Banjir Rob Capai 1 Meter, Bongkar Muat di Pelabuhan Sunda Kelapa Terganggu
Sabtu, 06 Desember 2025 - 21:02 WIB
loading...
Bongkar muat di Pelabuhan Sunda Kelapa di Pademangan, Jakarta Utara terganggu akibat banjir rob. Foto/SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Banjir rob masih melanda daerah pesisir Jakarta Utara dalam beberapa hari terakhir ini. Salah satu yang terdampak adalah kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa di Pademangan, Jakarta Utara.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (6/12/2025) siang, kawasan tersebut masih terendam banjir rob dengan perkiraan ketinggian mencapai satu meter. Hal ini membuat aktivitas di jalan kawasan tersebut menjadi terganggu.
Praktis, jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh truk kontainer maupun kendaraan besar lainnya. Meski bisa melintas, antrean panjang terlihat imbas kendaraan yang lewat harus berjalan pelan menuju ke dalam Pelabuhan. Tak hanya jalan raya menuju Pelabuhan yang terimbas, tapi juga aktivitas bongkar muat barang juga ikut terganggu.
Baca juga: Satu RT di Kelurahan Ancol Terendam Banjir Rob Setinggi Satu Meter
Jupri, salah seorang supir truk kontainer menuturkan, ketinggian air di dalam Pelabuhan lebih tinggi dibanding yang berada di luar kawasan. "Macet, enggak bisa aksesnya. Gimana mau bongkar muat, di dalam lebih parah, di pelabuhan lebih parah," kata Jupri.
Alhasil, banyak para pekerja bongkar muat barang di Pelabuhan yang memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitasnya guna menghindari risiko yang tak diinginkan.
"Ya kegiatan dihentikan sementara lah, kegiatan enggak bisa. Kalau banjir gini gimana mau bongkar muat, barang-barang resiko ah. Nunggu air surut dulu gitu," ujarnya.
Baca juga: BPBD Jakarta Catat 23 RT dan 2 Ruas Jalan Tergenang Banjir Rob
Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob di 11 kelurahan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada 10 hari ke depan, atau tanggal 1-10 Desember 2025.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menuturkan, potensi rob pekan ini dihimpun dari informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang peringatan dini banjir pesisir (rob).
Adapun, 11 wilayah yang berpotensi banjir rob hingga 10 hari ke depan adalah Kelurahan Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok. Kemudian, Kepulauan Seribu juga berpotensi rob.
"Wilayah pesisir utara DKI Jakarta diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir," ucap Isnawa Senin, 1 Desember 2025.
Berdasarkan informasi BMKG, potensi banjir rob kali ini disebabkan adanya fenomena bulan purnama dan perigee (supermoon). "Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta. Puncak pasang maksimum terjadi sekitar pukul 07.00 WIB-13.00 WIB," tuturnya
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (6/12/2025) siang, kawasan tersebut masih terendam banjir rob dengan perkiraan ketinggian mencapai satu meter. Hal ini membuat aktivitas di jalan kawasan tersebut menjadi terganggu.
Praktis, jalan tersebut hanya bisa dilalui oleh truk kontainer maupun kendaraan besar lainnya. Meski bisa melintas, antrean panjang terlihat imbas kendaraan yang lewat harus berjalan pelan menuju ke dalam Pelabuhan. Tak hanya jalan raya menuju Pelabuhan yang terimbas, tapi juga aktivitas bongkar muat barang juga ikut terganggu.
Baca juga: Satu RT di Kelurahan Ancol Terendam Banjir Rob Setinggi Satu Meter
Jupri, salah seorang supir truk kontainer menuturkan, ketinggian air di dalam Pelabuhan lebih tinggi dibanding yang berada di luar kawasan. "Macet, enggak bisa aksesnya. Gimana mau bongkar muat, di dalam lebih parah, di pelabuhan lebih parah," kata Jupri.
Alhasil, banyak para pekerja bongkar muat barang di Pelabuhan yang memutuskan untuk menghentikan sementara aktivitasnya guna menghindari risiko yang tak diinginkan.
"Ya kegiatan dihentikan sementara lah, kegiatan enggak bisa. Kalau banjir gini gimana mau bongkar muat, barang-barang resiko ah. Nunggu air surut dulu gitu," ujarnya.
Baca juga: BPBD Jakarta Catat 23 RT dan 2 Ruas Jalan Tergenang Banjir Rob
Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta meminta masyarakat mewaspadai potensi banjir pesisir atau rob di 11 kelurahan Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu pada 10 hari ke depan, atau tanggal 1-10 Desember 2025.
Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji menuturkan, potensi rob pekan ini dihimpun dari informasi BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Maritim Tanjung Priok tentang peringatan dini banjir pesisir (rob).
Adapun, 11 wilayah yang berpotensi banjir rob hingga 10 hari ke depan adalah Kelurahan Kamal Muara, Kapuk Muara, Penjaringan, Pluit, Ancol, Kamal, Marunda, Cilincing, Kalibaru, Muara Angke, dan Tanjung Priok. Kemudian, Kepulauan Seribu juga berpotensi rob.
"Wilayah pesisir utara DKI Jakarta diimbau agar dapat mengantisipasi dampak pasang maksimum air laut yang berpotensi terjadinya banjir pesisir," ucap Isnawa Senin, 1 Desember 2025.
Berdasarkan informasi BMKG, potensi banjir rob kali ini disebabkan adanya fenomena bulan purnama dan perigee (supermoon). "Fenomena ini berpotensi meningkatkan ketinggian pasang air laut maksimum berupa banjir pesisir atau rob di wilayah pesisir utara Jakarta. Puncak pasang maksimum terjadi sekitar pukul 07.00 WIB-13.00 WIB," tuturnya
(cip)
Lihat Juga :