TNI dan Pemda Bangun Jalan dan Jembatan di Pelosok Kolaka Timur
Senin, 15 Desember 2025 - 12:51 WIB
loading...
A
A
A
Choky menambahkan, buruknya infrastruktur di kawasan tersebut berdampak langsung pada tingginya biaya transportasi dan harga kebutuhan pokok. Ia mencontohkan harga beras yang di wilayah perkotaan sekitar Rp600 ribu per 50 kilogram, namun di desa-desa terpencil ini bisa mencapai Rp1 juta.
“Biaya transportasi dari desa ke kota sekali jalan bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Jika pulang pergi, dalam sehari bisa menghabiskan sekitar Rp300 ribu. Inilah pentingnya pembangunan jalan dan jembatan menuju tiga desa di wilayah ujung tersebut,” ujar Choky.
Baca juga: Akses ke Lokasi Bencana Sumatera Terputus, TNI Bangun 6 Jembatan Bailey
Selain pengaspalan jalan, TMMD ke-126 juga merehabilitasi jembatan penghubung Desa Alaha dan Desa Tonggauna yang sebelumnya hampir roboh. Kini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui kembali secara normal. Choky mengaku terharu melihat partisipasi masyarakat dalam proses perbaikan jembatan tersebut.
“Hampir seluruh masyarakat Desa Alaha, Tonggauna, dan Purau datang membantu tanpa diminta. Mereka bersama prajurit TNI bahkan menginap di sekitar jembatan. Kayu-kayu besar untuk landasan jembatan diangkat bersama-sama dari hutan. Ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tutur Choky.
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD di Kolaka Timur juga melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan stunting, kesehatan, bahaya narkoba, hingga pembinaan wawasan kebangsaan.
“Kami membangun lima sumur bor untuk kebutuhan air bersih, merehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta memberikan penyuluhan-penyuluhan,” jelasnya.
Bupati Kolaka Timur Yosep Sahaka menyampaikan apresiasi atas keberhasilan program TMMD ke-126 dan berharap program tersebut dapat kembali dilaksanakan di wilayahnya pada tahun mendatang.
“Sekarang masyarakat di sana sudah tersenyum ketika melintas di wilayah tersebut. Daerah yang sebelumnya sering tergenang air kini sudah tidak lagi. Jembatan menuju kawasan transmigrasi yang hampir roboh juga kini sudah bisa dilalui dengan normal,” ujar Yosep.
Letkol Inf. Choky Gunawan menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung di sejumlah wilayah terpencil Kabupaten Kolaka Timur menjadi prioritas lanjutan setelah keberhasilan pelaksanaan TMMD ke-126. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses anak-anak menuju sekolah melalui pembangunan jembatan gantung di wilayah-wilayah tertentu di daerah-daerah terpencil.
“Biaya transportasi dari desa ke kota sekali jalan bisa mencapai Rp100 ribu hingga Rp150 ribu. Jika pulang pergi, dalam sehari bisa menghabiskan sekitar Rp300 ribu. Inilah pentingnya pembangunan jalan dan jembatan menuju tiga desa di wilayah ujung tersebut,” ujar Choky.
Baca juga: Akses ke Lokasi Bencana Sumatera Terputus, TNI Bangun 6 Jembatan Bailey
Selain pengaspalan jalan, TMMD ke-126 juga merehabilitasi jembatan penghubung Desa Alaha dan Desa Tonggauna yang sebelumnya hampir roboh. Kini, jembatan tersebut sudah dapat dilalui kembali secara normal. Choky mengaku terharu melihat partisipasi masyarakat dalam proses perbaikan jembatan tersebut.
“Hampir seluruh masyarakat Desa Alaha, Tonggauna, dan Purau datang membantu tanpa diminta. Mereka bersama prajurit TNI bahkan menginap di sekitar jembatan. Kayu-kayu besar untuk landasan jembatan diangkat bersama-sama dari hutan. Ini merupakan wujud nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tutur Choky.
Tak hanya pembangunan fisik, TMMD di Kolaka Timur juga melaksanakan berbagai kegiatan nonfisik, seperti penyuluhan stunting, kesehatan, bahaya narkoba, hingga pembinaan wawasan kebangsaan.
“Kami membangun lima sumur bor untuk kebutuhan air bersih, merehabilitasi dua unit rumah tidak layak huni (RTLH), serta memberikan penyuluhan-penyuluhan,” jelasnya.
Bupati Kolaka Timur Yosep Sahaka menyampaikan apresiasi atas keberhasilan program TMMD ke-126 dan berharap program tersebut dapat kembali dilaksanakan di wilayahnya pada tahun mendatang.
“Sekarang masyarakat di sana sudah tersenyum ketika melintas di wilayah tersebut. Daerah yang sebelumnya sering tergenang air kini sudah tidak lagi. Jembatan menuju kawasan transmigrasi yang hampir roboh juga kini sudah bisa dilalui dengan normal,” ujar Yosep.
Pembangunan Jembatan Gantung Jadi Prioritas TNI
Letkol Inf. Choky Gunawan menegaskan bahwa pembangunan jembatan gantung di sejumlah wilayah terpencil Kabupaten Kolaka Timur menjadi prioritas lanjutan setelah keberhasilan pelaksanaan TMMD ke-126. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses anak-anak menuju sekolah melalui pembangunan jembatan gantung di wilayah-wilayah tertentu di daerah-daerah terpencil.
Lihat Juga :