Bantu Korban Bencana Sumatera, PGN-Pertamina Sinergi Bangun Air Bersih dan Suplai Dapur Umum
Sabtu, 06 Desember 2025 - 14:02 WIB
loading...
Pembangunan instalasi air bersih untuk korban bencana di kawasan kilang minyak Refinery Unit (RU) Pertamina, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Foto: Ist
A
A
A
LANGKAT - Membantu korban banjir bandang dan longsor Sumatera. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) dan PT Pertamina berkolaborasi membangun air bersih dan menyuplai dapur umum. Bantuan tersebut berlokasi di kawasan kilang minyak Refinery Unit (RU) Pertamina, Pangkalan Brandan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.
General Manager PGN Regional Sumatera Andi Sangga mengatakan, dukungan logistik dapur umum menjadi prioritas utama karena kebutuhan akan makanan masih menjadi tantangan terbesar di posko-posko pengungsian.
Baca juga: Penyaluran Bantuan Bencana di Langkat Dioptimalkan, Hunian Sementara Mulai Disiapkan
“Hari ini kami mendukung Posko Pertamina Peduli di RU Pangkalan Brandan melalui dukungan logistik dapur umum. Dalam situasi bencana, makanan siap saji menjadi sumber energi bagi masyarakat untuk segera pulih, untuk itu kami berusaha memenuhi kebutuhan tersebut secepat mungkin,” ujar Andi, Sabtu (6/12/2025).
Senior Supervisor RU II Area Pangkalan Brandan Raden Cepih Herdanu Nugraha menuturkan Pertamina memastikan dapur umum dapat beroperasi setiap hari agar masyarakat terdampak memiliki akses terhadap makanan bergizi, aman, dan higienis secara konsisten.
"Pengelolaan posko dilakukan oleh tim gabungan dari Pertamina Group, relawan, dan unsur masyarakat setempat. Ditargetkan dapur umum bisa menyiapkan 2.000 porsi makanan per hari. Proses memasak pun dilakukan secara terpusat untuk menjaga standar kebersihan serta memudahkan distribusi," katanya.
Selain dapur umum, PGN juga membantu menyiapkan instalasi filter air darurat untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih. Saat ini Water Treatment Plant milik RU II Area P Brandan masih dalam proses perbaikan akibat mesin terendam banjir saat bencana melanda area plant.
Selama ini, masyarakat mengandalkan fasilitas air bersih dari RU Brandan melalui tangki Damkar yang semakin terbatas akibat tingginya permintaan pascabencana. Instalasi ini menggunakan kombinasi sistem penyaringan modern untuk mengubah air dari sumber lokal menjadi air layak konsumsi dan siap minum.
Dengan teknologi tersebut, air dapat langsung digunakan untuk memasak, minum, serta kebutuhan dasar pengungsi dan relawan di lapangan.
“Instalasi sudah berjalan dan akan terus dimonitor efektivitas pasokan dan realibilitas teknis mesin. Kami berharap nantinya warga Brandan sekitarnya dapat mengambil air bersih ke sini untuk kebutuhan selama masa darurat,” ujar Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo Adhi.
Dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian PGN dalam memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat. “Kami memastikan dukungan yang diberikan mampu menjangkau kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari makanan siap saji hingga suplai air bersih,” ucapnya.
General Manager PGN Regional Sumatera Andi Sangga mengatakan, dukungan logistik dapur umum menjadi prioritas utama karena kebutuhan akan makanan masih menjadi tantangan terbesar di posko-posko pengungsian.
Baca juga: Penyaluran Bantuan Bencana di Langkat Dioptimalkan, Hunian Sementara Mulai Disiapkan
“Hari ini kami mendukung Posko Pertamina Peduli di RU Pangkalan Brandan melalui dukungan logistik dapur umum. Dalam situasi bencana, makanan siap saji menjadi sumber energi bagi masyarakat untuk segera pulih, untuk itu kami berusaha memenuhi kebutuhan tersebut secepat mungkin,” ujar Andi, Sabtu (6/12/2025).
Senior Supervisor RU II Area Pangkalan Brandan Raden Cepih Herdanu Nugraha menuturkan Pertamina memastikan dapur umum dapat beroperasi setiap hari agar masyarakat terdampak memiliki akses terhadap makanan bergizi, aman, dan higienis secara konsisten.
"Pengelolaan posko dilakukan oleh tim gabungan dari Pertamina Group, relawan, dan unsur masyarakat setempat. Ditargetkan dapur umum bisa menyiapkan 2.000 porsi makanan per hari. Proses memasak pun dilakukan secara terpusat untuk menjaga standar kebersihan serta memudahkan distribusi," katanya.
Selain dapur umum, PGN juga membantu menyiapkan instalasi filter air darurat untuk membantu pemenuhan kebutuhan air bersih. Saat ini Water Treatment Plant milik RU II Area P Brandan masih dalam proses perbaikan akibat mesin terendam banjir saat bencana melanda area plant.
Selama ini, masyarakat mengandalkan fasilitas air bersih dari RU Brandan melalui tangki Damkar yang semakin terbatas akibat tingginya permintaan pascabencana. Instalasi ini menggunakan kombinasi sistem penyaringan modern untuk mengubah air dari sumber lokal menjadi air layak konsumsi dan siap minum.
Dengan teknologi tersebut, air dapat langsung digunakan untuk memasak, minum, serta kebutuhan dasar pengungsi dan relawan di lapangan.
“Instalasi sudah berjalan dan akan terus dimonitor efektivitas pasokan dan realibilitas teknis mesin. Kami berharap nantinya warga Brandan sekitarnya dapat mengambil air bersih ke sini untuk kebutuhan selama masa darurat,” ujar Division Head CSR PGN Krisdyan Widagdo Adhi.
Dukungan tersebut merupakan bentuk kepedulian PGN dalam memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi selama masa tanggap darurat. “Kami memastikan dukungan yang diberikan mampu menjangkau kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari makanan siap saji hingga suplai air bersih,” ucapnya.
(jon)
Lihat Juga :