Kapolri: 221 Jenazah Banjir Aceh-Sumatera Belum Teridentifikasi
Senin, 08 Desember 2025 - 11:16 WIB
loading...
Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebutkan masih adanya hambatan dalam proses identifikasi korban banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh. Foto/SindoNews
A
A
A
ACEH - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyebutkan masih adanya hambatan dalam proses identifikasi korban banjir dan longsor di Sumatera dan Aceh. Dari total 903 jenazah yang ditangani kepolisian, 221 di antaranya belum teridentifikasi.
Hal itu Sigit sampaikan saat mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di posko terpadu penangan bencana alam Aceh di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu, 7 Desember 2025.
“Terkait dengan kaitannya penanganan jenazah, khususnya yang belum teridentifikasi, dari 903 yang saat ini kami tangani, masih ada 221 yang belum teridentifikasi. Ini kadang kala membutuhkan tambahan terkait dengan tempat untuk menyimpan mayat,” kata Sigit dikutip Senin (8/12/2025).
Baca juga: Prabowo: Saya Tidak Mau Ada Pihak yang Gunakan Bencana untuk Perkaya Diri
Sigit menyebutkan, Polri telah menambah fasilitas darurat berupa cold storage di Sumatera Barat untuk menjaga kondisi jenazah hingga proses identifikasi selesai. “Karena itu memang juga menjadi salah satu yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar dia.
Terkait pengerahan anggota, Sigit menambahkan sebanyak 12.397 personel diturunkan. Kemudian, Polri juga menyiapkan kemampuan khusus dalam penanganan bencana berupa Disaster Victim Identification (DVI) dan trauma healing.
Baca juga: Prediksi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun: Hujan Sangat Lebat di Aceh, Sumut, Jawa, hingga Papua
“Karena memang biasanya ada jenazah-jenazah yang perlu diidentifikasi sehingga kemudian tetap menurunkan DVI,” ungkapnya.
Selain itu, Polri juga mengoperasikan sejumlah armada seperti kapal masing-masing 1 unit di Aceh dan Sumbar, serta 2 unit di Sumut. Selanjutnya pengerahan anjing pelacak juga dikerahkan, yaitu 15 personel dan 3 ekor K9 di Aceh, 14 personel dan 4 ekor di Sumut, serta 10 personel dan 10 ekor di Sumbar.
Hal itu Sigit sampaikan saat mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di posko terpadu penangan bencana alam Aceh di Pangkalan Udara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu, 7 Desember 2025.
“Terkait dengan kaitannya penanganan jenazah, khususnya yang belum teridentifikasi, dari 903 yang saat ini kami tangani, masih ada 221 yang belum teridentifikasi. Ini kadang kala membutuhkan tambahan terkait dengan tempat untuk menyimpan mayat,” kata Sigit dikutip Senin (8/12/2025).
Baca juga: Prabowo: Saya Tidak Mau Ada Pihak yang Gunakan Bencana untuk Perkaya Diri
Sigit menyebutkan, Polri telah menambah fasilitas darurat berupa cold storage di Sumatera Barat untuk menjaga kondisi jenazah hingga proses identifikasi selesai. “Karena itu memang juga menjadi salah satu yang dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar dia.
Terkait pengerahan anggota, Sigit menambahkan sebanyak 12.397 personel diturunkan. Kemudian, Polri juga menyiapkan kemampuan khusus dalam penanganan bencana berupa Disaster Victim Identification (DVI) dan trauma healing.
Baca juga: Prediksi Cuaca Ekstrem Akhir Tahun: Hujan Sangat Lebat di Aceh, Sumut, Jawa, hingga Papua
“Karena memang biasanya ada jenazah-jenazah yang perlu diidentifikasi sehingga kemudian tetap menurunkan DVI,” ungkapnya.
Selain itu, Polri juga mengoperasikan sejumlah armada seperti kapal masing-masing 1 unit di Aceh dan Sumbar, serta 2 unit di Sumut. Selanjutnya pengerahan anjing pelacak juga dikerahkan, yaitu 15 personel dan 3 ekor K9 di Aceh, 14 personel dan 4 ekor di Sumut, serta 10 personel dan 10 ekor di Sumbar.
(cip)
Lihat Juga :