Wali Kota Sibolga Hilang Kontak sejak Selasa, Pesan Terakhir Terjebak Banjir dan Longsor di Sitahuis
Jum'at, 28 November 2025 - 14:24 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Update Bencana Sumatera: 4 Jembatan di Aceh Putus, Ada 20 Titik Longsor di Sibolga dan Tapteng
Dia menambahkan bahwa komunikasi terakhir dengan Syukri terjadi pada Selasa pagi (25/11/2025). Dalam komunikasi tersebut, Syukri hanya bisa mengirim pesan singkat melalui WhatsApp (WA). Sementara panggilan telepon yang dilakukan tidak direspons.
Dalam pesan WA tersebut, Syukri menyampaikan kondisinya yang terjebak di kawasan Sitahuis dan tengah berjuang mencari sinyal.
Bakhtiar menuturkan, dalam tangkapan layar percakapan yang dia tunjukkan, Syukri terakhir kali mengirim pesan sekitar pukul 11.10 WIB. Saat itu, Syukri menyatakan tidak bisa menuju Sibolga karena akses jalan tertutup banjir dan longsor. Jalan kembali ke arah Tapanuli Utara pun dilaporkan tidak mungkin ditembus lantaran terdampak bencana serupa.
“Syukri mengirim pesan soal kondisi yang terjebak di Sitahuis, dan tidak ada jaringan di sana,” kata Bakhtiar.
Pesan singkat itu menjadi komunikasi terakhir yang diterima sebelum keberadaan Wali Kota Sibolga benar-benar tidak bisa dipantau lagi. Sejak saat itu berbagai upaya menghubungi nomor ponsel Syukri selalu gagal.
Kondisi ini membuat keberadaan Wali Kota Sibolga kian sulit dilacak secara pasti. Selain faktor geografis yang berat, wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga juga mengalami pemadaman listrik total di banyak titik. Jaringan seluler ikut lumpuh sehingga masyarakat di kawasan terdampak hampir tidak memiliki sarana komunikasi.
Dia menambahkan bahwa komunikasi terakhir dengan Syukri terjadi pada Selasa pagi (25/11/2025). Dalam komunikasi tersebut, Syukri hanya bisa mengirim pesan singkat melalui WhatsApp (WA). Sementara panggilan telepon yang dilakukan tidak direspons.
Dalam pesan WA tersebut, Syukri menyampaikan kondisinya yang terjebak di kawasan Sitahuis dan tengah berjuang mencari sinyal.
Bakhtiar menuturkan, dalam tangkapan layar percakapan yang dia tunjukkan, Syukri terakhir kali mengirim pesan sekitar pukul 11.10 WIB. Saat itu, Syukri menyatakan tidak bisa menuju Sibolga karena akses jalan tertutup banjir dan longsor. Jalan kembali ke arah Tapanuli Utara pun dilaporkan tidak mungkin ditembus lantaran terdampak bencana serupa.
“Syukri mengirim pesan soal kondisi yang terjebak di Sitahuis, dan tidak ada jaringan di sana,” kata Bakhtiar.
Pesan singkat itu menjadi komunikasi terakhir yang diterima sebelum keberadaan Wali Kota Sibolga benar-benar tidak bisa dipantau lagi. Sejak saat itu berbagai upaya menghubungi nomor ponsel Syukri selalu gagal.
Kondisi ini membuat keberadaan Wali Kota Sibolga kian sulit dilacak secara pasti. Selain faktor geografis yang berat, wilayah Tapanuli Tengah dan Sibolga juga mengalami pemadaman listrik total di banyak titik. Jaringan seluler ikut lumpuh sehingga masyarakat di kawasan terdampak hampir tidak memiliki sarana komunikasi.
Lihat Juga :