Tim SAR Temukan 4 Jenazah Korban Longsor di Desa Sibalanga Tapanuli Utara
Rabu, 03 Desember 2025 - 08:58 WIB
loading...
Tim SAR Gabungan kembali menemukan sebanyak empat jenazah korban tanah longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara. Foto/Istimewa
A
A
A
TAPANULI UTARA - Tim SAR Gabungan kembali menemukan sebanyak empat jenazah korban tanah longsor di Desa Sibalanga, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara. Empat korban ditemukan dalam operasi SAR pada Selasa (2/12/2025).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika keempat korban di antaranya Nita (23), Nurhayanti Nat (24), Yolanda (23) dan Erna (45). "Empat korban berhasil ditemukan dalam rentang waktu pencarian mulai pagi hingga sore hari," ujar Hery dalam keterangannya dikutip, Rabu (3/12/2025).
Hery menjelaskan setiap korban yang ditemukan langsung dievakuasi ke titik aman dan langsung menjalani proses identifikasi. Hery menyebut di lokasi kejadian material longsor masih sangat tebal dan menghambat operasi SAR. Belum lagi, wilayah tersebut juga masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 753 Orang Tewas, 650 Hilang
"Namun semangat personel tidak pernah surut. Berkat sinergi Tim SAR Gabungan, hari ini kita kembali menemukan empat korban. Semua telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak terkait untuk proses lebih lanjut," tutur dia.
Adapun Tim SAR Gabungan juga memperluas sektor pencarian dengan membagi tim ke beberapa zona. Hal ini dilakukan untuk mencari korban-korban lain yang dilaporkan hilang.
"Besok pagi seluruh unsur SAR akan kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran. Kami berkomitmen untuk menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang dengan tetap mengutamakan keselamatan personel," jelas Hery.
Sebagai informasi, bencana longsor terjadi pada Kamis, (27/11) sore setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Adian Koting selama beberapa hari berturut-turut. Tekstur tanah yang labil serta kemiringan lereng yang curam menyebabkan material berupa tanah, batu, dan pohon besar meluncur deras dan menimbun beberapa rumah warga di Desa Sibalanga.
Sejak menerima informasi kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan langsung memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi dan bergabung dengan unsur SAR lainnya meliputi TNI-Polri, BPBD, Pemkab Tapanuli Utara, perangkat desa, relawan, serta masyarakat sekitar.
Operasi SAR dilakukan dengan perpaduan teknik manual dan penggunaan alat berat jenis excavator dengan pengawasan ketat demi menghindari pergeseran material yang berpotensi membahayakan korban maupun personel.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan Hery Marantika keempat korban di antaranya Nita (23), Nurhayanti Nat (24), Yolanda (23) dan Erna (45). "Empat korban berhasil ditemukan dalam rentang waktu pencarian mulai pagi hingga sore hari," ujar Hery dalam keterangannya dikutip, Rabu (3/12/2025).
Hery menjelaskan setiap korban yang ditemukan langsung dievakuasi ke titik aman dan langsung menjalani proses identifikasi. Hery menyebut di lokasi kejadian material longsor masih sangat tebal dan menghambat operasi SAR. Belum lagi, wilayah tersebut juga masih berpotensi mengalami longsor susulan.
Baca juga: Update Korban Bencana Sumatera: 753 Orang Tewas, 650 Hilang
"Namun semangat personel tidak pernah surut. Berkat sinergi Tim SAR Gabungan, hari ini kita kembali menemukan empat korban. Semua telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak terkait untuk proses lebih lanjut," tutur dia.
Adapun Tim SAR Gabungan juga memperluas sektor pencarian dengan membagi tim ke beberapa zona. Hal ini dilakukan untuk mencari korban-korban lain yang dilaporkan hilang.
"Besok pagi seluruh unsur SAR akan kembali melanjutkan pencarian dengan memperluas area penyisiran. Kami berkomitmen untuk menemukan seluruh korban yang masih dinyatakan hilang dengan tetap mengutamakan keselamatan personel," jelas Hery.
Sebagai informasi, bencana longsor terjadi pada Kamis, (27/11) sore setelah hujan deras mengguyur wilayah Kecamatan Adian Koting selama beberapa hari berturut-turut. Tekstur tanah yang labil serta kemiringan lereng yang curam menyebabkan material berupa tanah, batu, dan pohon besar meluncur deras dan menimbun beberapa rumah warga di Desa Sibalanga.
Sejak menerima informasi kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Medan langsung memberangkatkan satu tim rescue menuju lokasi dan bergabung dengan unsur SAR lainnya meliputi TNI-Polri, BPBD, Pemkab Tapanuli Utara, perangkat desa, relawan, serta masyarakat sekitar.
Operasi SAR dilakukan dengan perpaduan teknik manual dan penggunaan alat berat jenis excavator dengan pengawasan ketat demi menghindari pergeseran material yang berpotensi membahayakan korban maupun personel.
(rca)
Lihat Juga :