BMKG Ingatkan Cuaca Sumut Masih Dinamis: Waspada, Jangan Panik
Jum'at, 05 Desember 2025 - 07:39 WIB
loading...
Kota Medan, Sumatera Utara. Foto/Dok Dzikry Subhanie
A
A
A
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG ) Wilayah I Medan mengimbau masyarakat Sumatera Utara (Sumut) untuk mengutamakan informasi cuaca dari sumber resmi dan tepercaya. Hal ini penting seiring maraknya penyebaran informasi yang tidak terverifikasi di media sosial maupun aplikasi pesan.
"Ini harus kami sampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kepastian kondisi cuaca pascabangkitnya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah," ungkap Forecaster BMKG Wilayah I Medan Endah Paramita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/12/2025).
Di tengah beredarnya ragam informasi cuaca di media sosial, BMKG kembali menekankan pentingnya literasi informasi publik. "Kalau ada informasi yang meragukan, silakan hubungi kami. Pastikan apakah benar dari BMKG atau bukan," imbau Endah.
BMKG Wilayah I Medan menyediakan kanal resmi untuk permintaan data dan klarifikasi informasi cuaca, baik melalui website, call center, maupun media sosial terverifikasi.
Baca Juga: Said Didu Soal Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera: Itu Serakahnomics, Hutan Lindung pun Diembat
Pada kesempatan tersebut Endah Paramita mengakui bahwa perkembangan cuaca terkini di Sumut menunjukkan dinamika yang masih perlu dicermati, khususnya terkait potensi hujan pada awal hingga pertengahan Desember.
Ia menegaskan, kondisi global saat ini sebenarnya relatif tidak signifikan untuk memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Namun, faktor-faktor regional dan lokal masih berperan dalam menjaga peluang hujan di beberapa kawasan.
Menurut Endah, sejumlah indikator global cuaca berada pada kondisi yang tidak secara khusus memperkuat potensi peningkatan curah hujan. "MJO, IOD, dan OLR (Madden-Julian Oscillation, Indian Ocean Dipole, dan Outgoing Longwave Radiation) dalam beberapa hari ini tidak terlalu mendukung terbentuknya awan hujan di Indonesia, termasuk di Sumatera bagian barat," ujarnya.
MJO, IOD, dan OLR adalah fenomena atau parameter atmosfer yang digunakan BMKG untuk menganalisis dan memprediksi pola cuaca, terutama di Indonesia, karena dapat memengaruhi curah hujan dan potensi cuaca ekstrem.
Meski demikian, wilayah Sumatera Utara dikatakan Endah tidak sepenuhnya bebas dari potensi hujan. Faktor regional berupa belokan angin dan konvergensi udara masih terpantau jelas, terutama pada jalur timur Sumatera.
"Masih ada belokan angin yang menumpuk di wilayah pesisir timur. Itulah sebabnya potensi hujan ringan hingga sedang masih bisa terjadi," jelasnya.
Fenomena atmosfer inilah yang menyebabkan kejadian hujan beberapa hari terakhir, meski kondisi global cenderung tenang. BMKG memprediksi potensi hujan pada Dasarian I dan II Desember masih akan terjadi di beberapa wilayah prioritas, yaitu Langkat, Medan, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
Selain itu, kawasan pantai barat dan wilayah pegunungan Sumut masih menyimpan peluang hujan yang perlu diantisipasi oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
"Secara umum, curah hujan bulan Desember diperkirakan menurun dibanding November. Namun ini bukan berarti potensi hujan hilang. Kewaspadaan tetap penting," kata Endah.
BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah tetap terus memantau perkembangan cuaca harian, terutama di lokasi-lokasi yang sudah memiliki kerentanan bencana.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memperbarui informasi dan memberikan peringatan dini kepada publik dan pemangku kepentingan di daerah. Informasi cuaca harian dan peringatan dini dapat diakses melalui aplikasi dan website resmi BMKG, kanal media sosial BMKG Wilayah I Medan, layanan informasi cuaca di posko-posko pengendali bencana daerah, serta mitigasi cuaca melalui koordinasi dengan BPBD, pemda, dan instansi terkait.
BMKG pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada, tidak panik, dan mengedepankan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
"Ini harus kami sampaikan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan kepastian kondisi cuaca pascabangkitnya bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah," ungkap Forecaster BMKG Wilayah I Medan Endah Paramita dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/12/2025).
Di tengah beredarnya ragam informasi cuaca di media sosial, BMKG kembali menekankan pentingnya literasi informasi publik. "Kalau ada informasi yang meragukan, silakan hubungi kami. Pastikan apakah benar dari BMKG atau bukan," imbau Endah.
BMKG Wilayah I Medan menyediakan kanal resmi untuk permintaan data dan klarifikasi informasi cuaca, baik melalui website, call center, maupun media sosial terverifikasi.
Baca Juga: Said Didu Soal Gelondongan Kayu di Banjir Sumatera: Itu Serakahnomics, Hutan Lindung pun Diembat
Pada kesempatan tersebut Endah Paramita mengakui bahwa perkembangan cuaca terkini di Sumut menunjukkan dinamika yang masih perlu dicermati, khususnya terkait potensi hujan pada awal hingga pertengahan Desember.
Ia menegaskan, kondisi global saat ini sebenarnya relatif tidak signifikan untuk memicu peningkatan pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia. Namun, faktor-faktor regional dan lokal masih berperan dalam menjaga peluang hujan di beberapa kawasan.
Menurut Endah, sejumlah indikator global cuaca berada pada kondisi yang tidak secara khusus memperkuat potensi peningkatan curah hujan. "MJO, IOD, dan OLR (Madden-Julian Oscillation, Indian Ocean Dipole, dan Outgoing Longwave Radiation) dalam beberapa hari ini tidak terlalu mendukung terbentuknya awan hujan di Indonesia, termasuk di Sumatera bagian barat," ujarnya.
MJO, IOD, dan OLR adalah fenomena atau parameter atmosfer yang digunakan BMKG untuk menganalisis dan memprediksi pola cuaca, terutama di Indonesia, karena dapat memengaruhi curah hujan dan potensi cuaca ekstrem.
Meski demikian, wilayah Sumatera Utara dikatakan Endah tidak sepenuhnya bebas dari potensi hujan. Faktor regional berupa belokan angin dan konvergensi udara masih terpantau jelas, terutama pada jalur timur Sumatera.
"Masih ada belokan angin yang menumpuk di wilayah pesisir timur. Itulah sebabnya potensi hujan ringan hingga sedang masih bisa terjadi," jelasnya.
Fenomena atmosfer inilah yang menyebabkan kejadian hujan beberapa hari terakhir, meski kondisi global cenderung tenang. BMKG memprediksi potensi hujan pada Dasarian I dan II Desember masih akan terjadi di beberapa wilayah prioritas, yaitu Langkat, Medan, Deli Serdang, dan Serdang Bedagai.
Selain itu, kawasan pantai barat dan wilayah pegunungan Sumut masih menyimpan peluang hujan yang perlu diantisipasi oleh masyarakat maupun pemerintah daerah.
"Secara umum, curah hujan bulan Desember diperkirakan menurun dibanding November. Namun ini bukan berarti potensi hujan hilang. Kewaspadaan tetap penting," kata Endah.
Kondisi Terkini Wilayah Banjir dan Longsor
Endah menegaskan bahwa kondisi cuaca dalam sepekan ke depan masih memerlukan perhatian. "Pertumbuhan awan masih terjadi, meski tidak signifikan. Daerah seperti Tapanuli Selatan, Langkat, Deli Serdang, dan Medan masih memiliki potensi hujan dalam beberapa hari ke depan."BMKG meminta masyarakat dan pemerintah daerah tetap terus memantau perkembangan cuaca harian, terutama di lokasi-lokasi yang sudah memiliki kerentanan bencana.
Dengan kondisi cuaca yang masih dinamis, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memperbarui informasi dan memberikan peringatan dini kepada publik dan pemangku kepentingan di daerah. Informasi cuaca harian dan peringatan dini dapat diakses melalui aplikasi dan website resmi BMKG, kanal media sosial BMKG Wilayah I Medan, layanan informasi cuaca di posko-posko pengendali bencana daerah, serta mitigasi cuaca melalui koordinasi dengan BPBD, pemda, dan instansi terkait.
BMKG pun mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tetap waspada, tidak panik, dan mengedepankan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan.
(zik)
Lihat Juga :