Bibit Siklon Intai Wilayah Indonesia, BNPB: Waspada Cuaca Ekstrem
Jum'at, 12 Desember 2025 - 22:25 WIB
loading...
Ilustrasi cuaca ekstrem. Dok Sindo
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi cuaca ekstrem. Cuaca ekstrem itu berpotensi terjadi akibat munculnya bibit siklon 91S dan 93S di sekitar Samudra Hindia.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa bibit siklon 91S yang berada di Samudra Hindia barat Lampung masih berpeluang memberikan dampak tidak langsung dalam sepekan ke depan.
"Bibit Siklon 91S dapat memicu hujan berintensitas sedang hingga lebat di Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung, serta angin kencang di pesisir barat Sumatera Barat dan Bengkulu," ujar Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Jumat (12/12/2025).
Bibit siklon 93S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba diperkirakan dapat membentuk daerah perlambatan angin atau konvergensi di Bali dan NTB. Angin kencang berpotensi melanda sejumlah daerah sepekan ke depan.
Baca Juga: Jalan Prapanca 5 Banjir, Belasan Motor Mogok
"Kondisi ini meningkatkan potensi angin kencang di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jakarta, NTB, Sulawesi Selatan, dan Maluku hingga sepekan ke depan," kata Aam, sapaan Abdul Muhari.
Aam menegaskan bahwa masyarakat perlu mewaspadai risiko banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang dapat dipicu oleh dua bibit siklon tersebut. "BNPB mengimbau mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem ," imbaunya.
BNPB juga mengingatkan sejumlah langkah pencegahan, seperti memangkas pohon yang rapuh, memeriksa kekuatan bangunan, menyimpan dokumen dan perangkat elektronik penting di tempat aman, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk tiga hari.
Aam menambahkan bahwa pemantauan cuaca harus dilakukan secara berkala melalui sumber resmi. "Jika hujan deras terjadi lebih dari satu jam, masyarakat hendaknya bersiap melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman," ujarnya.
Baca Juga: Gun Gun Heryanto: Pemerintah Harus Punya Protokol Komunikasi Bencana
Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bibit siklon tropis 93S tengah berkembang di Samudra Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara. Bibit siklon ini juga berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di sejumlah lokasi.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bibit siklon tropis 93S memang menjauhi wilayah Indonesia dan berpeluang rendah menjadi siklon tropis. Namun demikian, dampak tidak langsung pergerakan siklon tropis akan membuat sejumlah wilayah mengalami perubahan cuaca ekstrem.
"Secara tidak langsung, 93S juga memicu potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, yaitu hujan dengan intensitas sedang-lebat," ujar Guswanto dalam konferensi pers, Jumat (12/12/2025).
Adapun hujan intensitas sedang hingga lebat itu berpotensi terjadi di Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Selain hujan, fenomena ini juga akan berdampak pada berubahnya gelombang tinggi di sekitar laut Jawat Timur dan Bali.
"Berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi di pesisir selatan Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara," jelas Guswanto.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan agar seluruh pihak bersiaga menghadapi cuaca ekstrem dengan menerapkan prinsip early warning, melahirkan early action, untuk menuju zero victim.
Oleh karenanya, masyarakat diimbau tetap tenang, saling membantu, dan mengingatkan satu sama lain agar dapat melalui kejadian cuaca ekstrem dalam keadaan sehat dan selamat.
"Kami akan terus memonitor secara realtime perkembangan Siklon Tropis Bakung dan bibit 93S melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dan akan melaporkan secepatnya jika ada perubahan yang signifikan," pungkasnya.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan bahwa bibit siklon 91S yang berada di Samudra Hindia barat Lampung masih berpeluang memberikan dampak tidak langsung dalam sepekan ke depan.
"Bibit Siklon 91S dapat memicu hujan berintensitas sedang hingga lebat di Sumatera Barat, Bengkulu, dan Lampung, serta angin kencang di pesisir barat Sumatera Barat dan Bengkulu," ujar Abdul Muhari melalui keterangan resminya, Jumat (12/12/2025).
Bibit siklon 93S yang terpantau di Samudra Hindia selatan Pulau Sumba diperkirakan dapat membentuk daerah perlambatan angin atau konvergensi di Bali dan NTB. Angin kencang berpotensi melanda sejumlah daerah sepekan ke depan.
Baca Juga: Jalan Prapanca 5 Banjir, Belasan Motor Mogok
"Kondisi ini meningkatkan potensi angin kencang di Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jakarta, NTB, Sulawesi Selatan, dan Maluku hingga sepekan ke depan," kata Aam, sapaan Abdul Muhari.
Aam menegaskan bahwa masyarakat perlu mewaspadai risiko banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem yang dapat dipicu oleh dua bibit siklon tersebut. "BNPB mengimbau mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem ," imbaunya.
BNPB juga mengingatkan sejumlah langkah pencegahan, seperti memangkas pohon yang rapuh, memeriksa kekuatan bangunan, menyimpan dokumen dan perangkat elektronik penting di tempat aman, serta menyiapkan tas siaga bencana berisi kebutuhan dasar untuk tiga hari.
Aam menambahkan bahwa pemantauan cuaca harus dilakukan secara berkala melalui sumber resmi. "Jika hujan deras terjadi lebih dari satu jam, masyarakat hendaknya bersiap melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman," ujarnya.
Baca Juga: Gun Gun Heryanto: Pemerintah Harus Punya Protokol Komunikasi Bencana
Terpisah, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut bibit siklon tropis 93S tengah berkembang di Samudra Hindia sebelah selatan Bali-Nusa Tenggara. Bibit siklon ini juga berpotensi menyebabkan cuaca ekstrem di sejumlah lokasi.
Deputi Bidang Meteorologi BMKG Guswanto menjelaskan bibit siklon tropis 93S memang menjauhi wilayah Indonesia dan berpeluang rendah menjadi siklon tropis. Namun demikian, dampak tidak langsung pergerakan siklon tropis akan membuat sejumlah wilayah mengalami perubahan cuaca ekstrem.
"Secara tidak langsung, 93S juga memicu potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan, yaitu hujan dengan intensitas sedang-lebat," ujar Guswanto dalam konferensi pers, Jumat (12/12/2025).
Adapun hujan intensitas sedang hingga lebat itu berpotensi terjadi di Jawa Timur, Bali, hingga Nusa Tenggara Barat. Selain hujan, fenomena ini juga akan berdampak pada berubahnya gelombang tinggi di sekitar laut Jawat Timur dan Bali.
"Berpotensi terjadi di sebagian wilayah Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat, serta angin kencang dan gelombang tinggi berpotensi di pesisir selatan Jawa Timur, Bali hingga Nusa Tenggara," jelas Guswanto.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan agar seluruh pihak bersiaga menghadapi cuaca ekstrem dengan menerapkan prinsip early warning, melahirkan early action, untuk menuju zero victim.
Oleh karenanya, masyarakat diimbau tetap tenang, saling membantu, dan mengingatkan satu sama lain agar dapat melalui kejadian cuaca ekstrem dalam keadaan sehat dan selamat.
"Kami akan terus memonitor secara realtime perkembangan Siklon Tropis Bakung dan bibit 93S melalui Tropical Cyclone Warning Centre (TCWC) Jakarta dan akan melaporkan secepatnya jika ada perubahan yang signifikan," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :