166,8 Ton Logistik Disalurkan ke Daerah Terdampak Banjir di Aceh
Senin, 08 Desember 2025 - 07:41 WIB
loading...
Kondisi salah satu ruas jalan di Aceh Tamiang, Aceh masih berlumpur pada Sabtu (6/2026), usai dilanda banjir dan longsor. Foto/BNPB
A
A
A
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen Suharyanto melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto perkembangan distribusi bantuan logistik dan pemulihan jaringan komunikasi di Provinsi Aceh pasca bencana alam banjir bandang dan longsor. Menurut laporan BNPB, stok logistik di Aceh terpusat di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda.
Hingga hari ini, sebanyak 166,8 ton logistik telah disalurkan ke berbagai daerah kabupaten/kota. Sementara itu, buffer stock atau stok cadangan yang masih tersedia mencapai 103,7 ton.
Baca juga: Prabowo Minta Menkes Libatkan Dokter Magang Bantu Korban Bencana Sumatera
“Ini adalah barang-barang yang memang memerintahkan kita untuk menyalurkannya ke daerah. Banyak juga yang langsung ke kabupaten/kota, tidak melalui posko kami. Sehingga tentu saja di lapangan ini lebih banyak lagi, Bapak Presiden,” jelas Kepala BNPB saat rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo Subianto, dikutip Senin (8/12/2025).
Distribusi logistik yang disalurkan tidak hanya mencakup makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar masyarakat, seperti pakaian dan perlengkapan lainnya.
Lebih lanjut, ia melaporkan sejauh ini 15 wilayah yang terdampak banjir di Aceh telah mengalami pemulihan jaringan.
"Dari 18 kabupaten/kota yang terdampak di Provinsi Aceh, ini 15 sudah mulai pulih," kata Suharyanto.
Baca juga: Prabowo: Saya Tidak Mau Ada Pihak yang Gunakan Bencana untuk Perkaya Diri
Suharyanto menyebut 5 wilayah diantaranya masih menggunakan internet Starlink. Adapun 5 wilayah itu adalah Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.
"Ini secara berangsur-angsur akan kita normalkan, sehingga masyarakat ini dapat berkomunikasi ke luar. Tetapi tidak ada lagi yang sama sekali tidak bisa berkomunikasi, karena sudah kita mendorong internet Starlink dari berbagai kementerian/lembaga dan masyarakat," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa titik-titik seperti kantor Kodim, kantor Bupati, dan kantor pemerintahan yang kini menjadi pusat berkumpul masyarakat sudah mendapatkan dua hal sekaligus yaitu logistik dan akses sinyal internet.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Mendagri Copot Bupati yang Lari saat Bencana: Kalau Tentara Namanya Desersi Itu
"Tentu saja masih, masih kurang. Ini akan kita terus dorong. Nanti kami akan melaporkan barang-barang yang sangat diperlukan dan mendesak untuk tiga provinsi tersebut," paparnya.
Hingga hari ini, sebanyak 166,8 ton logistik telah disalurkan ke berbagai daerah kabupaten/kota. Sementara itu, buffer stock atau stok cadangan yang masih tersedia mencapai 103,7 ton.
Baca juga: Prabowo Minta Menkes Libatkan Dokter Magang Bantu Korban Bencana Sumatera
“Ini adalah barang-barang yang memang memerintahkan kita untuk menyalurkannya ke daerah. Banyak juga yang langsung ke kabupaten/kota, tidak melalui posko kami. Sehingga tentu saja di lapangan ini lebih banyak lagi, Bapak Presiden,” jelas Kepala BNPB saat rapat koordinasi bersama Presiden Prabowo Subianto, dikutip Senin (8/12/2025).
Distribusi logistik yang disalurkan tidak hanya mencakup makanan, tetapi juga berbagai kebutuhan dasar masyarakat, seperti pakaian dan perlengkapan lainnya.
Lebih lanjut, ia melaporkan sejauh ini 15 wilayah yang terdampak banjir di Aceh telah mengalami pemulihan jaringan.
"Dari 18 kabupaten/kota yang terdampak di Provinsi Aceh, ini 15 sudah mulai pulih," kata Suharyanto.
Baca juga: Prabowo: Saya Tidak Mau Ada Pihak yang Gunakan Bencana untuk Perkaya Diri
Suharyanto menyebut 5 wilayah diantaranya masih menggunakan internet Starlink. Adapun 5 wilayah itu adalah Aceh Tengah, Bener Meriah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Aceh Tamiang.
"Ini secara berangsur-angsur akan kita normalkan, sehingga masyarakat ini dapat berkomunikasi ke luar. Tetapi tidak ada lagi yang sama sekali tidak bisa berkomunikasi, karena sudah kita mendorong internet Starlink dari berbagai kementerian/lembaga dan masyarakat," jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa titik-titik seperti kantor Kodim, kantor Bupati, dan kantor pemerintahan yang kini menjadi pusat berkumpul masyarakat sudah mendapatkan dua hal sekaligus yaitu logistik dan akses sinyal internet.
Baca juga: Prabowo Perintahkan Mendagri Copot Bupati yang Lari saat Bencana: Kalau Tentara Namanya Desersi Itu
"Tentu saja masih, masih kurang. Ini akan kita terus dorong. Nanti kami akan melaporkan barang-barang yang sangat diperlukan dan mendesak untuk tiga provinsi tersebut," paparnya.
(shf)
Lihat Juga :