Kongres IAP Jakarta 2025, Mewujudkan Kota Global di Usia 500 Tahun
Rabu, 17 Desember 2025 - 15:06 WIB
loading...
A
A
A
Suryono Herlambang, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tarumanagara menjelaskan, globalisasi menciptakan banyak peluang bagi kota-kota, menarik talenta, perdagangan dan investasi. Namun metropolis global juga memunculkan banyak masalah seperti kerusakan infrastruktur yang terus-menerus, polusi lingkungan, masalah mobilitas, dan meningkatnya ketidaksetaraan sosial.
"Karena ketidakpuasan sosial (disaffection), pemindahan penduduk (displacement), dan (kejutan) ekologi budaya perkotaan baru akan menjadi konsekuensi dan tantangan dari pesatnya globalisasi dan urbanisasi," terangnya.
Untuk itu menurut Suryono rencana revisi PP 60/2020 tentang RTR Jabodetabek-Punjur, bisa menjadi titik masuk diskusi lebih mendalam dan partisipatif tentang masa depan Jakarta dan Greater Jakarta. "Keterlibatan aktif IAP Jakarta, Banten dan Jawa Barat menjadi harapan besar mewujudkan dokumen perencanaan dan tata kelola kawasan yang lebih kontekstual pada tantangan masa depan, secara global, regional dan lokal,"tegasnya.
Pada kongres ini, IAP Jakarta juga memberikan penghargaan Anugerah Karyanagara. Hal ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada para perencana yang telah memberikan kontribusi, dedikasi, dan dampak nyata bagi organisasi, profesi, serta pembangunan perkotaan. Baca juga: Terpilih Jadi Ketua IAP 2025-2028, Adriadi Dimastanto Siap Tingkatkan Kapasitas Anggota
Penghargaan Anugerah Karyanagara diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kontribusi, dan karya nyata dalam pengembangan profesi perencana wilayah dan kota, penguatan organisasi IAP Jakarta, serta upaya mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Berdasarkan hasil penilaian dan rekomendasi Tim Pemberian Penghargaan IAP Jakarta Tahun 2025, telah ditetapkan nama-nama tokoh yang layak menerima Anugerah Karyanagara, berikut nama penerima penghargaan Karyanagara. Mereka yakni, Benni Agus Chandra, Bernardus Djonoputro, Dhani Muttaqin, Hari Ganie, Hendricus Andy Simarmat, Iman Soedrajat, Jo Santoso, Nirwono Joga, Raja Malem Tarigan, Reny Windyawati, Soelaeman Soemawinata, dan Vera Revina Sari.
"Karena ketidakpuasan sosial (disaffection), pemindahan penduduk (displacement), dan (kejutan) ekologi budaya perkotaan baru akan menjadi konsekuensi dan tantangan dari pesatnya globalisasi dan urbanisasi," terangnya.
Untuk itu menurut Suryono rencana revisi PP 60/2020 tentang RTR Jabodetabek-Punjur, bisa menjadi titik masuk diskusi lebih mendalam dan partisipatif tentang masa depan Jakarta dan Greater Jakarta. "Keterlibatan aktif IAP Jakarta, Banten dan Jawa Barat menjadi harapan besar mewujudkan dokumen perencanaan dan tata kelola kawasan yang lebih kontekstual pada tantangan masa depan, secara global, regional dan lokal,"tegasnya.
Pada kongres ini, IAP Jakarta juga memberikan penghargaan Anugerah Karyanagara. Hal ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada para perencana yang telah memberikan kontribusi, dedikasi, dan dampak nyata bagi organisasi, profesi, serta pembangunan perkotaan. Baca juga: Terpilih Jadi Ketua IAP 2025-2028, Adriadi Dimastanto Siap Tingkatkan Kapasitas Anggota
Penghargaan Anugerah Karyanagara diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kontribusi, dan karya nyata dalam pengembangan profesi perencana wilayah dan kota, penguatan organisasi IAP Jakarta, serta upaya mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Berdasarkan hasil penilaian dan rekomendasi Tim Pemberian Penghargaan IAP Jakarta Tahun 2025, telah ditetapkan nama-nama tokoh yang layak menerima Anugerah Karyanagara, berikut nama penerima penghargaan Karyanagara. Mereka yakni, Benni Agus Chandra, Bernardus Djonoputro, Dhani Muttaqin, Hari Ganie, Hendricus Andy Simarmat, Iman Soedrajat, Jo Santoso, Nirwono Joga, Raja Malem Tarigan, Reny Windyawati, Soelaeman Soemawinata, dan Vera Revina Sari.
(poe)
Lihat Juga :