Lapas Sibolga Dibuka Kembali, Tangis Keluarga Pecah pada Kunjungan Perdana
Selasa, 09 Desember 2025 - 22:15 WIB
loading...
Lapas Kelas IIA Sibolga kembali dibuka untuk melayani kunjungan keluarga setelah 13 hari ditutup. Foto/istimewa
A
A
A
SIBOLGA - Lapas Kelas IIA Sibolga kembali dibuka untuk melayani kunjungan keluarga setelah 13 hari terhenti akibat banjir besar yang melanda wilayah Sibolga dan sekitarnya.
Kalapas Sibolga Tri Purnomo mengatakan pembukaan layanan ini jadi momen yang dinanti-nantikan, baik oleh penghuni lapas maupun keluarganya, mengingat akses kunjungan sempat ditutup total karena kondisi darurat.
"Banjir parah yang terjadi sebelumnya dipicu oleh hujan deras berkepanjangan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Tinggi air bahkan dilaporkan mencapai bahu orang dewasa, termasuk merendam area dalam lapas. Kondisi itu menyebabkan lapas terisolasi selama dua hari, sementara sebagian wilayah Sibolga dan Tapteng terisolasi lebih dari satu minggu," kata Tri, Selasa (9/12/2025),
Baca juga: Jalur Tarutung ke Sibolga dan Padang Sidempuan Mulai Bisa Diakses
Selama peristiwa banjir, tercatat terdapat 954 warga binaan dan 109 petugas yang berada di dalam lapas. Meski diterjang bencana, seluruh proses pengamanan berjalan baik, dan kondisi WBP tetap terkendali.
Setelah normal, layanan kunjungan kembali dibuka dengan jadwal seperti biasa, namun penitipan barang masih ditutup sebagai bagian dari pemulihan operasional pascabencana.
Kalapas Sibolga beserta jajaran turut melakukan kunjung sapa kepada para keluarga yang datang sebagai bentuk dukungan moral atas musibah yang menimpa mereka. “Layanan kunjungan berjalan aman dan kondusif. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik meski baru pulih dari bencana,” ujar Tri Purnomo.
Baca juga: Wali Kota Sibolga Akhirnya Ditemukan! Terjebak Longsor, Jalan Kaki 4 Hari
Meski layanan kembali dibuka, jumlah pengunjung pada hari pertama masih relatif rendah. Tercatat hanya 104 orang keluarga WBP yang hadir. Kendala terbesar adalah akses jalan menuju Sibolga dari Tarutung yang belum bisa ditembus, sehingga pengunjung harus memutar melalui Subulussalam Aceh.
Kondisi ini membuat keluarga WBP yang tinggal di luar wilayah Sibolga sebagian besar belum dapat berkunjung. Namun, momen lapas buka kembali menjadi kebahagiaan tersendiri sekaligus haru dari wajah para penghuni lapas dan keluarga yang mengunjungi. Mereka akhirnya kembali bertemu keluarga setelah masa penuh ketidakpastian akibat banjir.
Pertemuan itu menjadi penyemangat bagi WBP yang selama bencana hanya dapat mengikuti perkembangan kondisi dari dalam lapas.
Dengan mulai pulihnya situasi dan berangsur stabilnya cuaca, pihak lapas berharap layanan kunjungan dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat—termasuk membuka kembali penitipan barang ketika kondisi sudah memungkinkan. Kalapas juga memastikan tidak ada korban jiwa, baik para WBP maupun petugas dalam peristiwa banjir itu.
Kalapas Sibolga Tri Purnomo mengatakan pembukaan layanan ini jadi momen yang dinanti-nantikan, baik oleh penghuni lapas maupun keluarganya, mengingat akses kunjungan sempat ditutup total karena kondisi darurat.
"Banjir parah yang terjadi sebelumnya dipicu oleh hujan deras berkepanjangan di Kota Sibolga dan Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Tinggi air bahkan dilaporkan mencapai bahu orang dewasa, termasuk merendam area dalam lapas. Kondisi itu menyebabkan lapas terisolasi selama dua hari, sementara sebagian wilayah Sibolga dan Tapteng terisolasi lebih dari satu minggu," kata Tri, Selasa (9/12/2025),
Baca juga: Jalur Tarutung ke Sibolga dan Padang Sidempuan Mulai Bisa Diakses
Selama peristiwa banjir, tercatat terdapat 954 warga binaan dan 109 petugas yang berada di dalam lapas. Meski diterjang bencana, seluruh proses pengamanan berjalan baik, dan kondisi WBP tetap terkendali.
Setelah normal, layanan kunjungan kembali dibuka dengan jadwal seperti biasa, namun penitipan barang masih ditutup sebagai bagian dari pemulihan operasional pascabencana.
Kalapas Sibolga beserta jajaran turut melakukan kunjung sapa kepada para keluarga yang datang sebagai bentuk dukungan moral atas musibah yang menimpa mereka. “Layanan kunjungan berjalan aman dan kondusif. Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik meski baru pulih dari bencana,” ujar Tri Purnomo.
Baca juga: Wali Kota Sibolga Akhirnya Ditemukan! Terjebak Longsor, Jalan Kaki 4 Hari
Meski layanan kembali dibuka, jumlah pengunjung pada hari pertama masih relatif rendah. Tercatat hanya 104 orang keluarga WBP yang hadir. Kendala terbesar adalah akses jalan menuju Sibolga dari Tarutung yang belum bisa ditembus, sehingga pengunjung harus memutar melalui Subulussalam Aceh.
Kondisi ini membuat keluarga WBP yang tinggal di luar wilayah Sibolga sebagian besar belum dapat berkunjung. Namun, momen lapas buka kembali menjadi kebahagiaan tersendiri sekaligus haru dari wajah para penghuni lapas dan keluarga yang mengunjungi. Mereka akhirnya kembali bertemu keluarga setelah masa penuh ketidakpastian akibat banjir.
Pertemuan itu menjadi penyemangat bagi WBP yang selama bencana hanya dapat mengikuti perkembangan kondisi dari dalam lapas.
Dengan mulai pulihnya situasi dan berangsur stabilnya cuaca, pihak lapas berharap layanan kunjungan dapat kembali normal sepenuhnya dalam waktu dekat—termasuk membuka kembali penitipan barang ketika kondisi sudah memungkinkan. Kalapas juga memastikan tidak ada korban jiwa, baik para WBP maupun petugas dalam peristiwa banjir itu.
(cip)
Lihat Juga :