Kisah 30 Kopassus Nyamar Jadi Hantu Putih saat Taklukkan 3.000 Pemberontak di Kongo
Senin, 08 Desember 2025 - 05:41 WIB
loading...
A
A
A
Pasukan KONGA III mati-matian mempertahankan markasnya. Baku tembak sengit terjadi. Mulai dari jam 24.00 malam hingga dini hari. Jelang Subuh, para pemberontak berhasil dipukul mundur ke wilayah gurun pasir yang gersang.
Beruntung tidak ada pasukan KONGA III yang meninggal pada kejadian itu. Hanya beberapa tentara luka ringan. Akhirnya, pasukan perdamaian dari semua negara peserta yang bertugas langsung melakukan rapat koordinasi untuk melakukan pengejaran terhadap gerombolan pemberontak tadi.
Merespons serangan ini, maka dikirimkanlah pasukan KONGA III untuk mengejar gerombolan pemberontak. Sebanyak 30 personel Pasukan Kontingen Garuda (Konga) III berintikan pasukan Kopassus (dulu bernama RPKAD) menyamar dengan cara kulitnya dilumuri arang agar menyerupai warna kulit suku asli.
Akhirnya ditemukan markas gerombolan pemberontak tersebut ada di dekat Danau Tanganyika. Daerah itu dikenal sebagai wilayah "No Man Land” alias daerah tak bertuan yang merupakan daerah kekuasaan pemberontak.
Selama ini tidak pernah ada yang dapat memasuki daerah ini, termasuk Tentara Nasional Pemerintahan Kongo. Bahkan pernah ada kejadian sebanyak 2 kompi pasukan India diserang pemberontak saat berusaha masuk wilayah tersebut.
Setelah menemukan markas pemberontak tadi, pasukan Pasukan Konga III yang berjumlah 30 personel Kopassus beristirahat sambil menyusun rencana penyerangan. Di markas pemberontak itu terdapat 3.000 personel pasukan pemberontak dengan beberapa tank panzer dan RPG/bazzoka.
Berdasarkan informasi intelijen yang didapat Pasukan Konga III diketahui bahwa suku setempat, termasuk pemberontak sangat takut dengan mitos mistis cerita hantu putih. Sosok hantu putih itu konon memiliki bau bawang putih yang menyengat.
Mendengar informasi intelijen itu, ide cemerlang terbersit di kepala Pasukan Kopassus Konga III. Yakni menerapkan straegi unik dan tak lazim, yakni menyamar jadi hantu putih.
Mereka kemudian memakai jubah putih longgar yang diberi kayu di atas kepala agar bila terkena angin maka jubah putih tersebut melambai-lambai. Tak lupa setiap personel juga memakai rantai bawang putih yang dikalungkan di leher.
Dengan naik kapal yang dihitamkan, sesampai di pinggir danau, pasukan hantu putih Kopassus meloncat berhamburan keluar dari kapal. Mereka menyerbu pos terdepan musuh. Setelah menaklukan pos tersebut, pasukan menyerbu ke dalam markas pemberontak.
Beruntung tidak ada pasukan KONGA III yang meninggal pada kejadian itu. Hanya beberapa tentara luka ringan. Akhirnya, pasukan perdamaian dari semua negara peserta yang bertugas langsung melakukan rapat koordinasi untuk melakukan pengejaran terhadap gerombolan pemberontak tadi.
Merespons serangan ini, maka dikirimkanlah pasukan KONGA III untuk mengejar gerombolan pemberontak. Sebanyak 30 personel Pasukan Kontingen Garuda (Konga) III berintikan pasukan Kopassus (dulu bernama RPKAD) menyamar dengan cara kulitnya dilumuri arang agar menyerupai warna kulit suku asli.
Akhirnya ditemukan markas gerombolan pemberontak tersebut ada di dekat Danau Tanganyika. Daerah itu dikenal sebagai wilayah "No Man Land” alias daerah tak bertuan yang merupakan daerah kekuasaan pemberontak.
Selama ini tidak pernah ada yang dapat memasuki daerah ini, termasuk Tentara Nasional Pemerintahan Kongo. Bahkan pernah ada kejadian sebanyak 2 kompi pasukan India diserang pemberontak saat berusaha masuk wilayah tersebut.
Setelah menemukan markas pemberontak tadi, pasukan Pasukan Konga III yang berjumlah 30 personel Kopassus beristirahat sambil menyusun rencana penyerangan. Di markas pemberontak itu terdapat 3.000 personel pasukan pemberontak dengan beberapa tank panzer dan RPG/bazzoka.
Berdasarkan informasi intelijen yang didapat Pasukan Konga III diketahui bahwa suku setempat, termasuk pemberontak sangat takut dengan mitos mistis cerita hantu putih. Sosok hantu putih itu konon memiliki bau bawang putih yang menyengat.
Mendengar informasi intelijen itu, ide cemerlang terbersit di kepala Pasukan Kopassus Konga III. Yakni menerapkan straegi unik dan tak lazim, yakni menyamar jadi hantu putih.
Mereka kemudian memakai jubah putih longgar yang diberi kayu di atas kepala agar bila terkena angin maka jubah putih tersebut melambai-lambai. Tak lupa setiap personel juga memakai rantai bawang putih yang dikalungkan di leher.
Dengan naik kapal yang dihitamkan, sesampai di pinggir danau, pasukan hantu putih Kopassus meloncat berhamburan keluar dari kapal. Mereka menyerbu pos terdepan musuh. Setelah menaklukan pos tersebut, pasukan menyerbu ke dalam markas pemberontak.
Lihat Juga :