Kisah Siswa Sekolah Rakyat di Jaktim, Dari Belum Pernah Menyentuh Laptop Kini Jadi Jago Desain Grafis
Jum'at, 12 Desember 2025 - 09:02 WIB
loading...
A
A
A
Di balik kecakapan digital mereka, ada pola hidup teratur yang mengakar. Sejak hari pertama, anak-anak dibiasakan bangun pagi, beribadah, senam, menjaga kebersihan diri, belajar, hingga refleksi malam bersama wali asuh.
"Pagi-pagi itu kita sudah membuat pola kehidupan anak, pola keteraturan hidup anak, kedisiplinannya sudah mulai terbentuk," jelas Regut.
Kedisiplinan ini pula yang membantu mereka mampu duduk fokus di depan laptop, sebuah kemampuan baru yang dulu nyaris mustahil mereka bayangkan.
Dengan bekal karakter kuat dan kemampuan digital yang terus diasah, Regut mulai merancang masa depan lebih besar untuk para siswa. "Ke depan pun nanti anak-anak ini kita arahkan untuk sekolah-sekolah yang unggulan, seperti Sekolah Garuda," kata Regut.
Kini, setiap goresan desain yang tampil di layar laptop bukan hanya karya latihan, melainkan pintu baru yang membawa mereka keluar dari keterbatasan.
Dari anak-anak yang pernah kesulitan belajar, kini tumbuh para desainer kecil yang percaya diri dan siap bersaing. Di Sekolah Rakyat, teknologi bukan sekadar mata pelajaran, tetapi jembatan menuju masa depan yang lebih terang.
"Pagi-pagi itu kita sudah membuat pola kehidupan anak, pola keteraturan hidup anak, kedisiplinannya sudah mulai terbentuk," jelas Regut.
Kedisiplinan ini pula yang membantu mereka mampu duduk fokus di depan laptop, sebuah kemampuan baru yang dulu nyaris mustahil mereka bayangkan.
Dengan bekal karakter kuat dan kemampuan digital yang terus diasah, Regut mulai merancang masa depan lebih besar untuk para siswa. "Ke depan pun nanti anak-anak ini kita arahkan untuk sekolah-sekolah yang unggulan, seperti Sekolah Garuda," kata Regut.
Kini, setiap goresan desain yang tampil di layar laptop bukan hanya karya latihan, melainkan pintu baru yang membawa mereka keluar dari keterbatasan.
Dari anak-anak yang pernah kesulitan belajar, kini tumbuh para desainer kecil yang percaya diri dan siap bersaing. Di Sekolah Rakyat, teknologi bukan sekadar mata pelajaran, tetapi jembatan menuju masa depan yang lebih terang.
(shf)
Lihat Juga :