Pemkab Bekasi Apresiasi CSR Urban Farming Lippo Cikarang
Kamis, 18 Desember 2025 - 20:03 WIB
loading...
Pemkab Bekasi mengapresiasi program tanggung jawab sosial (CSR) lingkungan perusahaan mengusung konsep Urban Farming yang dijalankan PT Lippo Cikarang Tbk. Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BEKASI - Pemkab Bekasi mengapresiasi program tanggung jawab sosial (CSR) lingkungan perusahaan mengusung konsep urban farming yang dijalankan PT Lippo Cikarang Tbk . Urban farming ini diharapkan bisa menjadi contoh bagi kawasan-kawasan industri maupun perusahaan lain sebagai salah satu wujud komitmen menyalurkan CSR.
Sekda Kabupaten Bekasi Didik Setiadi mengatakan, Kabupaten Bekasi memiliki banyak lahan tidur yang dapat dimanfaatkan untuk menambah ruang terbuka hijau maupun mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan. Selain itu, program CSR ini juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar melalui konsep pemberdayaan lewat penanaman sejumlah bibit komoditas pangan seperti sayur-sayuran, buah-buahan hingga cabai. Baca juga: Urban Farming Solusi Bertani di Lahan Sempit dan Padat Penduduk
"Jadi urban farming tidak hanya dapat dilakukan pada lahan-lahan tertentu seperti rooftop, dinding tapi juga di pekarangan maupun sempadan sungai. Kalau dijalankan berkelanjutan dan prospeknya bagus, bisa dijual dalam partai besar untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar. Sehingga secara ekonomi akan lebih maju," katanya di Cikarang, Rabu (17/12/2025).
Pemkab Bekasi berkomitmen mendorong swasta menjalankan CSR berkelanjutan mengingat besar manfaat yang dihasilkan. Termasuk urban farming dengan dampak positif luar biasa mulai dari peningkatan kualitas udara, mencegah banjir, menekan produksi sampah hingga menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan produktivitas ekonomi.
"Tentu ke depan mudah-mudahan program ini tidak hanya dijalankan di Lippo Cikarang saja tetapi juga beberapa kawasan industri lain. Kita sekarang juga sedang ada kegiatan penertiban bangunan liar, lahan bekas penertiban bisa dijadikan RTH dengan menanam pohon buah atau tanaman keras sehingga tidak ditempati kembali oleh warga," ujarnya.
Pihaknya juga telah memulai langkah baru untuk mensinergikan CSR perusahaan dengan program prioritas pemerintah daerah sesuai visi dan misi kepala daerah melalui kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang CSR perdana di Jawa Barat. "Kita sudah kick off Musrenbang CSR, nanti perusahaan dapat menangkap kira-kira apa yang akan dilaksanakan oleh mereka. Menu sudah kita siapkan, apakah di pendidikan, infrastruktur, kesehatan maupun sektor lain. Ini akan mengurangi beban pembiayaan daerah. Kita mencari alternatif pembiayaan salah satunya melalui program-program CSR ini. Jadi perusahaan turut berkontribusi terhadap pembangunan," ucap dia.
COO PT Lippo Cikarang Tbk Lukas Budi Setiawan memastikan seluruh program CSR melalui kerangka Lippo untuk Indonesia PASTI dijalankan dengan konsep berkelanjutan. Termasuk pertanian perkotaan atau urban farming ini. ”Tidak hanya fokus pada pengembangan melainkan juga aspek dampak sosial serta ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan," katanya.
Program urban farming ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Lippo Cikarang Cosmopolis. Tujuannya mewujudkan kawasan yang bukan hanya aspek pengembangan pembangunan tetapi juga pelestarian lingkungan hidup melalui penghijauan maupun upaya menekan emisi karbon.
"Sejak awal kami melakukan pembangunan, kami sudah berkomitmen. Kalau kita lihat mulai dari kawasan industri yang bermuara ke Jalan MH Thamrin, median jalan cukup lebar dan pohon-pohonnya juga sudah berusia puluhan tahun. Kami punya rencana relokasi beberapa ruas jalan tapi pohon tidak akan pernah kami matikan," ujarnya. Baca juga:LPCK Tempatkan Keberlanjutan Jadi Pijakan Strategis Dukung Pertumbuhan Bisnis
Founder Green House Bambu Foundation Eko Jatmiko mengungkapkan program urban farming yang diinisiasi Lippo Cikarang mampu mencegah degradasi lingkungan sebagai dampak kegiatan ilegal sekaligus memperkuat upaya konservasi aliran Kalimalang. "Konservasi Kalimalang itu terkait menjaga kualitas air. Nah, elemen-elemen dari kualitas air banyak, mulai dari air domestik dari permukiman, aktivitas ekonomi warga, aktivitas industri. Karena Kalimalang itu objek vital, tempat 16 juta warga menggantungkan hidup dari sini," katanya.
Sekda Kabupaten Bekasi Didik Setiadi mengatakan, Kabupaten Bekasi memiliki banyak lahan tidur yang dapat dimanfaatkan untuk menambah ruang terbuka hijau maupun mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto di sektor ketahanan pangan. Selain itu, program CSR ini juga dinilai mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar melalui konsep pemberdayaan lewat penanaman sejumlah bibit komoditas pangan seperti sayur-sayuran, buah-buahan hingga cabai. Baca juga: Urban Farming Solusi Bertani di Lahan Sempit dan Padat Penduduk
"Jadi urban farming tidak hanya dapat dilakukan pada lahan-lahan tertentu seperti rooftop, dinding tapi juga di pekarangan maupun sempadan sungai. Kalau dijalankan berkelanjutan dan prospeknya bagus, bisa dijual dalam partai besar untuk memenuhi kebutuhan warga sekitar. Sehingga secara ekonomi akan lebih maju," katanya di Cikarang, Rabu (17/12/2025).
Pemkab Bekasi berkomitmen mendorong swasta menjalankan CSR berkelanjutan mengingat besar manfaat yang dihasilkan. Termasuk urban farming dengan dampak positif luar biasa mulai dari peningkatan kualitas udara, mencegah banjir, menekan produksi sampah hingga menjaga ketahanan pangan serta meningkatkan produktivitas ekonomi.
"Tentu ke depan mudah-mudahan program ini tidak hanya dijalankan di Lippo Cikarang saja tetapi juga beberapa kawasan industri lain. Kita sekarang juga sedang ada kegiatan penertiban bangunan liar, lahan bekas penertiban bisa dijadikan RTH dengan menanam pohon buah atau tanaman keras sehingga tidak ditempati kembali oleh warga," ujarnya.
Pihaknya juga telah memulai langkah baru untuk mensinergikan CSR perusahaan dengan program prioritas pemerintah daerah sesuai visi dan misi kepala daerah melalui kegiatan musyawarah perencanaan pembangunan atau Musrenbang CSR perdana di Jawa Barat. "Kita sudah kick off Musrenbang CSR, nanti perusahaan dapat menangkap kira-kira apa yang akan dilaksanakan oleh mereka. Menu sudah kita siapkan, apakah di pendidikan, infrastruktur, kesehatan maupun sektor lain. Ini akan mengurangi beban pembiayaan daerah. Kita mencari alternatif pembiayaan salah satunya melalui program-program CSR ini. Jadi perusahaan turut berkontribusi terhadap pembangunan," ucap dia.
COO PT Lippo Cikarang Tbk Lukas Budi Setiawan memastikan seluruh program CSR melalui kerangka Lippo untuk Indonesia PASTI dijalankan dengan konsep berkelanjutan. Termasuk pertanian perkotaan atau urban farming ini. ”Tidak hanya fokus pada pengembangan melainkan juga aspek dampak sosial serta ekonomi bagi masyarakat dan lingkungan," katanya.
Program urban farming ini menjadi bagian tak terpisahkan dari Lippo Cikarang Cosmopolis. Tujuannya mewujudkan kawasan yang bukan hanya aspek pengembangan pembangunan tetapi juga pelestarian lingkungan hidup melalui penghijauan maupun upaya menekan emisi karbon.
"Sejak awal kami melakukan pembangunan, kami sudah berkomitmen. Kalau kita lihat mulai dari kawasan industri yang bermuara ke Jalan MH Thamrin, median jalan cukup lebar dan pohon-pohonnya juga sudah berusia puluhan tahun. Kami punya rencana relokasi beberapa ruas jalan tapi pohon tidak akan pernah kami matikan," ujarnya. Baca juga:LPCK Tempatkan Keberlanjutan Jadi Pijakan Strategis Dukung Pertumbuhan Bisnis
Founder Green House Bambu Foundation Eko Jatmiko mengungkapkan program urban farming yang diinisiasi Lippo Cikarang mampu mencegah degradasi lingkungan sebagai dampak kegiatan ilegal sekaligus memperkuat upaya konservasi aliran Kalimalang. "Konservasi Kalimalang itu terkait menjaga kualitas air. Nah, elemen-elemen dari kualitas air banyak, mulai dari air domestik dari permukiman, aktivitas ekonomi warga, aktivitas industri. Karena Kalimalang itu objek vital, tempat 16 juta warga menggantungkan hidup dari sini," katanya.
(poe)
Lihat Juga :