Update Banjir-Longsor Sumut: 166 Orang Meninggal, 143 Masih Hilang
Sabtu, 29 November 2025 - 19:05 WIB
loading...
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan data terbaru korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut). Foto/YouTube SindoNews
A
A
A
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan data terbaru korban meninggal dunia akibat bencana banjir dan longsor di Sumatera Utara (Sumut). Disebutkan, saat ini terdapat 166 orang dinyatakan meninggal dunia.
"Korban jiwa yang kemarin 116 jiwa, sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat konferensi pers di akun YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (29/11/2025).
Jumlah korban meninggal dunia itu bertambah 50 orang dari hari sebelumnya. Selain tewas, jumlah orang yang dicari keberadaannya juga bertambah.
![Update Banjir-Longsor Sumut: 166 Orang Meninggal, 143 Masih Hilang]()
Baca juga: Update Korban Banjir Sumut, 147 Orang Tewas dan 147 Hilang
"Kemudian 143 jiwa yang masih hilang," ujarnya.
Ia menjelaskan, di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang terjadi bencana banjir dan tanah longsor dalam kondisi terang dalam dua hari terakhir.
"Mudah-mudahan ini berlangsung terus setiap hari sehingga membantu penanganan tanggap darurat bencana," ujarnya.
Menurutnya, hal itu juga berkat dilakukannya operasi modifikasi cuaca (OMC) yang sudah berlangsung selama dua hari menggunakan empat pesawat fixed wing jenis caravan.
"Korban jiwa yang kemarin 116 jiwa, sekarang menjadi 166 jiwa meninggal dunia," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto saat konferensi pers di akun YouTube BNPB Indonesia, Sabtu (29/11/2025).
Jumlah korban meninggal dunia itu bertambah 50 orang dari hari sebelumnya. Selain tewas, jumlah orang yang dicari keberadaannya juga bertambah.

Baca juga: Update Korban Banjir Sumut, 147 Orang Tewas dan 147 Hilang
"Kemudian 143 jiwa yang masih hilang," ujarnya.
Ia menjelaskan, di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh yang terjadi bencana banjir dan tanah longsor dalam kondisi terang dalam dua hari terakhir.
"Mudah-mudahan ini berlangsung terus setiap hari sehingga membantu penanganan tanggap darurat bencana," ujarnya.
Menurutnya, hal itu juga berkat dilakukannya operasi modifikasi cuaca (OMC) yang sudah berlangsung selama dua hari menggunakan empat pesawat fixed wing jenis caravan.
(rca)
Lihat Juga :