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2025-2030 dalam mendorong daerah pemekaran di Kabupaten Bogor baik Bogor Barat maupun Bogor Timur perlu diapresiasi dan diacungkan jempol.
Selama 20 tahun pemekaran tersebut digaungkan, bahkan pergantian bupati sudah terjadi selama 5 kali, dukungan tersebut tidak pernah menemukan indikator bentuk kongkret dukungannya.
“Namun, pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi hanya dalam kurun waktu 10 bulan sejak menjabat sudah melakukan program-program konkret dalam mendorong pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur,” kata Kang Yus.
Pertama dalam bentuk penganggaran. Dukungan kongkret dalam bentuk anggaran sudah dilakukan pada tahun 2025 dengan menganggarkan Rp50 miliar untuk pembebasan tanah lingkar Rancabungur sampai Lewiliang.
“Bahkan anggaran dengan jumlah fantastis sudah dialokasikan untuk tahun 2026 sebesar Rp300 miliar untuk berbagai pembangunan infrastruktur di beberapa kecamatan di wilayah Bogor Barat. Hal yang sama juga dilakukan untuk wilayah Bogor Timur,” ujarnya.
Kedua, program penyiapan kualitas sumber daya manusia, minimal satu Sarjana Satu Desa, akan diimplementasikan pada tahun 2026 dan mencakup semua wilayah di Kabupaten Bogor.
Hal serupa juga terjadi pada sektor layanan kesehatan di Kabupaten Bogor. Kemudian penguatan infrastruktur yang selama ini belum terjamah justru di kepemimpinan Rudy Susmanto dan Jaro Ade pasangan tersebut langsung gass poll mengadakan pengaspalan.
“Jalan di ujung barat menuju Selatan Kabupaten Bogor yaitu wilayah Nirmala dan Tamansari. Sekaligus mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Bogor bahwa Kantor Bupati Pertama Kabupaten Bogor berada di wilayah Malasari,” ucapnya.
Ketiga, menentukan tempat Kantor Pemerintahan Kabupaten Bogor Barat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa perkantoran pemerintahan Bogor Barat jika mekar akan berlokasi di Kecamatan Cigudeg.
“Namun pasti dan detailnya di mana belum ada yang tahu, baru pada pemerintahan Rudy Susmanto dan Jaro Ade ini akan dikupas tuntas. Tidak hanya itu, berbagai maket bangunan fasilitas dan ruang terbuka hijau sudah dibuatkan ilustrasinya dan menjadi dokumen resmi Pemkab Bogor melalui Bappedalitbang,” ungkap Kang Yus.
Keempat, membuat perencanaan dan pengembangan tata ruang dengan berbagai variabelnya. Begitu pula dengan wilayah Bogor Timur yang juga masuk perencanaan pemekaran. Penyusunan perencanaan dan pengembangan tata kota ini dilakukan oleh Bappedalitbang yang bekerja sama dengan lembaga profesional tersebut.
“Pemkab Bogor juga sudah meminta lahan Perhutani untuk menjadi Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor Barat. Langkah kongkret yang berani juga dilakukan Bupati Rudy Susmanto dalam memastikan ketersediaan tanah untuk dipergunakan kantor pemerintahan,” ungkapnya.
“Kekuatan politik Bupati Bogor Rudy Susmanto adalah kekuatan relasi politik vertikal. Di mana relasi dengan gubernur, presiden, dan para menterinya direct. Relasinya tidak hanya sekadar relasi struktural, namun juga relasi politis dan ideologis,” lanjutnya.
Dalam momentum Lokakarya, Pelantikan, dan Musyawarah Kerja Komite Persiapan dan Pembentukan Kabupaten Bogor Barat (KPPKBB) yang digelar pada Rabu 17 Desember 2025 dihadiri 1.500 orang stakeholder masyarakat Bogor Barat.
Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor menyampaikan secara detai berbagai program pemerintahan Kabupaten Bogor dalam upaya pengembangan dan pembangunan di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Bogor, terlebih dukungannya terhadap pemekaran Bogor Barat dan Bogor Timur.
“Itu membuktikan bahwa stigma dan opini publik yang menganggap Bupati Bogor hanya fokus di wilayah Cibinong merupakan isu yang dikembangkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan bertujuan memecah belah kepemimpinan di pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Kang Yus.
Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam mengimplementasikan visi dan misinya dalam membangun Kabupaten Bogor, termasuk dalam mewujudkan pemekaran Bogor Barat dan Bogor Timur membutuhkan supporting yang kohesif dari seluruh lapisan masyarakat.
“Terutama pemekaran Kabupaten Bogor Barat, itu sejak tahun 2004 diusulkan kepada Kementerian Dalam Negeri untuk terjadi pemekaran. Namun sampai saat ini sudah lebih dari 20 tahun belum juga bisa terwujud,” ujar Founder Visi Nusantara Maju Yusfitriadi, Kamis (18/12/2025).
Kang Yus, sapaan akrabnya menjelaskan dalam perspektif kajian ilmiah dan kelayakan sudah selesai sejak lama kajiannya. Sehingga scoring dalam berbagai sisi sudah menunjukkan kelayakan. Begitu juga dengan Bogor Timur.
Baca juga: Melalui Otonomi Daerah, Pangandaran Terus Lakukan Terobosan Pembangunan
“Hanya satu faktor yang menyebabkan daerah pemekaran belum bisa terwujud sampai hari ini yaitu moratorium,” ujarnya.
“Sehingga bagi saya moratorium tersebut bukanlah harga mati, oleh karena itu harus terus diikhtiarkan denngan kuat dan secara kolektif oleh semua elemen masyarakat Kabupaten Bogor agar pemekaran daerah di Kabupaten Bogor terwujud. Salah satu kunci pentingnya melalui relasi politik,” tambahnya.
Keberanian Bupati dan Wakil Bupati Bogor periode 2025-2030 dalam mendorong daerah pemekaran di Kabupaten Bogor baik Bogor Barat maupun Bogor Timur perlu diapresiasi dan diacungkan jempol.
Selama 20 tahun pemekaran tersebut digaungkan, bahkan pergantian bupati sudah terjadi selama 5 kali, dukungan tersebut tidak pernah menemukan indikator bentuk kongkret dukungannya.
“Namun, pasangan Bupati dan Wakil Bupati, Rudy Susmanto dan Ade Ruhandi hanya dalam kurun waktu 10 bulan sejak menjabat sudah melakukan program-program konkret dalam mendorong pemekaran Kabupaten Bogor Barat dan Kabupaten Bogor Timur,” kata Kang Yus.
Pertama dalam bentuk penganggaran. Dukungan kongkret dalam bentuk anggaran sudah dilakukan pada tahun 2025 dengan menganggarkan Rp50 miliar untuk pembebasan tanah lingkar Rancabungur sampai Lewiliang.
“Bahkan anggaran dengan jumlah fantastis sudah dialokasikan untuk tahun 2026 sebesar Rp300 miliar untuk berbagai pembangunan infrastruktur di beberapa kecamatan di wilayah Bogor Barat. Hal yang sama juga dilakukan untuk wilayah Bogor Timur,” ujarnya.
Kedua, program penyiapan kualitas sumber daya manusia, minimal satu Sarjana Satu Desa, akan diimplementasikan pada tahun 2026 dan mencakup semua wilayah di Kabupaten Bogor.
Hal serupa juga terjadi pada sektor layanan kesehatan di Kabupaten Bogor. Kemudian penguatan infrastruktur yang selama ini belum terjamah justru di kepemimpinan Rudy Susmanto dan Jaro Ade pasangan tersebut langsung gass poll mengadakan pengaspalan.
“Jalan di ujung barat menuju Selatan Kabupaten Bogor yaitu wilayah Nirmala dan Tamansari. Sekaligus mengingatkan kepada masyarakat Kabupaten Bogor bahwa Kantor Bupati Pertama Kabupaten Bogor berada di wilayah Malasari,” ucapnya.
Ketiga, menentukan tempat Kantor Pemerintahan Kabupaten Bogor Barat. Sudah menjadi rahasia umum bahwa perkantoran pemerintahan Bogor Barat jika mekar akan berlokasi di Kecamatan Cigudeg.
“Namun pasti dan detailnya di mana belum ada yang tahu, baru pada pemerintahan Rudy Susmanto dan Jaro Ade ini akan dikupas tuntas. Tidak hanya itu, berbagai maket bangunan fasilitas dan ruang terbuka hijau sudah dibuatkan ilustrasinya dan menjadi dokumen resmi Pemkab Bogor melalui Bappedalitbang,” ungkap Kang Yus.
Keempat, membuat perencanaan dan pengembangan tata ruang dengan berbagai variabelnya. Begitu pula dengan wilayah Bogor Timur yang juga masuk perencanaan pemekaran. Penyusunan perencanaan dan pengembangan tata kota ini dilakukan oleh Bappedalitbang yang bekerja sama dengan lembaga profesional tersebut.
“Pemkab Bogor juga sudah meminta lahan Perhutani untuk menjadi Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor Barat. Langkah kongkret yang berani juga dilakukan Bupati Rudy Susmanto dalam memastikan ketersediaan tanah untuk dipergunakan kantor pemerintahan,” ungkapnya.
“Kekuatan politik Bupati Bogor Rudy Susmanto adalah kekuatan relasi politik vertikal. Di mana relasi dengan gubernur, presiden, dan para menterinya direct. Relasinya tidak hanya sekadar relasi struktural, namun juga relasi politis dan ideologis,” lanjutnya.
Dalam momentum Lokakarya, Pelantikan, dan Musyawarah Kerja Komite Persiapan dan Pembentukan Kabupaten Bogor Barat (KPPKBB) yang digelar pada Rabu 17 Desember 2025 dihadiri 1.500 orang stakeholder masyarakat Bogor Barat.
Bupati Bogor dan Wakil Bupati Bogor menyampaikan secara detai berbagai program pemerintahan Kabupaten Bogor dalam upaya pengembangan dan pembangunan di seluruh wilayah yang ada di Kabupaten Bogor, terlebih dukungannya terhadap pemekaran Bogor Barat dan Bogor Timur.
“Itu membuktikan bahwa stigma dan opini publik yang menganggap Bupati Bogor hanya fokus di wilayah Cibinong merupakan isu yang dikembangkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan bertujuan memecah belah kepemimpinan di pemerintah Kabupaten Bogor,” ujar Kang Yus.
Bupati dan Wakil Bupati Bogor dalam mengimplementasikan visi dan misinya dalam membangun Kabupaten Bogor, termasuk dalam mewujudkan pemekaran Bogor Barat dan Bogor Timur membutuhkan supporting yang kohesif dari seluruh lapisan masyarakat.
(jon)
Lihat Juga :