Banjir Rob Rendam Subang, 861 Rumah dan 2.648 Warga Terdampak
Jum'at, 05 Desember 2025 - 14:54 WIB
loading...
Banjir rob merendam wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, sejak Kamis (4/12/2025) kemarin. Banjir menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan. Foto/BNPB
A
A
A
SUBANG - Banjir rob merendam wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, sejak Kamis (4/12/2025) kemarin. Banjir dipicu hujan lebat yang menyebabkan kenaikan permukaan air laut dan menggenangi permukiman warga di beberapa kecamatan.
Banjir rob tercatat berdampak pada wilayah Kecamatan Legon Kulon (Desa Mayangan dan Desa Legon), Kecamatan Pusakanagara (Desa Patimban), serta Kecamatan Blanakan (Desa Muara). Ratusan rumah di sejumlah kecamatan tersebut dilaporkan terendam.
Baca juga: Terendam Banjir Rob, Warga Blok Empang Muara Angke Tetap Bertahan di Rumahnya
“Berdasarkan data sementara, sebanyak 861 kepala keluarga atau 2.648 jiwa terdampak banjir tersebut, dan sekitar 861 rumah warga turut terendam,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Jumat (5/12/2025).
Dia menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Subang melakukan kaji cepat serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan di lokasi. Hingga saat ini, dilaporkan masih banyak rumah warga yang terendam banjir rob.
“Situasi di lapangan hingga saat ini, air masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian 20 hingga 50 cm. Sejumlah akses jalan di beberapa titik terputus akibat genangan sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan,” jelasnya.
Baca juga: 11 RT di Kawasan Dermaga Ujung Muara Angke Terendam Banjir Rob
BNPB mencatat kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik bagi warga yang terdampak dan mengalami keterbatasan aktivitas akibat genangan banjir rob.
Banjir rob tercatat berdampak pada wilayah Kecamatan Legon Kulon (Desa Mayangan dan Desa Legon), Kecamatan Pusakanagara (Desa Patimban), serta Kecamatan Blanakan (Desa Muara). Ratusan rumah di sejumlah kecamatan tersebut dilaporkan terendam.
Baca juga: Terendam Banjir Rob, Warga Blok Empang Muara Angke Tetap Bertahan di Rumahnya
“Berdasarkan data sementara, sebanyak 861 kepala keluarga atau 2.648 jiwa terdampak banjir tersebut, dan sekitar 861 rumah warga turut terendam,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari, Jumat (5/12/2025).
Dia menambahkan bahwa BPBD Kabupaten Subang melakukan kaji cepat serta berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan di lokasi. Hingga saat ini, dilaporkan masih banyak rumah warga yang terendam banjir rob.
“Situasi di lapangan hingga saat ini, air masih menggenangi rumah warga dengan ketinggian 20 hingga 50 cm. Sejumlah akses jalan di beberapa titik terputus akibat genangan sehingga menghambat mobilitas masyarakat dan distribusi bantuan,” jelasnya.
Baca juga: 11 RT di Kawasan Dermaga Ujung Muara Angke Terendam Banjir Rob
BNPB mencatat kebutuhan mendesak saat ini meliputi bantuan logistik bagi warga yang terdampak dan mengalami keterbatasan aktivitas akibat genangan banjir rob.
(shf)
Lihat Juga :