Bantuan Makan-Minum Aman Tersedia, Kini Warga Agam Butuh Rumah Sementara

Jum'at, 05 Desember 2025 - 17:42 WIB
loading...
Bantuan Makan-Minum...
Neng Hartati (48), korban terdampak banjir asal Nagari Salareh Aia, Kabupaten Palembayan, Agam, Sumatera Barat. Foto/Istimewa
A A A
AGAM - Bantuan seperti makan, minum, dan tempat pengungsian disediakan cepat oleh pemerintah untuk warga terdampak bencana di wilayah Sumatera dan Aceh. Neng Hartati (48), korban terdampak banjir asal Nagari Salareh Aia, Kabupaten Palembayan, Agam, Sumatera Barat, pun merasa cukup dengan logistik yang tak henti-hentinya mengalir untuk tempat pengungsian.

Namun, kini Neng dan puluhan pengungsi lain di pos pengungsian Nagari Salareh Aia butuh rumah sementara untuk tinggal. Seminggu di posko pengungsian, dia harus berdesakan dengan pengungsi lain.

"Penginnya dibikinkan rumah sementara dulu. Kalau bisa direlokasi ke tempat yang aman. Di posko ini banyak orang, ada anak-anak, bapak-bapak. Kami berharap Bapak Presiden (Prabowo Subianto) bisa membantu," kata Neng di lokasi pengungsian, Kamis (4/12/2025).

Bantuan Makan-Minum Aman Tersedia, Kini Warga Agam Butuh Rumah Sementara


Baca juga: Kisah Pilu Guru di Pidie Jaya Selamatkan Diri ke Atap Rumah, Bertahan Hidup 3 Hari Hanya dengan Air Hujan



Selain itu, Neng yang rumahnya rusak terhantam banjir, juga kesulitan mengakses air bersih. "Sumur bor hanya ada di rumah sebagian tetangga. Kami numpang saja," tutur Neng.

Bantuan Makan-Minum Aman Tersedia, Kini Warga Agam Butuh Rumah Sementara


Neng Hartati adalah satu dari ratusan warga yang rumahnya terdampak banjir di Palembayan yang terjadi pada Kamis (27/11/2025). Dia bercerita, sore itu sekitar pukul 17.00 WIB, air deras tiba-tiba mendekat dari arah belakang permukiman rumahnya.

Dalam hitungan detik, perempuan yang lahir dan besar di Nagari Salareh Aia itu harus berlari menuju tempat berlindung, sekitar empat rumah dari kediamannya. "Airnya besar sekali, gemuk. Kami sudah jatuh-jatuh semua. Cuma bisa berlindung di belakang dapur rumah orang,” kata Neng.

Arus air terus membesar. Warga yang tengah berupaya menyelamatkan diri tak sanggup lagi bergerak jauh. Mereka akhirnya berpegangan pada dinding dapur dan menunggu air mereda. Namun, hujan kembali turun, air kembali pasang.

Neng bersama sembilan orang lainnya terpaksa naik ke loteng rumah warga dan berdiam di sana hingga pukul 20.00 WIB. "Kami terdampar sepuluh orang. Gelap, air di bawah masih deras, lampu mati. Cuma senter saja yang dipakai,” ujarnya.

Dalam keadaan mencekam itu, anak laki-lakinya yang berusia 11 tahun terpisah darinya. Anak itu terseret arus bersama empat temannya. Neng sempat berusaha mengejar, namun terhalang kayu-kayu besar yang dibawa aliran banjir.

"Alhamdulillah, kelimanya selamat. Saya baru ketemu anak saya pukul 22:00 WIB di posko," ucapnya.

Setelah air surut, warga menunggu bantuan datang. Keluarga dari Pasaman kemudian tiba dan membantu mereka berjalan keluar melalui lumpur hingga mencapai jembatan dan lokasi aman lainnya.

Neng baru menengok rumahnya pada Rabu (3/12) atau enam hari setelah kejadian. Sebagian rumahnya sudah tertimbun lumpur, termasuk dua mobil yang terparkir di dalamnya.

"Hati saya hancur. Rumah sudah tertinggung lumpur. Tidak ada lagi yang bisa diselamatkan," katanya.

Di posko, ia sudah tinggal selama satu minggu. Rasa trauma masih membekas. Suaminya yang bekerja di pabrik sawit mendapat izin khusus untuk mengurus keluarga setelah rumah mereka dinyatakan rusak total.

Neng mengaku sudah tidak bisa lagi tinggal di rumahnya saat ini walaupun nantinya bisa diperbaiki karena masih trauma.
(rca)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Fakta Gempa Kerak...
6 Fakta Gempa Kerak Dangkal M6,7 di Jalur Sesar Aktif Sulawesi Tengah
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
BMKG: 9 Gempa Susulan...
BMKG: 9 Gempa Susulan Terjadi Pascagempa M6,7 di Palu
BNPB: Bencana Banjir...
BNPB: Bencana Banjir hingga Karhutla Melanda 4 Daerah
Gempa M7,7 Filipina...
Gempa M7,7 Filipina Picu Tsunami di Indonesia, BMKG: Tidak Masuk Zona Megathrust
Tsunami Terjadi di 3...
Tsunami Terjadi di 3 Wilayah Indonesia Pascagempa 7,7 di Filipina, BMKG: Ketinggian 9-18 Cm
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
KPK Telusuri Pembelian...
KPK Telusuri Pembelian Rumah Rp4 Miliar Fadia Arafiq di Cibubur
Rekomendasi
Israel Terus Serang...
Israel Terus Serang Lebanon, Utusan AS Kirim Negosiator ke Jenewa
Wapres Vance Batalkan...
Wapres Vance Batalkan Kunjungan ke Jenewa, Swiss: Perundingan AS-Iran Ditunda
Kritik Pemadaman Listrik,...
Kritik Pemadaman Listrik, Komisi VI DPR: Tidak Boleh Lagi Terjadi
Berita Terkini
Jakarta Rawan Sinkhole,...
Jakarta Rawan Sinkhole, Wagub DKI Rano: Ada Daerah Berpotensi Ambles
Pramono Dampingi Megawati...
Pramono Dampingi Megawati Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi
Kukuhkan Kepengurusan...
Kukuhkan Kepengurusan Nasional, GPIM Komitmen Sukseskan Program Prabowo
DPRD Kota Bandung Resmi...
DPRD Kota Bandung Resmi Sahkan Perda Pengendalian Perilaku Seksual Berisiko
HUT ke-499 Jakarta,...
HUT ke-499 Jakarta, Pramono Bakal Resmikan Ruang Publik di Rasuna Said dan Stasiun KRL JIS
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi...
Ombudsman Mengaku Dihalang-halangi saat Sidak Lapas Kelas IIA Cibinong
Infografis
Bahaya Minum Es Teh...
Bahaya Minum Es Teh usai Makan, Ini Efek Sampingnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved