Jaringan Komunikasi Pulih, Warga Terdampak Banjir-Longsor di Tapanuli Tengah Lancar Bertukar Kabar
Rabu, 03 Desember 2025 - 17:57 WIB
loading...
Pemerintah mempercepat penyaluran makanan, obat-obatan dan pemulihan komunikasi untuk korban banjir dan longsor di Sumatera melalui jalur darat, laut dan udara. Foto/Ist
A
A
A
TAPANULI TENGAH - Pemerintah mempercepat penyaluran makanan dan obat-obatan melalui jalur darat, laut dan udara. Selain itu juga berupaya mempercepat pemulihan jaringan komunikasi bagi para warga terdampak bencana banjir dan longsor di Sumatera untuk saling bertukar kabar.
Kemudahan komunikasi ini membuat para pengungsi merasa lebih tenang selama tinggal sementara di pos-pos pengungsian. Hal ini diakui oleh Nur Asia Pasaribu (60), salah satu pengungsi banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Selasa (2/12/2025).
Baca juga: Banjir Sumatera Tak Ditetapkan Darurat Bencana Nasional, Menko PMK: Penanganan Full Nasional
Nur mengisahkan, saat kejadian pada Rabu pagi pekan lalu, listrik padam dan jaringan komunikasi terputus. Ia sempat kesulitan mengabari sanak saudaranya di Sibolga.
“Baru saya minta bantuan ke Tim SAR. Jadi mereka mengasih jaringan dengan video call sama saudara-saudara atau anak saya. Dan mereka mengetahui keadaan saya selamat,” ucap Nur penuh syukur.
Pemerintah telah menyalurkan puluhan perangkat komunikasi Starlink ke sejumlah titik bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk di Tapanuli Tengah dan wilayah-wilayah lain yang terisolasi karena akses jalan terputus.
Nur sangat bersyukur atas kemudahan komunikasi tersebut. “Terima kasih sudah memberikan akses untuk mengetahui keadaan keluarga-keluarga yang terkena musibah banjir,” sambungnya.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 753 Orang Tewas, 650 Hilang
Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima selama di pengungsian, sembari berharap pemulihan pascabencana dapat dipercepat.
“Kepada Bapak Presiden Prabowo, mohon maaf, Pak. Kami sudah terima bantuan, tetapi kami masih meminta bantuan karena banyak rumah masyarakat yang rusak. Mohon bantuannya, Pak, supaya masyarakat Tapanuli Tengah bisa kembali ke rumahnya. Dan akses, terutama listrik, supaya cepat dikondisikan,” pintanya.
Harapan serupa disampaikan oleh pengungsi lainnya, Teti Boru Gultom. Warga Desa Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, ini berharap pemerintah segera memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
“Bersyukur. Bersyukur kali, Pak. Masih ada lagi (bantuan) kayak gini, Pak. Tapi Pak Presiden, minta tolong kampung kami biar bisa lagi layak kami tempati, Pak. Semoga Bapak Presiden diberikan umur panjang, sehat,” ujarnya.
Kemudahan komunikasi ini membuat para pengungsi merasa lebih tenang selama tinggal sementara di pos-pos pengungsian. Hal ini diakui oleh Nur Asia Pasaribu (60), salah satu pengungsi banjir di GOR Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Selasa (2/12/2025).
Baca juga: Banjir Sumatera Tak Ditetapkan Darurat Bencana Nasional, Menko PMK: Penanganan Full Nasional
Nur mengisahkan, saat kejadian pada Rabu pagi pekan lalu, listrik padam dan jaringan komunikasi terputus. Ia sempat kesulitan mengabari sanak saudaranya di Sibolga.
“Baru saya minta bantuan ke Tim SAR. Jadi mereka mengasih jaringan dengan video call sama saudara-saudara atau anak saya. Dan mereka mengetahui keadaan saya selamat,” ucap Nur penuh syukur.
Pemerintah telah menyalurkan puluhan perangkat komunikasi Starlink ke sejumlah titik bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, termasuk di Tapanuli Tengah dan wilayah-wilayah lain yang terisolasi karena akses jalan terputus.
Nur sangat bersyukur atas kemudahan komunikasi tersebut. “Terima kasih sudah memberikan akses untuk mengetahui keadaan keluarga-keluarga yang terkena musibah banjir,” sambungnya.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 753 Orang Tewas, 650 Hilang
Ia juga menyampaikan terima kasih atas bantuan yang diterima selama di pengungsian, sembari berharap pemulihan pascabencana dapat dipercepat.
“Kepada Bapak Presiden Prabowo, mohon maaf, Pak. Kami sudah terima bantuan, tetapi kami masih meminta bantuan karena banyak rumah masyarakat yang rusak. Mohon bantuannya, Pak, supaya masyarakat Tapanuli Tengah bisa kembali ke rumahnya. Dan akses, terutama listrik, supaya cepat dikondisikan,” pintanya.
Harapan serupa disampaikan oleh pengungsi lainnya, Teti Boru Gultom. Warga Desa Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, ini berharap pemerintah segera memperbaiki rumah-rumah warga yang terdampak banjir.
“Bersyukur. Bersyukur kali, Pak. Masih ada lagi (bantuan) kayak gini, Pak. Tapi Pak Presiden, minta tolong kampung kami biar bisa lagi layak kami tempati, Pak. Semoga Bapak Presiden diberikan umur panjang, sehat,” ujarnya.
(shf)
Lihat Juga :