Kemendagri dan Setmilpres Verifikasi Lapangan Program Inovasi Ruang Terbuka Non Hijau Kota Manado
Sabtu, 29 November 2025 - 13:29 WIB
loading...
Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri melakukan verifikasi lapangan atas usulan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan 2025 bersama Setmilpres ke Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (20/11/2025). Foto: Ist
A
A
A
MANADO - Ditjen Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri melakukan verifikasi lapangan atas usulan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan, Pengembangan, dan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Tahun 2025 bersama Setmilpres Kementerian Sekretariat Negara ke Kota Manado, Sulawesi Utara, Kamis (20/11/2025). Hal ini untuk memperkuat akurasi penilaian sekaligus memastikan kesesuaian antara data dan kondisi faktual di lapangan.
Kunjungan yang berlangsung sejak 20-22 November 2025 dilakukan untuk verifikasi usulan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan Dalam Pengelolaan, Pengembangan, dan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Tahun 2025 atas nama Andrei Angouw sebagai Wali Kota Manado.
Baca juga: Kemendagri Dorong Penyederhanaan Regulasi
Ketua Tim Pengusul Amran mengatakan calon penerima Tanda Kehormatan ini sudah melewati tahapan verifikasi administrasi dan teknis serta lolos verifikasi dari 4 lembaga hukum yakni BIN, KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung serta layak dilanjutkan ke tahap verifikasi atau peninjauan lapangan.
“Tim Penilai hadir di Kota Manado untuk melaksanakan verifikasi dan peninjauan lapangan. Tahapan ini untuk melaksanakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2024 tentang Pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan, Pengembangan, dan Pembangunan Kelautan dan Perikanan,” ujar Amran.
Ketua Tim Setmilpres Kolonel Sandy menyatakan hasil peninjauan lapangan ke Kota Manado ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Setmilpres dalam rangka menindaklanjuti laporan atas usulan tanda kehormatan dimaksud dan kesesuaiannya dengan kondisi lapangan.
“Kami berada di sini dalam rangka memperkuat usulan Kemendagri dan melihat fakta lapangan terkait keberhasilan program Pengembangan Wisata Bahari Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) yang diusulkan sebagai inovasi yang dilakukan Andrei Angouw sebagai calon penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya,” ujar Sandy.
Andrei Angouw sebagai calon penerima tanda kehormatan menjelaskan bahwa sejauh ini program pengembangan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) menunjukkan capaian signifikan dalam pemberdayaan masyarakat pesisir, peningkatan produktivitas perikanan, dan konservasi lingkungan.
Pihaknya konsisten membangun Manado sebagai destinasi pariwisata bahari global dengan ekonomi pesisir yang kuat, ekosistem laut terjaga, dan masyarakat sejahtera. “Salah satu inovasi yang kami lakukan pengembangan wisata bahari melalui pembangunan Ruang Terbuka Non Hijau dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kelompok nelayan, kelompok pengolah dan pemasaran hasil perikanan (Poklahsar) dan kelompok budidaya ikan (Pokdakan) di Kota Manado,” ujar Andrei.
Tanggapan dari anggota Poklahsar Dapur Aishah, Amelia menuturkan keberadaan program Wali Kota Manado telah membawa dampak positif bagi pengembangan UMKM. "Berkat dukungan dari Wali Kota Manado, Poklahsar Dapur Aishah telah berhasil menandatangani MoU dengan China senilai 3 juta dollar untuk ekspor beberapa produk perikanan antara lain abon tuna dan tuna chip," ungkap Amelia.
Kunjungan lapangan ke MBW II Malalayang melihat langsung hasil pembangunan kawasan Ruang Terbuka Non Hijau yang telah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat wilayah pesisir Kota Manado. Kegiatan ini untuk keperluan mengumpulkan data serta informasi dari para penerima manfaat atas prestasi/jasa yang telah dilakukan calon penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya.
Kunjungan yang berlangsung sejak 20-22 November 2025 dilakukan untuk verifikasi usulan Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan Dalam Pengelolaan, Pengembangan, dan Pembangunan Kelautan dan Perikanan Tahun 2025 atas nama Andrei Angouw sebagai Wali Kota Manado.
Baca juga: Kemendagri Dorong Penyederhanaan Regulasi
Ketua Tim Pengusul Amran mengatakan calon penerima Tanda Kehormatan ini sudah melewati tahapan verifikasi administrasi dan teknis serta lolos verifikasi dari 4 lembaga hukum yakni BIN, KPK, Polri, dan Kejaksaan Agung serta layak dilanjutkan ke tahap verifikasi atau peninjauan lapangan.
“Tim Penilai hadir di Kota Manado untuk melaksanakan verifikasi dan peninjauan lapangan. Tahapan ini untuk melaksanakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 17 Tahun 2024 tentang Pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya Bidang Pemerintahan dalam Pengelolaan, Pengembangan, dan Pembangunan Kelautan dan Perikanan,” ujar Amran.
Ketua Tim Setmilpres Kolonel Sandy menyatakan hasil peninjauan lapangan ke Kota Manado ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi Setmilpres dalam rangka menindaklanjuti laporan atas usulan tanda kehormatan dimaksud dan kesesuaiannya dengan kondisi lapangan.
“Kami berada di sini dalam rangka memperkuat usulan Kemendagri dan melihat fakta lapangan terkait keberhasilan program Pengembangan Wisata Bahari Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) yang diusulkan sebagai inovasi yang dilakukan Andrei Angouw sebagai calon penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya,” ujar Sandy.
Andrei Angouw sebagai calon penerima tanda kehormatan menjelaskan bahwa sejauh ini program pengembangan Ruang Terbuka Non Hijau (RTNH) menunjukkan capaian signifikan dalam pemberdayaan masyarakat pesisir, peningkatan produktivitas perikanan, dan konservasi lingkungan.
Pihaknya konsisten membangun Manado sebagai destinasi pariwisata bahari global dengan ekonomi pesisir yang kuat, ekosistem laut terjaga, dan masyarakat sejahtera. “Salah satu inovasi yang kami lakukan pengembangan wisata bahari melalui pembangunan Ruang Terbuka Non Hijau dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kelompok nelayan, kelompok pengolah dan pemasaran hasil perikanan (Poklahsar) dan kelompok budidaya ikan (Pokdakan) di Kota Manado,” ujar Andrei.
Tanggapan dari anggota Poklahsar Dapur Aishah, Amelia menuturkan keberadaan program Wali Kota Manado telah membawa dampak positif bagi pengembangan UMKM. "Berkat dukungan dari Wali Kota Manado, Poklahsar Dapur Aishah telah berhasil menandatangani MoU dengan China senilai 3 juta dollar untuk ekspor beberapa produk perikanan antara lain abon tuna dan tuna chip," ungkap Amelia.
Kunjungan lapangan ke MBW II Malalayang melihat langsung hasil pembangunan kawasan Ruang Terbuka Non Hijau yang telah mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat wilayah pesisir Kota Manado. Kegiatan ini untuk keperluan mengumpulkan data serta informasi dari para penerima manfaat atas prestasi/jasa yang telah dilakukan calon penerima Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya.
(jon)
Lihat Juga :