Kongres IAP Jakarta 2025, Mewujudkan Kota Global di Usia 500 Tahun

Rabu, 17 Desember 2025 - 15:06 WIB
loading...
Kongres IAP Jakarta...
Sejumlah tokoh mendapat penghargaan Anugerah Karyanagara saat Kongres IAP Jakarta 2025 Auditorium Universitas Tarumanagara Jakarta Barat, Selasa (16/12/2025). Foto/Dok. SindoNews
A A A
JAKARTA - Ikatan Ahli Perencanaan (IAP) Jakarta menggelar Kongres Daerah 2025. Kongres ini menetapkan Meyriana Kesuma sebagai ketua IAP Jakarta periode 2025-2028. Kongres Daerah IAP Jakarta juga menggelar talkshow dengan tema Jakarta 500: Planning the Global Future, terkait usia Jakarta yang akan memasuki 500 tahun pada 2027 mendatang.

Meyriana merupakan praktisi dan pengajar di program studi Perencanaan Wilayah dan Kota-Real Estate Universitas Tarumanagara. Ia telah lama melintang sebagai perencana kota di Indonesia. Meyriana merupakan wanita pertama yang dipercaya menjadi ketua asosiasi profesi perencana kota terbesar di Jakarta.

Acara ini dibuka Kepala Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan DKI Jakarta Vera Revina Sari. Dalam sambutannya, Vera mengatakan, tema acara sangat relevan dengan kondisi Jakarta yang sedang bergerak menuju Kota Global yang berakar pada sejarah, budaya, dan inovasi pada 22 Juni 2027 mendatang. Baca juga: Toleransi Jadi Kunci Utama Mewujudkan Jakarta Kota Global

“Saya harapkan kongres ini bisa menunjukkan semangat kolektif kita bersama, adanya ruang bersama untuk para perencana, pelaku usaha dan stakeholders lainnya untuk bertukar gagasan, inovasi dan implementasi perencanaan yang up to date dan berkesinambungan dalam mencapai Jakarta sebagai salah satu poros kota global 2 tahun mendatang,” kata di lokasi acara Auditorium Universitas Tarumanagara Jakarta Barat, Selasa (16/12/2025).

Istilah kota global sudah hadir sejak 1990, dengan definisi kota yang menjadi pusat penting dalam mengatur pengorganisasian ekonomi global seperti New York, London, dan Tokyo. Dalam pengembangan kota global kriterianya beragam namun pada umumnya bertumpu pada sektor jasa global (keuangan, manajemen, dan hukum).

Kota global juga bisa berarti kota penyelenggara kegiatan internasional di bidang perdagangan, investasi, bisnis, pariwisata, kebudayaan, dan pendidikan. Kota ini juga menjadi pusat produksi produk strategis internasional menciptakan nilai ekonomi yang besar bagi warga dan daerah sekitar.

Agar bisa menjadi kota global, kota itu juga harus berbudaya. Bisa menjadi tempat yang nyaman untuk tinggal, inklusif, dan bisa mengakomodasi banyak kepentingan warga yang tinggal di dalamnya.

Senior Planner IAP Hendricus Andy Simarmata mengatakan, Oxford Economics pada 2024 meluncurkan data Global Cities Index yang menyebutkan Jakarta berada pada peringkat 284. "Nilai indeks Jakarta tergolong rendah, apalagi terkait quality of life dan environment," tegas Andy.

Untuk bisa memenuhi kriteria sebagai kota global, Andy menegaskan ada tahapan yang harus dilakukan dan menjadi satu kesatuan. Program tersebut adalah Dietary, Diplomasi, dan Institusionalisasi.

"Dietary program bertujuan membagi peran Jakarta dengan Nusantara yang ada di Penajam, kemudian ruang industri digeser ke kota sekitarnya, untuk pendidikan tinggi perannya ada di Serpong dan Depok. Dan yang tak kalah penting adalah meningkatkan dan melakukan koneksi tranportasi publik dan mendorong meminimalis pengunaan mobil,"paparnya.

Andy juga memberikan program ini dengan membangun sewerage system dan pengurangan pencemaran udara, program affordable housing dan infrastruktur yang berkualitas, memperluas ruang terbuka hijau dan regenarasi taman. Kemudian mengurangi penggunaan air tanah dan memperluas jaringan air pipa PDAM hingga perbaikan kampung dari hulu ke hilir.

Terkait program diplomasi, sebuah kota harus aktif dalam komunitas global, membuat event international dengan peningkatan fasilitas standar internasional juga. Kemudian melakukan program sister city dan terus melakukan branding Jakarta sebagai kota terbuka dan berbudaya.

Sementara program instusionalisasi, pemerintah harus menurunkan filosofi kota global ini ke dalam aturan ruang dan kebijakan pembangunan. Juga melibatkan dunia usaha, dunia pendidikan dan penelitian. Kemudian meningkatkan daya saing budaya dam industri kreatif global dan juga terus melakukan sosialisasi melalui beragam media dan pelibatan anak muda sebagai ambassador kota global.

Staf khusus Gubernur Bidang Pembangunan dan Tata Kota DKI Jakarta Nirwono Joga mengatakan, untuk menuju kota global, pemprov melakukan program untuk 5 tahun ke depan terkait dengan jabatan pemimpimnya. Saat ini ada tiga isu penting di Jakarta yaitu masalah banjir, kemacetan lalu lintas dan panas ekstrem. “Nah, program yang kita lakukan dalam kepemimpinan gubernur saat ini fokus pada masalah tersebut," jelasnya.

Nirwono menjelaskan saat ini program yang sedang berjalan adalah pengembahan RTH seperti 300 lokasi penghijauan kolong jalan layang dan jembatan, pembuatan 267 Urban Micro Park di kelurahan, penataan taman, setu, danau, waduk. Lalu penanaman mangrove sepanjang 32 kilomter hingga penananam 500 ribu pohon baru dengan target RTH 2030 mencapai 10%.

Terkait bidang transportasi yang bertujuan meminimalis kemacetan, pemprov juga melakukan pengembangan rute-rute baru Transjabodetabek. Kemudian penambahan bus listrik dari 420 ke 5000 unit, pengembangan Kawasan TOD hingga pengembangan Transjakarta laut untuk mendukung pengembangan Kepulauan Seribu. "Selain itu kita juga terus mendorong program green and smart building, melakukan percepatan rapergub bangunan gedung hijau dan hemat energi dan efesiensi pemakaian di gedung milik pemprov," jelas Nirwono.

Suryono Herlambang, Dosen Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Tarumanagara menjelaskan, globalisasi menciptakan banyak peluang bagi kota-kota, menarik talenta, perdagangan dan investasi. Namun metropolis global juga memunculkan banyak masalah seperti kerusakan infrastruktur yang terus-menerus, polusi lingkungan, masalah mobilitas, dan meningkatnya ketidaksetaraan sosial.

"Karena ketidakpuasan sosial (disaffection), pemindahan penduduk (displacement), dan (kejutan) ekologi budaya perkotaan baru akan menjadi konsekuensi dan tantangan dari pesatnya globalisasi dan urbanisasi," terangnya.

Untuk itu menurut Suryono rencana revisi PP 60/2020 tentang RTR Jabodetabek-Punjur, bisa menjadi titik masuk diskusi lebih mendalam dan partisipatif tentang masa depan Jakarta dan Greater Jakarta. "Keterlibatan aktif IAP Jakarta, Banten dan Jawa Barat menjadi harapan besar mewujudkan dokumen perencanaan dan tata kelola kawasan yang lebih kontekstual pada tantangan masa depan, secara global, regional dan lokal,"tegasnya.

Pada kongres ini, IAP Jakarta juga memberikan penghargaan Anugerah Karyanagara. Hal ini sebagai bentuk apresiasi tertinggi kepada para perencana yang telah memberikan kontribusi, dedikasi, dan dampak nyata bagi organisasi, profesi, serta pembangunan perkotaan. Baca juga: Terpilih Jadi Ketua IAP 2025-2028, Adriadi Dimastanto Siap Tingkatkan Kapasitas Anggota

Penghargaan Anugerah Karyanagara diberikan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi, kontribusi, dan karya nyata dalam pengembangan profesi perencana wilayah dan kota, penguatan organisasi IAP Jakarta, serta upaya mewujudkan pembangunan perkotaan yang berkelanjutan dan berkeadilan.

Berdasarkan hasil penilaian dan rekomendasi Tim Pemberian Penghargaan IAP Jakarta Tahun 2025, telah ditetapkan nama-nama tokoh yang layak menerima Anugerah Karyanagara, berikut nama penerima penghargaan Karyanagara. Mereka yakni, Benni Agus Chandra, Bernardus Djonoputro, Dhani Muttaqin, Hari Ganie, Hendricus Andy Simarmat, Iman Soedrajat, Jo Santoso, Nirwono Joga, Raja Malem Tarigan, Reny Windyawati, Soelaeman Soemawinata, dan Vera Revina Sari.
(poe)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Padi Reborn hingga Mahalini...
Padi Reborn hingga Mahalini Bakal Hibur Warga pada Puncak HUT Jakarta
Menteri dan Deretan...
Menteri dan Deretan Tokoh Daerah Bedah Transisi Ekonomi Jakarta
FKPPI Siap Bersinergi...
FKPPI Siap Bersinergi Dukung Program Pemprov DKI Menuju Kota Global
Pemerhati Jakarta Sebut...
Pemerhati Jakarta Sebut Biaya Bongkar Tiang Monorel Hanya Rp300 Juta
Diskusi Berani Berdaya:...
Diskusi Berani Berdaya: Anak Muda Harus Berperan Wujudkan Jakarta Kota Global
Rumah Modular Dinilai...
Rumah Modular Dinilai Mampu Dukung Pendinginan Kota
Elon Musk Berencana...
Elon Musk Berencana Bangun Kota di Bulan yang Tumbuh Sendiri
Kota-kota Dikisahkan...
Kota-kota Dikisahkan Al Quran yang Hingga Kini Masih Eksis
Pariwisata Penghasil...
Pariwisata Penghasil Devisa, Prabowo Soroti Kota Kumuh
Rekomendasi
Beasiswa LPDP Tahap...
Beasiswa LPDP Tahap 2 2026 Dibuka Hari Ini, Intip Perubahan Kebijakannya
Berkas Vonis Nadiem...
Berkas Vonis Nadiem Makarim di Kasus Chromebook Setebal 1.146 Halaman
Iran Ngamuk, Luncurkan...
Iran Ngamuk, Luncurkan Serangan Siber 3 Kali Lipat terhadap Israel
Berita Terkini
Bibit Siklon Tropis...
Bibit Siklon Tropis 96W, BMKG Ingatkan Potensi Hujan dan Gelombang Tinggi
Sidang Lanjutan Praperadilan...
Sidang Lanjutan Praperadilan Roy Suryo, Polda Metro Jaya Bacakan Jawaban
Pemerintah Perkuat Kopdes...
Pemerintah Perkuat Kopdes Merah Putih untuk Bangun Papua
Suasana Jelang Putusan...
Suasana Jelang Putusan Nadiem, Polisi Berjaga, Papan Dukungan, hingga Mitra Gojek Padati PN Tipikor
87 Warga Aceh Tamiang...
87 Warga Aceh Tamiang Dapat Layanan Dokter Spesialis Gratis dalam Milad ke-24 BSMI
Gunung Lewotobi Laki-laki...
Gunung Lewotobi Laki-laki Erupsi Setinggi 1.000 Meter, Waspada Hujan Abu
Infografis
Daftar 103 Sekolah Swasta...
Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved