Sekretaris DPW PAN Sumut Minta Semua Pihak Fokus Bantu Korban Banjir
Jum'at, 28 November 2025 - 21:04 WIB
loading...
Sekretaris DPW PAN Sumut Dedy Irawan menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda Aceh, Sumut, dan Sumbar. Foto/SindoNews
A
A
A
SUMUT - Sekretaris DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sumatera Utara (Sumut) Dedy Irawan menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana banjir yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Seluruh pihak diminta fokus pada upaya penyelamatan warga dan pemulihan kawasan terdampak.
Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini meminta agar para relawan, masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, dan seluruh kader Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia bergerak membantu korban banjir tanpa henti.
“Korban banjir membutuhkan pertolongan nyata bukan wacana, bukan perdebatan. Ini waktu kita bekerja bersama membantu warga yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarga,” ujar Dedy, Jumat (28/11/2025).
Menanggapi isu yang beredar di ruang digital yang menyebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai penyebab banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar asumsi yang disebarkan sejumlah akun tidak jelas identitasnya. Dedy memberi respons tegas.
Baca juga: Update Korban Bencana Alam di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 174 Orang Tewas, 79 Hilang
Isu tersebut banyak muncul di platform daring dan disebarkan akun-akun anonim dalam pola yang terkesan terkoordinasi. “Kami melihat banyak akun bodong menyebarkan propaganda yang menyesatkan dengan menyalahkan Pak Zulkifli Hasan atas bencana banjir. Ini tuduhan tidak berdasar, tidak logis, dan sangat tidak etis di tengah masyarakat yang sedang berduka,” tegasnya.
Zulhas menambahkan bencana alam berskala besar seperti ini dipengaruhi faktor cuaca ekstrem, topografi, kerentanan lingkungan, dan dinamika meteorologis, jangan diarahkan ke hal hal yang politis apalagi cendrung kepada fitnah dan penyebaran informasi hoaks.
“Masyarakat sedang dalam keadaan sulit. Jangan tambah beban mereka dengan hoaks dan fitnah. Banjir ini adalah fenomena alam yang harus dihadapi dengan kerja bersama, bukan dijadikan panggung untuk membangun sentimen negatif,” tambahnya.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
Dedy Irawan menekankan pentingnya menjaga ruang digital tetap sehat selama masa tanggap darurat bencana. Menurutnya, penyebaran hoaks justru mengalihkan perhatian dari hal-hal yang lebih mendesak, seperti evakuasi, distribusi bantuan, dan perlindungan warga rentan.
“Ini bukan saatnya melakukan perang narasi. Ini saatnya gotong royong dan mengutamakan kemanusiaan. Jagalah ruang publik kita dari provokasi dan disinformasi,” ujarnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris DPW PAN Sumatera Utara, Dedy mengatakan struktur PAN di wilayah Sumut telah bergerak membantu warga yang terdampak banjir di berbagai kabupaten/kota.
![Sekretaris DPW PAN Sumut Minta Semua Pihak Fokus Bantu Korban Banjir]()
“PAN Sumut dari awal sudah turun membantu warga. Kami bergerak senyap, bukan untuk dipertontonkan, tetapi untuk memastikan masyarakat benar-benar terbantu,” katanya.
Dedy menegaskan bantuan kemanusiaan tidak boleh dibenturkan dengan agenda politik apa pun. Dedy menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk memusatkan perhatian pada kerja-kerja kemanusiaan dan menjaga persatuan.
“Korban banjir membutuhkan uluran tangan, bukan provokasi publik. Mari kita hadir dengan hati, tenaga, dan kepedulian,” pungkasnya.
Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah ini meminta agar para relawan, masyarakat sipil, organisasi kepemudaan, dan seluruh kader Pemuda Muhammadiyah se-Indonesia bergerak membantu korban banjir tanpa henti.
“Korban banjir membutuhkan pertolongan nyata bukan wacana, bukan perdebatan. Ini waktu kita bekerja bersama membantu warga yang kehilangan tempat tinggal, harta benda, bahkan anggota keluarga,” ujar Dedy, Jumat (28/11/2025).
Menanggapi isu yang beredar di ruang digital yang menyebut Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (Zulhas) sebagai penyebab banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar asumsi yang disebarkan sejumlah akun tidak jelas identitasnya. Dedy memberi respons tegas.
Baca juga: Update Korban Bencana Alam di Aceh, Sumbar, dan Sumut: 174 Orang Tewas, 79 Hilang
Isu tersebut banyak muncul di platform daring dan disebarkan akun-akun anonim dalam pola yang terkesan terkoordinasi. “Kami melihat banyak akun bodong menyebarkan propaganda yang menyesatkan dengan menyalahkan Pak Zulkifli Hasan atas bencana banjir. Ini tuduhan tidak berdasar, tidak logis, dan sangat tidak etis di tengah masyarakat yang sedang berduka,” tegasnya.
Zulhas menambahkan bencana alam berskala besar seperti ini dipengaruhi faktor cuaca ekstrem, topografi, kerentanan lingkungan, dan dinamika meteorologis, jangan diarahkan ke hal hal yang politis apalagi cendrung kepada fitnah dan penyebaran informasi hoaks.
“Masyarakat sedang dalam keadaan sulit. Jangan tambah beban mereka dengan hoaks dan fitnah. Banjir ini adalah fenomena alam yang harus dihadapi dengan kerja bersama, bukan dijadikan panggung untuk membangun sentimen negatif,” tambahnya.
Baca juga: Panglima TNI Lantik 51 Perwira Muda Ahli Siber, Ini Nama 3 Lulusan Terbaik
Dedy Irawan menekankan pentingnya menjaga ruang digital tetap sehat selama masa tanggap darurat bencana. Menurutnya, penyebaran hoaks justru mengalihkan perhatian dari hal-hal yang lebih mendesak, seperti evakuasi, distribusi bantuan, dan perlindungan warga rentan.
“Ini bukan saatnya melakukan perang narasi. Ini saatnya gotong royong dan mengutamakan kemanusiaan. Jagalah ruang publik kita dari provokasi dan disinformasi,” ujarnya.
Dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris DPW PAN Sumatera Utara, Dedy mengatakan struktur PAN di wilayah Sumut telah bergerak membantu warga yang terdampak banjir di berbagai kabupaten/kota.

“PAN Sumut dari awal sudah turun membantu warga. Kami bergerak senyap, bukan untuk dipertontonkan, tetapi untuk memastikan masyarakat benar-benar terbantu,” katanya.
Dedy menegaskan bantuan kemanusiaan tidak boleh dibenturkan dengan agenda politik apa pun. Dedy menutup pernyataannya dengan mengajak seluruh elemen bangsa untuk memusatkan perhatian pada kerja-kerja kemanusiaan dan menjaga persatuan.
“Korban banjir membutuhkan uluran tangan, bukan provokasi publik. Mari kita hadir dengan hati, tenaga, dan kepedulian,” pungkasnya.
(cip)
Lihat Juga :