224 Rumah di Kota Solok Terendam Banjir, 3.362 Jiwa Terdampak
Jum'at, 28 November 2025 - 08:13 WIB
loading...
Hujan deras yang mengguyur Kota Solok, Sumatera Barat, sejak Rabu (26/11/2025) menyebabkan peningkatan debit air Sungai Batang Lembang dan Batang Gawan. Banjir melanda Kecamatan Tanjung Harapan dan Lubuk Sikarah. Foto: Sindonews/Ist
A
A
A
SOLOK - Hujan deras yang mengguyur Kota Solok, Sumatera Barat, sejak Rabu (26/11/2025) menyebabkan peningkatan debit air Sungai Batang Lembang dan Batang Gawan. Banjir kiriman dari daerah tetangga memperparah kondisi yang mengakibatkan sejumlah permukiman warga di dua kecamatan terendam banjir. Kondisi ini menimbulkan risiko terhadap keselamatan jiwa dan kerusakan materiil.
Banjir melanda Kecamatan Tanjung Harapan (Kelurahan Koto Panjang dan Nan Balimo) dan Kecamatan Lubuk Sikarah (Kelurahan Kampai Tabu Karambia, IX Korong, Aro IV Korong, Sinapa Piliang, VI Suku, serta Tanah Garam).
Baca juga: Update Bencana Sumatera: 4 Jembatan di Aceh Putus, Ada 20 Titik Longsor di Sibolga dan Tapteng
"Berdasarkan pendataan sementara, tercatat 598 kepala keluarga atau 3.362 jiwa terdampak dengan 224 rumah terdampak," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (28/11/2025).
Kondisi terkini debit air masih meningkat dan meluap ke permukiman warga. Tim BPBD Kota Solok masih melakukan evakuasi warga ke tempat aman dan 11 orang telah dievakuasi.
Sejak terjadinya hujan deras, BPBD Kota Solok telah memonitoring lokasi rawan banjir, berkoordinasi dengan OPD terkait dan perangkat kelurahan, serta melakukan assessment sekaligus pendataan korban terdampak.
Wali Kota Solok telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir melalui Keputusan Nomor 100.3.3.3-2212-2025 berlaku sejak 26 November hingga 27 November 2025. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi sembako, makanan siap saji, velbed, selimut, bantal, jaket, family kit, alat kebersihan, tenda pengungsian, mesin sedot air, serta perahu evakuasi.
BNPB mengimbau warga di wilayah rawan banjir diminta tetap tenang, waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Hindari aktivitas di sekitar sungai atau aliran air yang sedang naik. Siapkan dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan darurat keluarga. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Call Center BNPB di nomor 117.
Banjir melanda Kecamatan Tanjung Harapan (Kelurahan Koto Panjang dan Nan Balimo) dan Kecamatan Lubuk Sikarah (Kelurahan Kampai Tabu Karambia, IX Korong, Aro IV Korong, Sinapa Piliang, VI Suku, serta Tanah Garam).
Baca juga: Update Bencana Sumatera: 4 Jembatan di Aceh Putus, Ada 20 Titik Longsor di Sibolga dan Tapteng
"Berdasarkan pendataan sementara, tercatat 598 kepala keluarga atau 3.362 jiwa terdampak dengan 224 rumah terdampak," ungkap Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (28/11/2025).
Kondisi terkini debit air masih meningkat dan meluap ke permukiman warga. Tim BPBD Kota Solok masih melakukan evakuasi warga ke tempat aman dan 11 orang telah dievakuasi.
Sejak terjadinya hujan deras, BPBD Kota Solok telah memonitoring lokasi rawan banjir, berkoordinasi dengan OPD terkait dan perangkat kelurahan, serta melakukan assessment sekaligus pendataan korban terdampak.
Wali Kota Solok telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir melalui Keputusan Nomor 100.3.3.3-2212-2025 berlaku sejak 26 November hingga 27 November 2025. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak meliputi sembako, makanan siap saji, velbed, selimut, bantal, jaket, family kit, alat kebersihan, tenda pengungsian, mesin sedot air, serta perahu evakuasi.
BNPB mengimbau warga di wilayah rawan banjir diminta tetap tenang, waspada dan mengikuti arahan petugas di lapangan. Hindari aktivitas di sekitar sungai atau aliran air yang sedang naik. Siapkan dokumen penting, obat-obatan, dan kebutuhan darurat keluarga. Masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat menghubungi Call Center BNPB di nomor 117.
(jon)
Lihat Juga :