Update Korban Banjir dan Longsor Sumatera: 1.068 Orang Meninggal, 190 Hilang
Kamis, 18 Desember 2025 - 18:40 WIB
loading...
Warga melintasi jembatan darurat di Desa Garoga, Kecamatan Batang Toru, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Minggu (14/12/2025). Foto/Dok BNPB
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) kembali meng-update data korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Hingga hari ini, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.068 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, dari hasil operasi pencarian dan pertolongan serta identifikasi, ditemukan tambahan sembilan jiwa meninggal dunia.
"Tiga di Aceh Utara, dua di Aceh Timur, satu di Tapanuli Selatan, satu di Langkat, satu di Agam, dan satu di Padang Pariaman," kata Abdul Muhari saat konferensi pers secara daring, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga:Pengamat Ekonomi Pertanyakan Skema Bantuan bagi Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Bencana Sumatera
Dengan penambahan tersebut, kata Abdul Muhari, jumlah total korban jiwa meninggal dunia hari ini menjadi 1.068 jiwa. Sebelumnya, pada 17 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.059 jiwa.
Ia melanjutkan, data orang yang masih dinyatakan hilang berada di angka 190 jiwa. Sementara itu, 537.185 jiwa masih mengungsi.
Baca Juga: Prabowo Cek Jembatan Bailey Padang Mantuang yang Dibangun Hanya Seminggu
Pria yang akrab disapa Aam itu mengatakan, saat ini terdapat 27 kabupaten/kota yang masih menetapkan status tanggap darurat bencana. "Tetapi ini seperti arahan Bapak Presiden, tanggap darurat fase kedua ini selain diarahkan kepada aspek-aspek pencarian pertolongan, distribusi logistik, pembukaan akses jalan, komunikasi, dan energi, juga kita optimalkan untuk mulai melakukan fase early recovery," ucapnya.
Target utamanya, kata Aam, secepat mungkin bisa memulai pembangunan hunian sementara dan hunian tetap di beberapa lokasi.
Aam menerangkan, pembangunan hunian sementara akan dilakukan di seluruh kabupaten/kota terdampak sesuai dengan pemerintah daerah yang mengusulkan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyatakan, dari hasil operasi pencarian dan pertolongan serta identifikasi, ditemukan tambahan sembilan jiwa meninggal dunia.
"Tiga di Aceh Utara, dua di Aceh Timur, satu di Tapanuli Selatan, satu di Langkat, satu di Agam, dan satu di Padang Pariaman," kata Abdul Muhari saat konferensi pers secara daring, Kamis (18/12/2025).
Baca Juga:Pengamat Ekonomi Pertanyakan Skema Bantuan bagi Orang Kehilangan Pekerjaan Akibat Bencana Sumatera
Dengan penambahan tersebut, kata Abdul Muhari, jumlah total korban jiwa meninggal dunia hari ini menjadi 1.068 jiwa. Sebelumnya, pada 17 Desember 2025, jumlah korban meninggal dunia sebanyak 1.059 jiwa.
Ia melanjutkan, data orang yang masih dinyatakan hilang berada di angka 190 jiwa. Sementara itu, 537.185 jiwa masih mengungsi.
Baca Juga: Prabowo Cek Jembatan Bailey Padang Mantuang yang Dibangun Hanya Seminggu
Pria yang akrab disapa Aam itu mengatakan, saat ini terdapat 27 kabupaten/kota yang masih menetapkan status tanggap darurat bencana. "Tetapi ini seperti arahan Bapak Presiden, tanggap darurat fase kedua ini selain diarahkan kepada aspek-aspek pencarian pertolongan, distribusi logistik, pembukaan akses jalan, komunikasi, dan energi, juga kita optimalkan untuk mulai melakukan fase early recovery," ucapnya.
Target utamanya, kata Aam, secepat mungkin bisa memulai pembangunan hunian sementara dan hunian tetap di beberapa lokasi.
Aam menerangkan, pembangunan hunian sementara akan dilakukan di seluruh kabupaten/kota terdampak sesuai dengan pemerintah daerah yang mengusulkan.
(zik)
Lihat Juga :