Komisi IV DPRD Kota Bogor Minta Komitmen Pemkot Tingkatkan Mutu Pendidikan
Rabu, 17 Desember 2025 - 14:20 WIB
loading...
Gedung SDN Cimanggu dan SDN Kencana 1 Kota Bogor sudah selesai direnovasi dan sudah diresmikan penggunaannya, Senin (15/12/2025). Foto/Dok. SindoNews
A
A
A
BOGOR - Anggota Komisi IV DPRD Kota Bogor Tri Riyanto Andhika Putra mendampingi Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menghadiri peresmian gedung SDN Cimanggu dan SDN Kencana 1, Senin (15/12/2025). Dalam kesempatan itu, Riyan berkesempatan mengelilingi kawasan dua sekolah yang selesai direnovasi dengan menggunakan APBD Kota Bogor.
Riyan pun meminta komitmen Pemkot Bogor untuk tetap meningkatkan mutu pendidikan . "Harus ada komitmen dari Pemkot karena kami menginginkan mutu pendidikan yang naik kelas dengan pendidikan yang merata, aman dan nyaman bagi seluruh anak di Kota Bogor," katanya. Baca juga: Urgensi Koding dan Kecerdasan Artifisial, Antisipasi Perubahan Mutu Pendidikan
Berdasarkan hasil rapat kerja dan pengawasan yang dilakukan Komisi IV DPRD Kota Bogor, terdapat dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Bogor kedepan. Pertama, peningkatan mutu tenaga pendidik. Menurut Riyan, untuk menciptakan generasi emas, perlu tenaga pendidik yang mumpuni.
Riyan mengungkapkan dengan adanya penambahan ruang kelas ataupun sekolah-sekolah baru, maka akan menghadirkan tantangan baru, yakni kurangnya tenaga didik yang harus diselesaikan.
Berdasarkan data yang ia pegang, tahun ini belum ada tenaga didik baru untuk mengajar di sekolah. Sementara ada 20 guru pensiun setiap bulannya. "Nah di sini tugas Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memastikan, setiap guru yang mengajar di Kota Bogor memiliki kapabilitas, maka harus diberikan pelatihan yang baik pula, serta perencanaan perekrutan yang jelas," ujarnya.
Kedua, Riyan menyinggung soal pemerataan dan akses fasilitas pendidikan. Menurutnya, pemerataan akses pendidikan masih jauh dari kata cukup. Baca juga: Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor, Adityawarman Apresiasi Peran Guru
Beberapa kelurahan yang berada di pinggiran kota masih belum memiliki sekolah negeri, dan sebarannya masih terpusat di tengah saja. Sehingga ia berharap dengan adanya program Bogor Cerdas yang dicanangkan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, pemerataan sekolah bisa tercapai.
"Selain itu, fokus utama kami juga akan memastikan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tepat sasaran sehingga tidak ada lagi peserta didik yang putus sekolah. Terkait fasilitas, saya berharap adanya penambahan sarana prasarana seperti meja dan bangku untuk ruang kelas yang harus diisi," tandasnya.
Riyan pun meminta komitmen Pemkot Bogor untuk tetap meningkatkan mutu pendidikan . "Harus ada komitmen dari Pemkot karena kami menginginkan mutu pendidikan yang naik kelas dengan pendidikan yang merata, aman dan nyaman bagi seluruh anak di Kota Bogor," katanya. Baca juga: Urgensi Koding dan Kecerdasan Artifisial, Antisipasi Perubahan Mutu Pendidikan
Berdasarkan hasil rapat kerja dan pengawasan yang dilakukan Komisi IV DPRD Kota Bogor, terdapat dua pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Pemkot Bogor kedepan. Pertama, peningkatan mutu tenaga pendidik. Menurut Riyan, untuk menciptakan generasi emas, perlu tenaga pendidik yang mumpuni.
Riyan mengungkapkan dengan adanya penambahan ruang kelas ataupun sekolah-sekolah baru, maka akan menghadirkan tantangan baru, yakni kurangnya tenaga didik yang harus diselesaikan.
Berdasarkan data yang ia pegang, tahun ini belum ada tenaga didik baru untuk mengajar di sekolah. Sementara ada 20 guru pensiun setiap bulannya. "Nah di sini tugas Dinas Pendidikan (Disdik) untuk memastikan, setiap guru yang mengajar di Kota Bogor memiliki kapabilitas, maka harus diberikan pelatihan yang baik pula, serta perencanaan perekrutan yang jelas," ujarnya.
Kedua, Riyan menyinggung soal pemerataan dan akses fasilitas pendidikan. Menurutnya, pemerataan akses pendidikan masih jauh dari kata cukup. Baca juga: Sidang Paripurna DPRD Kota Bogor, Adityawarman Apresiasi Peran Guru
Beberapa kelurahan yang berada di pinggiran kota masih belum memiliki sekolah negeri, dan sebarannya masih terpusat di tengah saja. Sehingga ia berharap dengan adanya program Bogor Cerdas yang dicanangkan Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dan Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, pemerataan sekolah bisa tercapai.
"Selain itu, fokus utama kami juga akan memastikan penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tepat sasaran sehingga tidak ada lagi peserta didik yang putus sekolah. Terkait fasilitas, saya berharap adanya penambahan sarana prasarana seperti meja dan bangku untuk ruang kelas yang harus diisi," tandasnya.
(poe)
Lihat Juga :