Progres Proyek Sekolah di Kupang Masih Rendah, Anggota DPRD Mesak Mbura Ingatkan Risiko Kualitas Bangunan
Rabu, 17 Desember 2025 - 18:39 WIB
loading...
A
A
A
Proses pembangunan fisik, termasuk sekolah, harus dimulai lebih awal. "Jika proses kontraknya dimulai bulan Juli, maka seharusnya sudah selesai pada bulan Oktober atau November,” katanya.
Baca juga: Legislator Partai Perindo Sikka NTT Marthen Luther Adji Biayai Sekolah Anak-anak Kurang Mampu: Mereka Harus Dapat Pendidikan Layak
Mesak mengungkapkan, kenyataannya banyak proyek pembangunan yang masih dalam proses pengerjaan, bahkan ada yang belum selesai. Seperti yang ditemukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang saat sidak ke wilayah Amfoang.
Mesak menegaskan proyek infrastruktur pendidikan tidak boleh diperlakukan sekadar mengejar serapan anggaran. Bangunan sekolah, kata dia, harus memenuhi standar mutu karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan peserta didik dalam jangka panjang.
Mesak juga mengingatkan realitas bahwa Kabupaten Kupang masih menghadapi tantangan infrastruktur dasar, termasuk sarana pendidikan yang layak. Pada beberapa kecamatan, rasio ruang kelas terhadap jumlah siswa masih belum ideal, sehingga pembangunan dan rehabilitasi sekolah menjadi kebutuhan mendesak.
Mesak menilai keterlambatan proyek bisa berpotensi memperlebar kesenjangan layanan pendidikan. Apalagi, sebagian proyek yang dikerjakan berada di wilayah dengan akses geografis yang tidak mudah.
Baca juga: Legislator Partai Perindo Sikka NTT Marthen Luther Adji Biayai Sekolah Anak-anak Kurang Mampu: Mereka Harus Dapat Pendidikan Layak
Mesak mengungkapkan, kenyataannya banyak proyek pembangunan yang masih dalam proses pengerjaan, bahkan ada yang belum selesai. Seperti yang ditemukan oleh Kepala Kejaksaan Negeri Kabupaten Kupang saat sidak ke wilayah Amfoang.
Mesak menegaskan proyek infrastruktur pendidikan tidak boleh diperlakukan sekadar mengejar serapan anggaran. Bangunan sekolah, kata dia, harus memenuhi standar mutu karena menyangkut keselamatan dan kenyamanan peserta didik dalam jangka panjang.
Mesak juga mengingatkan realitas bahwa Kabupaten Kupang masih menghadapi tantangan infrastruktur dasar, termasuk sarana pendidikan yang layak. Pada beberapa kecamatan, rasio ruang kelas terhadap jumlah siswa masih belum ideal, sehingga pembangunan dan rehabilitasi sekolah menjadi kebutuhan mendesak.
Mesak menilai keterlambatan proyek bisa berpotensi memperlebar kesenjangan layanan pendidikan. Apalagi, sebagian proyek yang dikerjakan berada di wilayah dengan akses geografis yang tidak mudah.
Lihat Juga :