Dispusip DKI Jakarta Perkuat Akses Literasi lewat Pojok Baca
Jum'at, 05 Desember 2025 - 19:27 WIB
loading...
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta dan komunitas Bale Buku Jakarta mengadakan kegiatan Optimalisasi Pojok Baca Rusunawa Nagrak. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Provinsi DKI Jakarta berkolaborasi dengan komunitas Bale Buku Jakarta mengadakan kegiatan Optimalisasi Pojok Baca Rusunawa Nagrak. Kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk memperluas akses literasi, meningkatkan budaya baca, dan memperkuat sumber daya manusia.
Kepala Bidang Deposit dan Pengembangan Perpustakaan (Debangpus) Dispusip DKI Jakarta, Gigih Primada Leogusta menjelaskan, program Pojok Baca merupakan amanat Perda No 2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan yang bertujuan membangun budaya gemar membaca di Jakarta.
Baca juga: Festival Literasi Perpusnas 2025 Jadi Ajang Apresiasi dan Penggerak Budaya Baca Nasional
“Hadirnya Pojok Baca di Rusunawa Nagrak merupakan wujud komitmen Dispusip Provinsi DKI Jakarta dalam merespons aspirasi masyarakat,” ujar Gigih, dikutip Jumat (5/12/2025).
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Jhonny Simanjuntak menambahkan, pojok baca di rusunawa bukan hanya sarana literasi, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak untuk bermimpi lebih tinggi. Dengan fasilitas rusunawa yang terus berkembang, komunitas semakin hidup.
“Peran para ibu sebagai pendidik utama menjadikan pojok baca semakin bermakna dalam menumbuhkan generasi berwawasan luas dan berpotensi besar,” katanya.
Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Wilayah III Vita Nurviatin menyampaikan antusias warga dalam memanfaatkan fasilitas baca yang ada di rusunawa serta pentingnya penyediaan buku dan sumber pengetahuan fisik di tengah era teknologi digital. Khususnya bagi anak-anak dan remaja penghuni rusunawa.
Baca juga: 400 Siswa SMP di Bali Tak Bisa Baca, Mendikdasmen Ungkap Penyebabnya
"Kita menyadari bahwa di tengah era teknologi digital, menyediakan akses yang mudah terhadap buku dan sumber pengetahuan fisik menjadi sangat penting, terutama bagi anak-anak dan remaja rusun" sebutnya.
Sepanjang tahun 2025, Dispusip DKI Jakarta telah menghadirkan 102 fasilitas pojok baca baru, terdiri dari 38 pojok baca konvensional dan 64 titik baca digital. Dengan demikian, total fasilitas pojok baca yang telah dihadirkan Dispusip di seluruh wilayah Jakarta mencapai 1.174 lokasi, tersebar di RPTRA, stasiun, terminal, RSUD, puskesmas, sekolah, balai warga, taman publik, serta berbagai unit layanan publik pemerintah maupun kementerian/lembaga.
Pojok Baca Rusunawa Nagrak dibangun melalui kolaborasi Dispusip Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Rusunawa Nagrak Provinsi DKI Jakarta, dengan komunitas Bale Buku Jakarta. Kolaborasi keduanya benar-benar menghadirkan dampak nyata.
“Kehadiran mobil layanan perpustakaan keliling, program mendongeng, hingga pengembangan pojok baca membuat budaya literasi di rusun semakin hidup dan disambut antusias oleh Masyarakat,” ujar Fajar Alvarisi, Ketua Komunitas Bale Buku Jakarta.
Kepala Bidang Deposit dan Pengembangan Perpustakaan (Debangpus) Dispusip DKI Jakarta, Gigih Primada Leogusta menjelaskan, program Pojok Baca merupakan amanat Perda No 2 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Perpustakaan yang bertujuan membangun budaya gemar membaca di Jakarta.
Baca juga: Festival Literasi Perpusnas 2025 Jadi Ajang Apresiasi dan Penggerak Budaya Baca Nasional
“Hadirnya Pojok Baca di Rusunawa Nagrak merupakan wujud komitmen Dispusip Provinsi DKI Jakarta dalam merespons aspirasi masyarakat,” ujar Gigih, dikutip Jumat (5/12/2025).
Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Fraksi PDIP Jhonny Simanjuntak menambahkan, pojok baca di rusunawa bukan hanya sarana literasi, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak untuk bermimpi lebih tinggi. Dengan fasilitas rusunawa yang terus berkembang, komunitas semakin hidup.
“Peran para ibu sebagai pendidik utama menjadikan pojok baca semakin bermakna dalam menumbuhkan generasi berwawasan luas dan berpotensi besar,” katanya.
Kepala Unit Pengelola Rumah Susun Wilayah III Vita Nurviatin menyampaikan antusias warga dalam memanfaatkan fasilitas baca yang ada di rusunawa serta pentingnya penyediaan buku dan sumber pengetahuan fisik di tengah era teknologi digital. Khususnya bagi anak-anak dan remaja penghuni rusunawa.
Baca juga: 400 Siswa SMP di Bali Tak Bisa Baca, Mendikdasmen Ungkap Penyebabnya
"Kita menyadari bahwa di tengah era teknologi digital, menyediakan akses yang mudah terhadap buku dan sumber pengetahuan fisik menjadi sangat penting, terutama bagi anak-anak dan remaja rusun" sebutnya.
Sepanjang tahun 2025, Dispusip DKI Jakarta telah menghadirkan 102 fasilitas pojok baca baru, terdiri dari 38 pojok baca konvensional dan 64 titik baca digital. Dengan demikian, total fasilitas pojok baca yang telah dihadirkan Dispusip di seluruh wilayah Jakarta mencapai 1.174 lokasi, tersebar di RPTRA, stasiun, terminal, RSUD, puskesmas, sekolah, balai warga, taman publik, serta berbagai unit layanan publik pemerintah maupun kementerian/lembaga.
Pojok Baca Rusunawa Nagrak dibangun melalui kolaborasi Dispusip Provinsi DKI Jakarta, Unit Pengelola Rusunawa Nagrak Provinsi DKI Jakarta, dengan komunitas Bale Buku Jakarta. Kolaborasi keduanya benar-benar menghadirkan dampak nyata.
“Kehadiran mobil layanan perpustakaan keliling, program mendongeng, hingga pengembangan pojok baca membuat budaya literasi di rusun semakin hidup dan disambut antusias oleh Masyarakat,” ujar Fajar Alvarisi, Ketua Komunitas Bale Buku Jakarta.
(shf)
Lihat Juga :