PTAR Dukung Tanggap Bencana Penanganan Banjir dan Longsor di Tapsel dan Tapteng
Jum'at, 28 November 2025 - 21:21 WIB
loading...
PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, mendukung tanggap bencana penanganan banjir dan longsor di Tapsel dan Tapteng. Foto/PTAR
A
A
A
JAKARTA - PT Agincourt Resources (PTAR), pengelola Tambang Emas Martabe, menyampaikan dukacita mendalam kepada seluruh masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor karena cuaca ekstrem di Tapanuli Tengah, Sibolga, Tapanuli Selatan, dan Padangsidimpuan, Sumatera Utara. PTAR pun mendukung tanggap bencana yang dilakukan bersama pemerintah.
"Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, cedera, dan warga yang terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Kami berharap situasi segera terkendali dan proses pemulihan berlangsung cepat dan aman," demikian dikutip dari keterangan PTAR, Jumat (28/11/2025).
Sejak hari pertama terjadinya musibah, PTAR telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan darurat kepada warga terdampak, antara lain berupa Posko & Layanan Dasar. PTAR mendirikan 4 (empat) posko penanggulangan bencana di Batu Hula, Sumuran, Sopo Daganak, dan Kantor Camat yang secara keseluruhan dapat menampung lebih dari 700 warga, dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, dan tenaga juru masak. Posko menampung penyintas dari sejumlah desa terdampak, terutama Desa Garoga, Hutagodang, Batu Horing, dan Huta Raja.
Baca Juga: Update Korban Bencana Alam di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 174 Orang Tewas, 79 Hilang
Selain itu, bantuan yang diberikan berupa logistik kebutuhan pokok. PTAR menyalurkan pangan dan makanan siap saji, paket sembako, air mineral untuk mendukung kebutuhan dasar warga termasuk mengirimkan paket makanan untuk lokasi yang tidak terjangkau di Huta Raja.
PTAR juga menyediakan pakaian layak pakai, selimut, dan kebutuhan khusus untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan pengungsi. Di bidang kesehatan, PTAR menyediakan layanan kesehatan oleh tenaga medis dan menyalurkan obat-obatan di setiap posko.
PTAR juga terlibat dalam evakuasi dan penyelamatan, dengan mengerahkan Emergency Response Team (ERT) lengkap dengan perahu karet untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat.
Pelayanan darurat bencana juga diberikan. PTAR sebagai pusat call centre dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk merespons cepat korban bencana. Dukungan mobilitas dengan mengerahkan helikopter untuk distribusi logistik ke lokasi yang sulit dijangkau serta mendukung mobilitas teknisi PLN guna percepatan pemulihan jaringan listrik juga dilakukan.
Selain itu, pemulihan akses dengan menurunkan ekskavator/backhoe loader untuk membantu pemerintah daerah membuka kembali akses jalan dan jembatan yang tertutup longsor. PTAR juga siap menambah posko dan dapur umum apabila diperlukan dan akses memungkinkan.
PTAR juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, TNI/Polri, Basarnas, mitra kerja, serta para relawan dan pemangku kepentingan lokal, agar seluruh upaya evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan kesehatan berlangsung dengan baik, terarah, dan sesuai arahan pemerintah.
Keselamatan karyawan, mitra kerja, dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama kami. PTAR saat ini memfokuskan seluruh upaya pada penanggulangan bencana, dukungan evakuasi, bantuan medis, distribusi logistik, serta penguatan koordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan respons yang cepat, terarah, dan sesuai standar keselamatan. PTAR akan terus memberikan dukungan bagi warga terdampak serta meningkatkan kesiapsiagaan dan respon cepat Tim Tanggap Darurat di lapangan.
"PTAR berkomitmen untuk terus memberikan dukungan yang cepat dan tepat selama proses penanganan bencana. Kami berdoa agar kondisi segera pulih dan masyarakat dapat bangkit kembali dengan lebih kuat."
Tentang beredarnya informasi mengenai penyebab bencana, PTAR meluruskan informasi bahwa lokasi banjir bandang di Desa Garoga berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga/Aek Ngadol, yang berbeda dan tidak terhubung dengan DAS Aek Pahu, tempat PTAR beroperasi. "Pemantauan kami juga tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di wilayah banjir. PTAR mendukung penuh kajian komprehensif yang dilakukan pemerintah atas seluruh faktor penyebab bencana ini dan siap bekerja sama secara transparan."
"Kami turut berbelasungkawa kepada keluarga korban, masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan, cedera, dan warga yang terpaksa mengungsi akibat bencana ini. Kami berharap situasi segera terkendali dan proses pemulihan berlangsung cepat dan aman," demikian dikutip dari keterangan PTAR, Jumat (28/11/2025).
Sejak hari pertama terjadinya musibah, PTAR telah menyalurkan berbagai bentuk bantuan darurat kepada warga terdampak, antara lain berupa Posko & Layanan Dasar. PTAR mendirikan 4 (empat) posko penanggulangan bencana di Batu Hula, Sumuran, Sopo Daganak, dan Kantor Camat yang secara keseluruhan dapat menampung lebih dari 700 warga, dilengkapi layanan kesehatan, dapur umum, dan tenaga juru masak. Posko menampung penyintas dari sejumlah desa terdampak, terutama Desa Garoga, Hutagodang, Batu Horing, dan Huta Raja.
Baca Juga: Update Korban Bencana Alam di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 174 Orang Tewas, 79 Hilang
Selain itu, bantuan yang diberikan berupa logistik kebutuhan pokok. PTAR menyalurkan pangan dan makanan siap saji, paket sembako, air mineral untuk mendukung kebutuhan dasar warga termasuk mengirimkan paket makanan untuk lokasi yang tidak terjangkau di Huta Raja.
PTAR juga menyediakan pakaian layak pakai, selimut, dan kebutuhan khusus untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan pengungsi. Di bidang kesehatan, PTAR menyediakan layanan kesehatan oleh tenaga medis dan menyalurkan obat-obatan di setiap posko.
PTAR juga terlibat dalam evakuasi dan penyelamatan, dengan mengerahkan Emergency Response Team (ERT) lengkap dengan perahu karet untuk membantu evakuasi dan penanganan darurat.
Pelayanan darurat bencana juga diberikan. PTAR sebagai pusat call centre dan berkoordinasi dengan aparat terkait untuk merespons cepat korban bencana. Dukungan mobilitas dengan mengerahkan helikopter untuk distribusi logistik ke lokasi yang sulit dijangkau serta mendukung mobilitas teknisi PLN guna percepatan pemulihan jaringan listrik juga dilakukan.
Selain itu, pemulihan akses dengan menurunkan ekskavator/backhoe loader untuk membantu pemerintah daerah membuka kembali akses jalan dan jembatan yang tertutup longsor. PTAR juga siap menambah posko dan dapur umum apabila diperlukan dan akses memungkinkan.
PTAR juga terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Daerah, BPBD, TNI/Polri, Basarnas, mitra kerja, serta para relawan dan pemangku kepentingan lokal, agar seluruh upaya evakuasi, distribusi bantuan, dan penanganan kesehatan berlangsung dengan baik, terarah, dan sesuai arahan pemerintah.
Keselamatan karyawan, mitra kerja, dan masyarakat tetap menjadi prioritas utama kami. PTAR saat ini memfokuskan seluruh upaya pada penanggulangan bencana, dukungan evakuasi, bantuan medis, distribusi logistik, serta penguatan koordinasi dengan pihak berwenang untuk memastikan respons yang cepat, terarah, dan sesuai standar keselamatan. PTAR akan terus memberikan dukungan bagi warga terdampak serta meningkatkan kesiapsiagaan dan respon cepat Tim Tanggap Darurat di lapangan.
"PTAR berkomitmen untuk terus memberikan dukungan yang cepat dan tepat selama proses penanganan bencana. Kami berdoa agar kondisi segera pulih dan masyarakat dapat bangkit kembali dengan lebih kuat."
Tentang beredarnya informasi mengenai penyebab bencana, PTAR meluruskan informasi bahwa lokasi banjir bandang di Desa Garoga berada pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga/Aek Ngadol, yang berbeda dan tidak terhubung dengan DAS Aek Pahu, tempat PTAR beroperasi. "Pemantauan kami juga tidak menemukan material kayu di DAS Aek Pahu yang dapat dikaitkan dengan temuan di wilayah banjir. PTAR mendukung penuh kajian komprehensif yang dilakukan pemerintah atas seluruh faktor penyebab bencana ini dan siap bekerja sama secara transparan."
(zik)
Lihat Juga :