Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia Dorong Kolaborasi Dalam Program Pemerintah
Minggu, 30 November 2025 - 23:11 WIB
loading...
Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi antarstakeholders dalam program pemerintah. Foto/istimewa
A
A
A
JAKARTA - Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi antarstakeholders dalam program pemerintah. Sebagai mitra strategis pemerintah, Kadin akan terus mendukung upaya membangun ekonomi yang kuat, produktif, efisien, dan kompetitif.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia M. Arsjad Rasjid P.M. saat acara Gathering, Charity and Golf Tournament di Sedayu Indo Golf, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Arsjad mengatakan, acara ini digelar sebagai sarana komunikasi dan pengerat tali silaturahmi antara para pemangku kepentingan dunia usaha. Acara ini menghadirkan para pengurus Dewan Pertimbangan Kadin dari berbagai daerah, pengurus Kadin Indonesia, sejumlah anggota DPR serta perwakilan asosiasi pengusaha.
Baca juga: Teken MoU, Kemenekraf Janjikan Banyak Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Kadin di 2026
"Dunia usaha berperan strategis dalam mendukung program pemerintah. Karena itu kolaborasi antarstakeholders perlu dibangun tidak hanya di ruang formal, tetapi juga melalui ruang-ruang komunikasi informal, melalui medium interaksi sosial seperti gelaran olahraga bersama agar tercipta sinergi yang lebih luwes dan akrab," ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Kolaborasi ini juga mencakup aksi kepedulian sosial berupa penggalangan dana untuk membantu kaum dhuafa. Dana yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Wantim Kadin Arsjad Rasjid juga menginisiasi donasi khusus untuk korban bencana di Sumatera, dengan menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar sebagai bentuk solidaritas dunia usaha terhadap masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Ketua Kadin Soroti Potensi Besar Industri Kreatif: Sudah di Depan Mata, Tinggal Dikapitalisasi
Dia menerangkan acara Gathering, Charity & Golf Tournament merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Dewan Pertimbangan Kadin dalam menyambut Rapimnas Kadin Indonesia 2025. Sebelumnya, Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia telah menggelar Rapat Pleno dan Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin di Mangkuluhur Artotel Suites Jakarta, Jumat, 28 November 2025.
"Interaksi dan komunikasi yang terbangun diharapkan menjadi sarana untuk menyerap berbagai aspirasi yang selanjutnya bisa dirumuskan dan disampaikan dalam Rapimnas Kadin," terang Arsjad.
Dia menilai pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% membutuhkan kerja semua pemangku kepentingan. Kolaborasi juga dibutuhkan dalam merealisasikan Visi Indonesia Emas 2045, terutama menjadikan Indonesia masuk dalam lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
Salah seorang perwakilan DPR RI yang hadir dalam acara ini adalah Andi Achmad Dara, anggota Komisi XI DPR RI. Dia mengungkapkan, Dewan Pertimbangan Kadin merupakan mitra strategis DPR.
Komunikasi dan sinergi antara kedua lembaga terjalin baik, antara lain terwujud dalam keberadaan beberapa wakil DPR RI dalam kepengurusan Dewan Pertimbangan (Wantim) Kadin. Sejumlah kegiatan diskusi yang digelar Wantim pun kerap kali dihadiri anggota DPR RI.
"Apalagi saat ini terdapat belasan RUU bidang ekonomi yang masuk Prolegnas dan membutuhkan masukan dari dunia usaha, terutama Kadin, seperti RUU Kadin, RUU Sistem Perekonomian Nasional, RUU Perindustrian, RUU Kawasan Industri, RUU Komoditas Strategis, dan lain-lain," urai Andi A Dara.
Dia berharap kolaborasi antara Wantim Kadin dan DPR bisa menopang kerja-kerja pemerintah dalam pencapaian program-program pembangunan, terutama di sektor ekonomi.
Hal itu disampaikan Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia M. Arsjad Rasjid P.M. saat acara Gathering, Charity and Golf Tournament di Sedayu Indo Golf, Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara.
Arsjad mengatakan, acara ini digelar sebagai sarana komunikasi dan pengerat tali silaturahmi antara para pemangku kepentingan dunia usaha. Acara ini menghadirkan para pengurus Dewan Pertimbangan Kadin dari berbagai daerah, pengurus Kadin Indonesia, sejumlah anggota DPR serta perwakilan asosiasi pengusaha.
Baca juga: Teken MoU, Kemenekraf Janjikan Banyak Kolaborasi Ekonomi Kreatif dengan Kadin di 2026
"Dunia usaha berperan strategis dalam mendukung program pemerintah. Karena itu kolaborasi antarstakeholders perlu dibangun tidak hanya di ruang formal, tetapi juga melalui ruang-ruang komunikasi informal, melalui medium interaksi sosial seperti gelaran olahraga bersama agar tercipta sinergi yang lebih luwes dan akrab," ujarnya, Minggu (30/11/2025).
Kolaborasi ini juga mencakup aksi kepedulian sosial berupa penggalangan dana untuk membantu kaum dhuafa. Dana yang terkumpul selanjutnya akan disalurkan kepada kelompok masyarakat yang membutuhkan.
Ketua Wantim Kadin Arsjad Rasjid juga menginisiasi donasi khusus untuk korban bencana di Sumatera, dengan menyerahkan bantuan senilai Rp1 miliar sebagai bentuk solidaritas dunia usaha terhadap masyarakat yang terdampak.
Baca juga: Ketua Kadin Soroti Potensi Besar Industri Kreatif: Sudah di Depan Mata, Tinggal Dikapitalisasi
Dia menerangkan acara Gathering, Charity & Golf Tournament merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang digelar Dewan Pertimbangan Kadin dalam menyambut Rapimnas Kadin Indonesia 2025. Sebelumnya, Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia telah menggelar Rapat Pleno dan Forum Komunikasi Anggota Luar Biasa (ALB) Kadin di Mangkuluhur Artotel Suites Jakarta, Jumat, 28 November 2025.
"Interaksi dan komunikasi yang terbangun diharapkan menjadi sarana untuk menyerap berbagai aspirasi yang selanjutnya bisa dirumuskan dan disampaikan dalam Rapimnas Kadin," terang Arsjad.
Dia menilai pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8% membutuhkan kerja semua pemangku kepentingan. Kolaborasi juga dibutuhkan dalam merealisasikan Visi Indonesia Emas 2045, terutama menjadikan Indonesia masuk dalam lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia.
Salah seorang perwakilan DPR RI yang hadir dalam acara ini adalah Andi Achmad Dara, anggota Komisi XI DPR RI. Dia mengungkapkan, Dewan Pertimbangan Kadin merupakan mitra strategis DPR.
Komunikasi dan sinergi antara kedua lembaga terjalin baik, antara lain terwujud dalam keberadaan beberapa wakil DPR RI dalam kepengurusan Dewan Pertimbangan (Wantim) Kadin. Sejumlah kegiatan diskusi yang digelar Wantim pun kerap kali dihadiri anggota DPR RI.
"Apalagi saat ini terdapat belasan RUU bidang ekonomi yang masuk Prolegnas dan membutuhkan masukan dari dunia usaha, terutama Kadin, seperti RUU Kadin, RUU Sistem Perekonomian Nasional, RUU Perindustrian, RUU Kawasan Industri, RUU Komoditas Strategis, dan lain-lain," urai Andi A Dara.
Dia berharap kolaborasi antara Wantim Kadin dan DPR bisa menopang kerja-kerja pemerintah dalam pencapaian program-program pembangunan, terutama di sektor ekonomi.
(cip)
Lihat Juga :