Pengasuh Pesantren Buntet Minta Rais Aam, Ketum, dan Sekjen PBNU Mundur

Selasa, 02 Desember 2025 - 21:53 WIB
loading...
Pengasuh Pesantren Buntet...
Pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Buntet KH Faris Fuad Hasyim meminta Rais Aam, Ketua Umum, dan Sekjen untuk secara ksatria mengundurkan diri dari PBNU. FOTO/IST
A A A
CIREBON - Pengasuh Pondok Pesantren Nadwatul Ummah Buntet KH Faris Fuad Hasyim meminta Rais Aam PBNU KH Miftahul Ahyar, Ketua Umum PBNU KH Yahya C Staquf, dan Sekjen PBNU KH Saifullah Yusuf untuk secara ksatria mengundurkan diri dari PBNU. Langkah ini dipandang sebagai solusi terbaik untuk menyelesaikan gejolak konflik yang terjadi di tubuh ormas Islam terbesar di Indonesia tersebut.

"Jadi menurut saya tidak hanya Gus Yahya yang harus dicopot, Rais Aam harus dicopot, Sekjennya juga harus dicopot. Jadi segera usulkan Muktamar Luar Biasa (MLB) NU. Kalau MLB ini tidak bisa terselenggara hari ini, boleh kita menunggu muktamar ke depan dengan catatan ketiga figur tersebut dimohon tidak mencalonkan diri," kata KH Faris Fuad Hasyim, Selasa (2/12/2025).

Gus Faris, sapaan akrab-KH Faris Fuad Hasyim, mengatakan saat ini ada perbedaan pola perjuangan para pengurus NU. Dia menceritakan bagaimana perjuangan KH Fuad Hasyim yang tidak hanya waktu dan pikiran tetapi juga rela menyerahkan semua harta benda demi Nahdlatul Ulama (NU).

"Pernah suatu ketika pembangunan kantor PBNU yang dikomandani KH Manarul Hidayat. Saat diminta bantuan beliau dengan enteng menjual tanah yang ada, bahkan hingga menjual satu-satunya mobil kesayangan beliau," ujarnya.

Gus Faris menyampaikan kekecewaannya atas konflik yang terjadi di tubuh PBNU. Ia menegaskan bahwa persoalan yang muncul belakangan ini merupakan yang paling kompleks dalam sejarah organisasi tersebut. Sejak kecil ia selalu bertanya-tanya mengenai besarnya kecintaan sang ayah, yang ia panggil abah, terhadap NU. Menurutnya, jawaban sang abah sangat sederhana namun bermakna, mencintai NU sama dengan mencintai Indonesia.

"Abah itu pernah menasihati putra-putranya, jangan minta apa-apa kepada NU, tetapi kalau punya apa-apa berikan pada NU," tuturnya.

Terkait polemik pencopotan Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf oleh jajaran Syuriah PBNU, Gus Faris menyatakan bahwa langkah tersebut seharusnya tidak berhenti di situ. Ia menilai Rais Aam PBNU KH Miftahul Ahyar dan Sekretaris Jenderal PBNU KH Saifullah Yusuf juga sepatutnya mengundurkan diri.

"Kenapa mereka harus mundur? Karena di bawah kepemimpinan tiga orang ini, PBNU paling bermasalah dalam sejarah," ujarnya.

Menurut Gus Faris, berbagai persoalan yang muncul di PBNU periode ini berakar dari kesalahan dalam proses rekrutmen pengurus. Ia mencontohkan penunjukan Mardani Maming sebagai bendahara umum PBNU, yang kemudian ditangkap oleh KPK terkait kasus gratifikasi tambang saat menjabat sebagai Bupati Tanah Bumbu.

"Ironisnya, sesaat setelah ditangkap, Ketum PBNU malah konferensi pers akan melakukan pendampingan hukum. Harusnya ketum bilang Maming kami berhentikan dan kami hormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berjalan," tegasnya.

Lebih jauh, ia menyoroti masalah pengelolaan tambang yang memicu munculnya banyak faksi di tubuh PBNU. Menurut Gus Faris, masing-masing faksi berlomba untuk mengelola tambang yang diberikan oleh mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Dan dalam analisa saya mereka berlomba mengelola tambang itu bukan untuk kebesaran PBNU, tetapi untuk kepentingan atau keuntungan pribadi maupun kelompok. Padahal dalam Bahtsul Masail 2012, PBNU menegaskan pengelolaan tambang haram jika dilakukan swasta," tambahnya.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Bertemu PWNU dan PCNU...
Bertemu PWNU dan PCNU se-Bengkulu, Gus Salam: Soliditasnya Bisa Jadi Teladan PBNU
Calon Ketum PBNU Gus...
Calon Ketum PBNU Gus Salam Sowan ke Rais Syuriyah dan Ketua PWNU Sulsel
Nahdliyin Muda Batang:...
Nahdliyin Muda Batang: Siapa pun Ketum PBNU Harus Bisa Memperkuat Posisi NU
Iduladha 1447 Hijriah,...
Iduladha 1447 Hijriah, PW ISNU Aceh Salurkan Hewan Kurban ke Tiga Kabupaten-Kota
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
Rekomendasi
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Austria Ungguli Yordania...
Austria Ungguli Yordania 1-0 di Babak Pertama, Gol Roket Schmid Jadi Pembeda
BTS Rilis Spotify Music...
BTS Rilis Spotify Music Video Merry Go Round dari Album ARIRANG, Tayang 19 Juni
Berita Terkini
Aliansi Masyarakat Jakarta...
Aliansi Masyarakat Jakarta Timur Minta Program MBG Dilanjutkan
Polisi Persilakan Tiyo...
Polisi Persilakan Tiyo Ardianto Bikin Laporan Dugaan Temuan Alat Pelacak di Mobil
Kasus Andrie Yunus,...
Kasus Andrie Yunus, Koordinator Kontras Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Akses Jalan Medan Merdeka...
Akses Jalan Medan Merdeka Selatan ke Patung Kuda Ditutup Imbas Demo Serikat Pekerja
Galungan Jadi Momentum...
Galungan Jadi Momentum Jaga Budaya Bali, Partai Perindo Ajak Perkuat Persatuan
Gempa M 5,0 Guncang...
Gempa M 5,0 Guncang NTT, Tidak Berpotensi Tsunami
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved